Semua artikel
Kepribadian

People Pleasing pada Gen Z: Pengaruh Teman dan Cara Mengembangkan Kepercayaan Diri

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Fenomena people pleasing sebenarnya sudah cukup sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Namun sayangnya, masih banyak orang yang tidak paham betapa bahayanya menjadi seorang people pleasing. Pasalnya, seorang people pleasing sering dianggap sebagai sosok yang baik. Kebaikan tersebutlah yang sering disalahgunakan orang-orang disekitarnya.

Perkembangan teknologi membuat ilmu pengetahuan menyebar dengan sangat pesat. Salah satunya pengetahuan terkait kondisi people pleasing ini. Meski demikian, hal tersebut tidak membuat para gen z terbebas dari kondisi people pleasing. Buktinya, masih ada saja para remaja dan anak muda yang mengalami people pleasing ini.

Artikel kali ini akan secara khusus membahas penyebab people pleasing pada gen z, dan bagaimana cara mengatasinya. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian People Pleasing

Green lifestyle people illustration

People pleasing adalah istilah untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kecenderungan besar untuk terus membahagiakan orang lain. Walaupun kebahagiaan orang lain itu harus mengorbankan waktu, pikiran, tenaga, bahkan kebahagiaan diri sendiri. Artinya, orang dengan kondisi people pleasing rela mengorbankan diri sendiri demi kepentingan orang lain.

Sekilas dari pengertian people pleasing ini mungkin tampak cukup positif. Namun dibalik semua itu, orang dengan people pleasing cukup sering mengalami kelelahan baik secara fisik maupun mental. Mereka juga terlalu tergantung akan validasi orang lain yang membuatnya sulit menjadi mandiri dan cenderung mudah untuk dimanipulasi.

Terlepas dari semua itu, people pleasing tidak termasuk dalam kategori gangguan mental. Namun, kondisi people pleasing dalam tahap tertentu bisa memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan mental. Terlebih lagi jika seseorang dengan people pleasing ini terlalu larut akan kondisinya, dan membiarkan hal tersebut mempengaruhi aktivitas sehari-harinya.

Baca juga: Mengenal Tanda-Tanda People Pleasing pada Gen Z dan Cara Mengatasinya

Penyebab People Pleasing Pada Gen Z

Illustration of people taking care of plants

Untuk saat ini gen z bisa dikatakan sebagai generasi dengan tingkat produktivitas yang cukup tinggi di lingkungan masyarakat. Walaupun hingga saat ini belum ada intervensi terkait jumlah gen z dengan kondisi people pleasing. Namun kita tidak bisa menutup mata di lapangan mengenai banyaknya kasus people pleasing ini.

Berikut beberapa penyebab gen z mengalami people pleasing:

Pola asuh orang tua

Seperti yang kita ketahui, pola asuh orang tua memang sedikit banyak mempengaruhi perilaku dan kondisi psikologis anak. Hal serupa juga berlaku untuk kasus people pleasing. Dimana orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter cenderung membentuk anak menjadi pribadi yang people pleasing.

Tekanan sosial dan keinginan untuk diterima

Gen z adalah generasi yang sudah mulai masuk dalam kehidupan sosial lebih dalam. Mereka mulai beradaptasi dengan teman-temannya. Dalam beberapa kasus, keinginan untuk diterima oleh teman itulah yang terkadang menjadi tekanan tersendiri dan menimbulkan kecenderungan people pleasing.

FOMO (Fear of Missing Out)

Perkembangan teknologi membuat banyak gen z tidak ingin ketinggalan trend atau informasi terbaru. Kondisi semacam ini dikenal dengan istilah FOMO. Untuk bisa cocok dengan teman-temannya, banyak gen z yang menjadi FOMO walaupun mereka tidak membutuhkan hal tersebut. Hal ini juga bisa memicu kondisi people pleasing.

Budaya Cancle Culture

Di Indonesia budaya cancle culture mungkin belum begitu familiar. Namun budaya tersebut sudah banyak diterapkan diberbagai negara. Budaya cancle culture ini memberikan tekanan tersendiri untuk orang-orang yang bertindak atau memiliki pendapat yang berbeda. Dari pada mendapatkan penolakan dari banyak orang, banyak gen z yang memilih untuk menjadi seorang people pleasing.

Tips Meningkatkan Rasa Percaya Diri Untuk Menghindari People Pleasing

Group of young people waving hand

Seseorang dengan kondisi people pleasing cenderung memiliki rasa percaya diri yang rendah. Maka tidak heran jika mereka memiliki kecenderungan untuk membutuhkan validasi dari orang lain. Maka dari itu salah satu cara agar terhindar dari kondisi people pleasing adalah dengan meningkatkan rasa percaya diri. Berikut beberapa tips yang bisa para gen z coba:

·         Mengenal diri sendiri, artinya memahami kondisi fisik dan mental, mengetahui kemampuan dan kekurangan diri, dan fokus dengan apa yang dimiliki.

·         Berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Pasalnya, setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

·         Belajar untuk mengembangkan kemampuan baru. Dengan memiliki kemampuan yang baik, kamu akan meningkatkan rasa percaya dirimu.

·         Mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat. Tidak bisa dipungkiri bahwa dukungan dari orang lain akan sangat mempengaruhi pola pikir dan kondisi mental kita. Maka dari itu, kamu perlu memiliki orang terpercaya untuk berbagi keluh-kesah yang kamu rasakan.

Itu dia sedikit penjelasan terkait penyebab dan cara mengatasi people pleasing. Perlu diingat bahwa tidak ada salahnya untuk melakukan konsultasi psikologis. Justru dengan begitu kamu bisa memahami apa yang terjadi dengan kondisi mentalmu. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id untuk berjumpa dengan para psikolog yang telah berpengalaman.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Self Diagnosis Pada Gen Z: Dampak dan Cara Menghindarinya

 

Sumber:

Radar Lawu. (2024). Banyak Gen Z Terjebak People Pleaser, Pola Asuh Sejak Kecil Jadi Salah Satu Faktor.

Inforadar. (2024). Stop Merasa Jadi Orang Gak Enakan, Ini Alasan Gen Z Sering Terkena People Pleaser.

Psikologanda. (2023). People Pleaser: Aku Ingin Semua Orang Senang dan Suka Sama Aku!!.

Suara Merdeka. (2024). Memahami People Pleaser: Penyebab dan Solusi untuk Hidup Lebih Bahagia.

STBA JIA Repository. (2023). Analisis Sikap People Pleaser pada Tokoh Iruma dalam Anime Mairimashita! Iruma-Kun.

Young On Top. (2024). 10 Cara Gen Z untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri.

Universitas Gadjah Mada. (2023). Psikolog UGM Bagikan Tips Atasi People Pleaser.

Kompasiana. (2025). Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Remaja: Gen Z Wajib Tahu.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait