Deeptalk.co.id – People pleasing adalah istilah untuk menggambarkan perilaku seseorang yang terlalu berlebihan dalam menyenangkan atau membantu orang lain. Seseorang yang memiliki kebiasaan people pleasing ini dikenal dengan istilah people pleaser. Seorang people pleaser tidak ragu mengorbankan waktu, pikiran, materi, bahkan tenaga mereka untuk memenuhi kebutuhan orang. Mereka sangat sulit menolak permintaan orang atau sekedar berkata “tidak”.
Jika dilihat sekilas, seorang people pleaser adalah orang yang baik. Namun perlu diingat bahwa segala yang berlebihan tentu akan mendatangkan dampak negatif. Termasuk berlebihan dalam berbuat baik. Kebaikan seorang people pleaser ini tidak jarang membuat mereka tersiksa dan mengorbankan kepentingan pribadinya. Banyak diantara mereka yang bahkan mengalami kelelahan baik secara mental maupun fisik.
Kabar buruknya, fenomena people pleasing ini menjadi cukup sering dijumpai. Para gen z yang notabenenya merupakan generasi yang mulai memasuki lingkungan sosial menjadi generasi yang sering menjadi seorang people pleaser. Walaupun hingga saat ini belum ada data statistik yang menggambarkan berapa jumlah gen z dengan kondisi people pleasing. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi tersebut sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai generasi yang peka akan kesehatan mental, gen z tidak seharusnya terjebak menjadi seorang people pleaser. Maka dari itu, penting bagi para gen z mengenal seperti apa tanda-tanda people pleasing dan bagaimana cara mengatasinya. Artikel kali ini akan secara khusus membahas topik tersebut.
Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini. Segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Tanda-Tanda People Pleasing

Seorang people pleaser terkadang tidak menyadari kondisinya karena kurangnya pengetahuan akan kondisi tersebut. Jika kita mengenali tanda-tanda people pleasing maka bisa segera dihindari. Untuk itu, berikut beberapa tanda-tanda people pleasing:
· Sulit berkata “tidak” atau menolak permintaan orang lain. Seorang people pleaser umumnya takut menyinggung atau melukai perasaan orang lain dengan penolakan mereka. Selain itu, mereka juga takut jika sewaktu-waktu mendapatkan penolakan yang sama.
· Selalu meminta maaf, walaupun tidak melakukan kesalahan apapun. Seorang people pleaser memiliki kebiasaan untuk meminta maaf untuk menghindari konflik atau timbulnya rasa tidak nyaman.
· Cenderung mengabaikan kebutuhan pribadi dan mendahulukan kepentingan orang lain. Seorang people pleaser tidak peduli jika bantuannya justru akan merugikan diri sendiri, atau harus mengabaikan keperluan pribadinya.
· Takut akan penolakan atau ketidaksukaan. Beberapa orang menjadi people pleaser agar dapat diterima oleh lingkungannya. Maka dari itu mereka melakukan segala cara agar bisa diterima dan disukai. Pasalnya, mereka cenderung takut akan penolakan.
· Cenderung mencari validasi eksternal. Seorang people pleaser umumnya selalu mencari validasi dari orang lain. Mereka senang mendapatkan pujian atau pengakuan dari orang lain. Maka dari itu mereka cenderung berlebihan dalam menunjukan dirinya. Walaupun hal tersebut akan merugikan dirinya sendiri.
Baca juga: Self Diagnosis Pada Gen Z: Dampak dan Cara Menghindarinya
Cara Gen Z Mengatasi People Pleasing

Gen z sangat membutuhkan kesadaran tinggi untuk bisa mengatasi kondisi people pleasing yang dialami. Untuk menunjang hal tersebut, gen z bisa melakukan beberapa cara berikut:
Mengenali dan memahami akar masalah
Untuk bisa mengatasi kondisi people pleasing ini, gen z perlu paham dulu mengapa mereka bisa menjadi seperti itu. Apakah asal muasal mereka menjadi seorang people pleaser karena pernah mengalami penolakan yang sangat traumatis, adanya perasaan tidak aman, atau lain sebagainya. untuk mengenali dan memahami akar masalah ini dibutuhkan intropeksi diri.
Menetapkan batasan yang sehat
Gen z juga perlu untuk menetapkan batasan yang sehat. Tidak semua hal bisa kamu kerjakan, dan tidak semua orang bisa kamu bantu. Belajarlah untuk berkata “tidak”, dan menolak permintaan orang lain yang diluar kemampuanmu. Terlebih lagi jika permintaan tersebut harus mengorbankan kepentingan pribadi.
Membangun rasa percaya diri
Cara lain untuk mengatasi people pleasing adalah dengan membangun rasa percaya diri. Pahami apa yang menjadi kelebihanmu. Hal ini akan membantu kamu memahami bahwa validasi eksternal tidak begitu kamu butuhkan.
Hindari membuat alasan yang berlebihan
Tidak ada salahnya untuk menolak permintaan orang lain. Kamu tidak perlu mencari alasan yang berlebihan untuk bisa menolak permintaan orang lain. Jujurlah kepada diri sendiri dan orang lain terkait kemampuan yang kamu miliki.
Temukan lingkungan yang positif
Berada di tengah lingkungan positif akan membantu kamu memiliki pola pikir yang positif juga. Lingkungan positif tidak akan memanfaatkan rasa tidak enakan yang kamu miliki. Pada akhirnya hal tersebut akan mengurangi tekanan yang kamu rasakan.
Itu dia beberapa hal yang bisa para gen z lakukan untuk mengatasi kondisi people pleasing. Namun jika cara-cara di atas tidak bekerja dengan baik, cobalah untuk mempertimbangakan berkonsultasi dengan para profesional. Jika bingung hendak berkonsultasi kemana, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id dan berjumpa dengan para profesional di bidang kesehatan mental. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Gen Z dan Tren Self Diagnosis: Bahaya atau Kesadaran?
Sumber:
Joyceline, CC. “Fenomena People Pleaser pada Gen-Z, Orang Lain Bahagia, Bagaimana dengan Diri Sendiri?”. (2024). Kompasiana. https://www.kompasiana.com/christieclarencejoyceline1244/67458af834777c7e58403f72/fenomena-people-pleaser-pada-gen-z-orang-lain-bahagia-bagaimana-dengan-diri-sendiri?.com. Diakses pada 26 Februari 2025.
Aisyah, N. “Nggak Bisa Nolak? Ini 7 Tanda Kamu People Pleaser”. (2024). Satu Persen. https://satupersen.net/blog/susah-bilang-tidak-ini-7-tanda-kamu-people-pleaser?.com. Diakses pada 26 Februari 2025.
“Ini Tanda dan Cara untuk Berhenti Menjadi People Pleaser”. (2024). Alodokter. https://www.alodokter.com/ini-tanda-dan-cara-untuk-berhenti-menjadi-people-pleaser?.com. Diakses pada 26 Februari 2025.
“Penyebab, Ciri-Ciri, & Cara Berhenti Menjadi People Pleaser”. (2024). Siloam Hospitals. https://www.siloamhospitals.com/en/informasi-siloam/artikel/apa-itu-people-pleaser?.com. Diakses pada 26 Februari 2025.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



