Semua artikel
Seksual

Tips Menghadapi Seorang Ekshibisionisme (Memamerkan Alat Kelamin)

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Kamu mungkin pernah menglamami kejadian atau mencengar seseorang mengalami kejadian dimana mereka berhadapan dengan orang yang memamerkan alat kelamin, atau organ intim, atau anggota tubuh lainnya yang tidak pantas untuk dipertontonkan. Tindakan tersebut merupakan salah satu penyimpangan seksual yang dikenal dengan istilah ekshibisionisme.

Tindakan ekshibisionisme ini memang cukup menjengkelkan, namun pada dasarnya tindakan tersebut tidak begitu berbahaya. Hanya saja bukan berarti tindakan ekshibisionisme bisa dibiarkan begitu saja, karena beberapa korban dari tindakan memamerkan alat kelamin itu membuat korbannya mengalami trauma. Tidak hanya itu, dalam beberapa kasus ekshibisionisme yang sudah cukup parah, pelaku justru melakukan tindakan penyimpangan seksual lainnya seperti pedofilia, kekerasan kepada anak dibawah umur, pemerkosaan, dan lain sebagainya. Karena itulah kita perlu mengetahui bagaimana cara untuk menghadapi orang dengan ekshibisionisme.

Kita tidak pernah tahu kapan dan dimana kita akan aman dari orang-orang dengan penyimpangan ekshibisionisme. Karena itulah membekali diri mengenai tips menghadapi seorang ekshibisionisme bukanlah langkah yang buruk.

Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai tips menghadapi seorang ekshibisionisme. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Berikut menghadapi seorang ekshibisionisme:

Tetap Tenang

Tindakan ekshibisionisme umumnya dilakukan untuk mendapatkan perhatian dari orang lain. Untuk itu kamu tidak perlu menunjukkan ekspresi jijik, jengkel, takut, dan ekspresi berlebihan lainnya. Justru respon-respon semacam itu akan membuat mereka semakin bersemangat dan terus mengulangi tindakan tidak senonoh itu.

Sebaliknya, jika kamu terlihat tenang, tidak terlihat peduli, bahkan cenderung cuek, mereka akan merasa bahwa tindakan ekshibisionisme ini tidak begitu spesial. Pada akhirnya mereka tidak mendapatkan kepuasan dari tindakan tersebut. Walaupun respon semacam ini tidak langsung membuat mereka berhenti, namun setidaknya kamu bukan target menarik bagi mereka.

Tertawakan

Tips lainnya yang bisa kamu coba adalah dengan menertawakan tindakan mereka. Seorang ekshibisionisme pada dasarnya senang jika korbannya merasa takut dan tertekan. Jika kamu tertawa akan tindakan yang mereka lakukan, hal tersebut justru membuatnya merasa malu.

Tidak hanya tertawa, kamu juga bisa mengejek dan berikan ekspresi menghina. Mereka pada dasarnya tidak mengharapkan respon dan ekspresi semacam itu. Untuk itu hal ini akan menimbulkan ketidak puasan akan tindakan yang mereka lakukan. Harapannya mereka memang tidak akan melakukan tindakan tersebut lagi.

Lindungi Diri

Kita tidak pernah tahu kapan seorang ekshibisionisme melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan orang lain. Seperti yang sudah diungkapkan di awal bahwa pelaku ekshibisionisme bisa melakukan tindakan kekerasan, pemerkosaan, dan lain sebagainya. Untuk itu korban diharapkan tidak lengah dan bisa melindungi diri sendiri.

Usahakan untuk selalu berada di tempat yang aman. Setidaknya tidak berada di tempat sepi dan gelap. Sebisa mungkin kamu juga tetap menjaga jarak dari seorang ekshibisionisme. Tidak ada salahnya untuk menjauh dan meminta pertolongan dari orang-orang disekitar.

Baca juga : Kenali Penyebab dan Ciri-Ciri Ekshibisionisme 

Abaikan Pelaku Ekshibisionisme

Tindakan ekshibisionisme memang cukup mencolok dan susah untuk diabaikan. Justru itulah tujuan mereka, yaitu mencari perhatian dari orang lain. Untuk terhindar dari tindakan tersebut, kamu bisa mencoba untuk mengabaikan mereka. Jika kamu sedang berjalan, maka lanjutkanlah perjalan mu dan sebisa mungkin tidak terlihat tertarik dengan perbuatan ekshibisionisme tersebut.

Saat kamu mengabaikan pelaku ekshibisionisme, pada dasarnya mereka akan merasa tidak senang karena tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Saat terus-menerus mendapatkan pengabaian dari orang-orang disekitar, mereka akan sadar bahwa tindakannya tidak berguna untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.

Jangan Merekam Tindakan Ekshibisionisme

Pada dasarnya pelaku ekshibisionisme mencari perhatian dari orang-orang disekitarnya. Saat kamu merekam tindakan ekshibisionisme, mereka akan merasa mendapatkan perhatian lebih dari tindakan tersebut.

Hal tersebut didukung oleh pernyataan seorang Psikolog Klinis dan Hipnoterapis dari Smart Mind Center Consulting bernama Alexandra G Adeline, dimana beliau menyatakan bahwa seorang ekshibisionisme justru merasa senang jika direkam atau divideokan. Tindakan tersebut akan membuat pelaku merasa terekspos dan mendapatkan perhatian dari lebih banyak orang.

Melaporkan ke Pihak Berwajib

Saat kamu tidak bisa mengatasi pelaku ekshibisionisme, tidak ada salahnya untuk melaporkan tindakan tersebut ke pihak berwajib. Pada dasarnya tindakan ekshibisionisme yang dibiarkan bisa berlanjut ke tindak kriminal. Terlebih lagi tindakan tersebut cukup meresahkan dan mengganggu masyarakat.

Kamu bisa menelepon polisi dengan menyampaikan ciri-ciri pelaku dan tempat lokasi kejadian. Setelah itu biarkan pihak berwajib yang melakukan langkah selanjutnya. Bisa jadi mereka akan berikan hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku untuk mendapatkan efek jerah, atau mendapatkan tindak lanjut oleh Psikolog atau Psikiater untuk mengurangi kebiasaan tidak senonoh tersebut.

Seperti itulah tips yang bisa kamu coba jika menghadapi seorang ekshibisionisme. Kita tidak pernah tahu kapan berada di posisi yang berbahaya. Untuk itu, semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Ekshibisionisme : Senang Memamerkan Alat Kelamin

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait