Semua artikel
Gangguan Kecemasan

Tokophobia : Rasa Takut Berlebih Akan Hamil dan Melahirkan

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Setelah pernikahan, kebanyakkan pasangan akan sangat mengharapkan hadirnya buah hati dalam kehidupan mereka. Beberapa pasangan bahkan melakukan berbagai cara agar cepat-cepat diberikan momongan. Hal ini bukanlah sesuatu yang tabu lagi di Indonesia.

Namun, tahukah kamu bahwa terdapat suatu kondisi dimana seorang wanita memiliki ketakutan berlebih untuk mengandung dan melahirkan anak. Hal ini seakan menjawab masalah child free yang sempat ramai diperbincangkan di internet. Kondisi tersebut merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang bernama gangguan tokophobia.

Artikel ini akan membahas secara khusus mengenai gangguan tokophobia. Namun sebelum lanjut ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan rujukan self diagnosis.

Jika pembaca menemukan beberapa kesamaan antara isi artikel dan kondisi diri sendiri atau orang disekitar, sebaiknya segera konsultasikan dengan ahlinya seperti Psikolog. Dari konsultasi tersebutlah baru akan diberikan diagnosis yang tepat.

Pengertian Gangguan Tokophobia

Istilah tokophobia sendiri berasal dari Bahasa Yunani, yaitu tocos yang artinya kelahiran bayi, dan phobos yang artinya rasa takut. Jika diartikan secara lebih mendetail, gangguan tokophobia merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kecemasan atau ketakutan berlebih untuk mengandung dan melahirkan.

Kondisi tokophobia bisa jadi memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda antara satu penderita dengan penderita yang lain. Beberapa dari mereka yang mengalami gangguan tokophobia dan akhirnya tetap mengandung, akan memilih operasi caesar untuk proses persalinan mereka.

Walaupun kondisi ini terbilang cukup sederhana, namun jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat dapat menyebabkan berbagai gangguan kecemasan hingga depresi. Untuk itu, kondisi ini perlu mendapatkan perhatian lebih.

Jenis-Jenis Gangguan Tokophobia

Gangguan tokophobia sendiri terbagi atas dua jenis, yaitu tokophobia primer dan tokophobia sekunder. Berikut penjelasannya:

Tokophobia primer

Untuk jenis pertama ini merupakan jenis gangguan tokophobia yang dimana penderita memiliki rasa takut berlebih untuk mengandung dan melahirkan saat belum pernah melahirkan sama sekali. Beberapa orang bahkan mengalami hal tersebut saat masih remaja.

Tokophobia primer umumnya disebabkan oleh pengalaman traumatis seperti menjadi korban pelecehan seksual atau pemerkosaan. Beberapa diantaranya juga disebabkan oleh rasa trauma setelah mendengarkan kisah persalinan atau menyaksikan langsung persalinan yang terlihat atau terdengar sangat menyakitkan.

Tokophobia sekunder

Berbeda dengan jenis gangguan tokophobia sebelumnya, gangguan tokophobia sekunder justru dialami oleh wanita yang sebelumnya sudah pernah mengandung dan melahirkan. Rasa takut ini biasanya didasari oleh adanya pengalaman traumatis saat kehamilan sebelumnya.

Jenis tokophobia sekunder umumnya diakibatkan oleh adanya pengalaman mengandung dan melahirkan yang menyakitkan atau menyedihkan. Misalnya, mengalami keguguran, bayi lahir dalam keadaan meninggal, persalinan pervagina yang cukup menyakitkan, dan lain sebagainya. Hal ini membuat wanita tidak ingin mengandung dan melahirkan lagi.

Baca juga : Autophobia : Rasa Takut Berlebih Saat Sendirian

Gejala Gangguan Tokophobia

Gejala umum yang dialami oleh penderita gangguan tokophobia berupa perasaan takut berlebih untuk mengandung dan melahirkan. Penderita gangguan tokophobia cenderung menghindari kehamilan atau memutuskan untuk tidak mengandung sama sekali.

Beberapa penderita gangguan tokophobia yang akhirnya mengandung, akan memilih opsi melahirkan secara caesar dan menghindari persalinan pervagina. Hal ini dilakukan atas dasar untuk meminimalisir rasa sakit saat persalinan.

Penderita gangguan tokophobia bahkan akan mengalami beberapa gejala seperti, mengalami gangguan tidur, serangan panik, mimpi buruk, menghindari pembahasan atau hal-hal mengenai mengandung dna melahirkan, kecemasan, depresi, dan masih banyak lagi.

Sebuah studi dalam Indian Journals mengemukakan bahwa Pria juga bisa mengalami gangguan tokophobia. Namun bedanya, kondisi ini membuat Pria mengkhawatirkan kondisi kesehatan dan keselamatan anak dan pasangannya.

Tips Mengatasi Gangguan Tokophobia      

     

Penderita gangguan tokophobia bisa meminimalisir bahkan mengatasi gejala-gejala yang dialami dengan beberapa tips berikut:

Dapatkan dukungan

Dukungan positif dari orang-orang terdekat seperti pasangan dan keluarga merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh penderita gangguan tokophobia. Dukungan ini dapat membuat penderita merasa lebih rileks dan bisa mencurahkan segala kekhawatiran mengenai ketakutan dalam mengandung dan melahirkan.

Ikuti kelas kehamilan

Walaupun tidak banyak, beberapa tempat sudah menyediakan kelas kehamilan. Bisa jadi rasa takut akan kehamilan diakibatkan oleh minimnya pengetahuan atau adanya pengetahuan yang salah mengenai kehamilan. Untuk itu, dari kelas kehamilan ini akan dibentuk pengetahuan yang benar. Jika kamu tidak memiliki lingkungan yang suportif, maka mengikuti kelas kehamilan adalah pilihan yang tepat.

Konseling dan psikoterapi

Tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan para ahli mengenai kondisi ini. Kamu bisa berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk dapat mengetahui akar dari rasa takut yang kamu alami. Dengan begitu, terapi yang diberikan akan lebih spesifik terhadap akan masalahnya.

Seperti itulah pembahasan seputar gangguan tokophobia. Jika kamu mengalami beberapa gejala seperti yang sudah dijelaskan di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Haphephobia : Rasa Takut Berlebih Saat Disentuh Orang Lain

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Tokophobia : Rasa Takut Berlebih Akan Hamil dan Melahirkan — DeepTalk