Deeptalk.co.id –Pada dasarnya lansia cenderung lebih sensitif baik dari segi fisik maupun mental, jika dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki usia lebih muda. Maka tidak heran jika kita berjumpa dengan lansia dengan berbagai gangguan kesehatan.
Berbeda dengan gangguan fisik yang selalu menjadi perhatian untuk para lansia, gangguan mental justru sering diabaikan. Padahal, kesehatan mental lansia mampu membuat mereka memiliki semangat untuk mendapatkan kesehatan fisik yang baik.
Kadang kala gangguan mental pada lansia justru tidak disadari keberadaannya. Maka dari itu, sebagai orang yang lebih muda secara usia, dan mampu menyerap ilmu lebih banyak, tidak ada salahnya untuk membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan terkait kesehatan mental lansia. Artikel kali ini secara kebetulan akan membahas mengenai gejala dan cara menghadapi lansia dengan gangguan mental.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Gejala Gangguan Mental Pada Lansia

Untuk dapat memastikan apakah seseorang mengalami gangguan mental atau tidak, tentu memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh para ahli. Namun, sebagai pengenalan awal adanya kemungkinan gangguan mental pada lansia, kita bisa melihat beberapa gejala berikut:
Kesulitan merawat diri
Semakin bertambahnya usia, seseorang memang akan mengalami penurunan kemampuan. Termasuk dalam mengerjakan hal-hal sederhana sekalipun. Mungkin kita sering menjumpai orang tua yang kesulitan untuk berjalan, membutuhkan waktu untuk bangkit dari tempat duduk, dan masih banyak lagi.
Namun, jika orang tua tampak tidak memperhatikan kebersihan dan kerapian, khususnya untuk diri sendiri, bisa jadi mereka dalam kondisi mental yang tidak stabil. Hal tersebut akan semakin kuat jika sebelumnya orang tua tersebut justru sangat peduli akan kebersihan dan kerapian.
Menarik diri dari lingkungan sosial
Para lansia umumnya memiliki banyak sekali waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Bahkan tidak sedikit lansia yang ikut serta dalam komunitas-komunitas yang dikhususkan untuk mereka. Namun, jika para lansia menunjukkan ciri-ciri penarikan diri dari lingkungan sosial, maka bisa jadi itu tanda mereka sedang dalam kondisi mental yang tidak stabil.
Perubahan nafsu makan
Lansia membutuhkan asupan gizi yang baik. Hal tersebut akan membantu proses metabolisme tubuh mereka yang sudah tidak kuat lagi. Namun, dalam beberapa kondisi lansia justru mengalami perubahan nafsu makan. Kondisi semacam ini tidak hanya buruk untuk kondisi fisik, namun juga kondisi mentalnya. Gizi buruk pada lansia membuat mereka rentan akan gangguan mental.
Masalah fisik yang tidak bisa dijelaskan
Lansia memang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan fisik. Namun hal tersebut umumnya bisa dijelaskan sebab akibatnya. Tahukah kamu bahwa masalah kesehatan mental bisa memperburuk kesehatan fisik, dan juga sebaliknya. Jika lansia tersebut mengalami masalah fisik namun tidak bisa dijelaskan, bisa jadi pemicunya adalah adanya masalah kesehatan mental.
Baca juga: Tips Terhindar Dari Gangguan Kecemasan Pada Masa Lansia
Cara Menghadapi Lansia dengan Gangguan Mental

Banyak kasus kesehatan mental pada lansia yang justru tidak terdiagnosis. Selain karena kurangnya kepekaan orang terdekat, banyak juga lansia yang tidak terbuka akan kondisi kesehatan mereka. Maka dari itu, penting bagi orang-orang yang lebih muda untuk membangun kedekatan dengan para lansia, dan membantu mereka mendapatkan perawatan yang tepat.
Jika kamu memiliki orang tua atau orang terdekat dengan beberapa gejala gangguan mental, maka kamu bisa melakukan tips berikut:
Bangun komunikasi terbuka
Salah satu cara sederhana untuk lebih dekat dengan para lansia adalah dengan berkomunikasi. Walaupun tidak mudah untuk beberapa orang tua, namun cobalah untuk mulai membangun komunikasi secara terbuka. Coba tanyakan keseharian mereka, hingga apa yang mereka rasakan. Pastikan komunikasi itu dilakukan dengan tulus agar mereka bisa lebih terbuka.
Konsultasikan dengan para ahli
Beberapa lansia mungkin akan menolak untuk melakukan pemeriksaan langsung terkait masalah kesehatan mental mereka. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk kamu yang melakukan konsultasi dengan para ahli. Kamu bisa menceritakan apa yang dialami oleh orang tua atau orang terdekatmu yang kemungkinan mengalami gangguan mental.
Jika memungkinkan, kamu bisa mengajak lansia tersebut untuk secara langsung melakukan pemeriksaan psikologis. Kamu bisa mengunjungi psikolog atau psikiater dan menceritakan dan membujuk lansia tersebut untuk bisa terbuka kepada mereka.
Ciptakan lingkungan yang mendukung
Salah satu faktor penunjang dalam perawatan gangguan mental, khususnya pada lansia, adalah lingkungan yang mendukung. Lingkungan dalam hal ini juga termasuk keluarga dan kerabat terdekat. Membangun kebiasaan hidup sehat bersama keluarga juga akan sangat membantu proses pemulihan.
Itu dia penjelasan singkat mengenai gejala dan tips menghadapi lansia dengan gangguan mental. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Gangguan Kecemasan yang Rawan Dialami Lansia
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



