Deeptalk.co.id – Menjadi orang tua bukanlah tugas yang mudah. Walaupun sudah cukup banyak metode parenting yang beredar di internet, namun tidak semua metode parenting itu cocok diterapkan untuk setiap anak. Anak itu unik, sama halnya dengan orang tua. Untuk itu, orang tua perlu paham bahwa metode parenting yang didapatkan di masa lampau belum tentu bisa digunakan kembali untuk anak-anak di masa sekarang.
Anak-anak terutama yang sudah memasuki usia remaja cenderung memiliki rasa ingin tahu dan mencoba yang lebih besar. Tidak jarang juga kita menemukan anak-anak yang ingin cepat menjadi dewasa agar bisa mendapatkan kebebasannya dalam melakukan segala hal. Tidak sedikit memang orang tua yang menerapkan berbagai batasan untuk menjaga anak mereka dari pergaulan yang tidak baik. Hal ini cukup wajar mengingat orang tua pasti menginginkan segala yang terbaik untuk anaknya. Lalu, apakah yang terbaik bagi orang tua sudah pasti terbaik bagi anak juga?
Tidak bisa dipungkiri bahwa pola asuh orang tua akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental anak. Sebagai contoh, polah asuh orang tua yang posesif sering kali membuat anak kesusahan untuk mengambil keputusan, mencoba hal baru, dan lain sebagainya. Namun perlu diketahui juga, peran orang tua yang terlalu ini posesif bisa jadi tidak terlepas dari metode parenting yang didapatkan saat orang tua masih menjadi anak. Disisi lain, posesifnya orang tua juga tidak terlepas dari rasa kekhawatiran orang tua terhadap anak mereka.
Sebagai anak, tentu ini bukan posisi yang menyenangkan. Di satu sisi anak paham bahwa orang tua melakukannya demi kebaikan mereka, namun di lain sisi anak juga ingin mengeksplorasi lebih banyak hal. Dari sinilah timbul pertanyaan “Bagaimana cara mengahadapi orang tua yang posesif?”
Untuk itu, artikel kali ini akan membahas mengenai cara menghadapi orang tua yang posesif. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika sikap posesif orang tua sudah mengganggu kehidupan sehari-hari mu, maka jangan ragu untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mengantisipasi adanya gangguan mental.
Berikut beberapa tips menghadapi orang tua posesif:
Informasikan Rencana Dengan Detail

Orang tua cenderung memiliki kekhawatiran yang cukup besar akan rencana yang ditetapkan oleh anak mereka. Maka, kamu jangan heran mengapa orang tua selalu mempertanyakan setiap detail langkah yang ingin kamu ambil. Alih-alih menjadi marah karena merasa tidak dipercaya, kamu lebih baik menjelaskan lebih detail rencana yang ingin kamu ambil.
Contohnya, saat kamu ingin mengambil ekskul olahraga ekstrim. Tentu orang tua akan khawatir kamu akan mendapatkan bahaya atau menjadi cedera karena olahraga ekstrim tersebut. Namun cobalah jelaskan sistem keamanan yang kamu gunakan, manfaat apa yang kamu dapatkan dari ekskul tersebut, atau bagaimana aktivitas yang dijalankan dalam ekskul tersebut. Saat orang tua sudah bisa melihat sisi baik dari langkah yang kamu ambil, maka setidaknya hati orang tua akan sedikit terketuk untuk memberikan izin kepadamu.
Baca juga : Orang Tua Posesif : Ini Dia Dampak Pada Psikologis Anak
Pahami Masa Kecil Orang Tua

Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa, bisa jadi sikap posesif orang tua disebabkan oleh pola asuh yang mereka dapatkan saat masih menjadi anak-anak. Cobalah untuk memahami bagaimana pola asuh yang didapatkan orang tua dulu. Jika benar seperti itu, cobalah untuk menjelaskan bahwa saat ini jaman sudah berubah dan apa yang kamu pilih tidak akan berdampak buruk untuk mu.
Namun jika pola asuh yang pernah orang tua dapatkan ternyata menyebabkan trauma atau luka batin yang mendalam, maka hal ini perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh para ahli seperti Psikolog atau Psikiater.
Buatlah Kesepakatan

Hubungan antar manusia tidak akan terlepas dari komunikasi. Komunikasi dalam hal ini sangat penting untuk memberikan pengertian kepada orang tua. Tidak ada salahnya untuk menciptakan kesepakatan antara kamu dan orang tua mu. Perlu diingat bahwa persetujuan orang tua cukup mempengaruhi perkembangan kita kedepannya.
Sebagai contoh, saat kamu meminta izin untuk mengambil jurusan komunikasi di tingkat universitas, bisa jadi beberapa orang tua akan menolaknya mentah-mentah dan menawarkan jurusan yang menurutnya lebih baik. Maka saat ini cobalah untuk membuat kesepakatan dengan orang tua. Misalnya kamu tetap masuk jurusan komunikasi tapi janji akan lulus tepat waktu dengan IPK cumlaude, atau kamu mengambil jurusan yang diharapkan orang tua namun tetap melanjutkan karir di bidang ilmu komunikasi.
Menjadi Konsisten

Kembali lagi, sikap posesif orang tua tidak terlepas dari rasa khawatir yang tinggi akan kegagalan anak mereka. Untuk itu, cobalah konsisten dengan setiap langkah yang kamu ambil. Buktikan kepada orang tua bahwa kamu bisa mempertanggungjawabkan setiap tindakan mu. Hal ini sangat penting untuk membentuk kepercayaan orang tua terhadap setiap pilihan mu.
Seperti itulah beberapa tips untuk menghadapi orang tua yang posesif. Namun perlu diketahui bahwa orang tua juga perlu lebih memahami anak dan tidak mementingkan setiap pandangan yang mereka anggap benar saja. Anak yang diasuh dengan pola asuh posesif juga akan mempengaruhi perkembangan anak.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Stop Menjadi Pasangan Posesif! Ini Dia Tips Untuk Tidak Menjadi Pasangan Posesif
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



