Semua artikel
Kesehatan Mental

Tips Efektif Agar Terhindar Dari Midlife Crisis

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia6 menit baca

Deeptalk.co.id – Memasuki usia paruh baya perlu ada persiapan dari diri Anda. Mengingat bahwa di usia ini Anda juga bisa rentan mengalami midlife crisis, akan lebih baik jika menjelang usia paruh baya Anda gunakan untuk menyelidiki strategi menghindari krisis paruh baya sebaik mungkin.

Istilah midlife crisis pertama kali diciptakan oleh psikoanalisis Kanada Elliot Jacques yang memperhatikan pola dalam kehidupan “orang-orang hebat” dalam sejarah. Banyak diantara dari mereka kehilangan produktivitas atau bahkan meninggal di usia pertengahan hingga akhir 30-an yang merupakan usia paruh baya. Sedangkan penulis Gail Sheehy pada bukunya Passages: Crises of Adult Life yang Dapat Diprediksi berargumen bahwa sekitar usia 40 tahun, baik pria maupun wanita cenderung mengalami krisis tentang menjadi tua, kehabisan waktu untuk mencapai tujuan hingga mempertanyakan pilihan hidup.

Meskipun demikian, sebagian besar ahli menganggap bahwa midlife crisis yang traumatis adalah hal yang normal, jika tidak dapat dihindari. Namun baru-baru ini banyak yang menemukan juga bahwa midlife crisis bukanlah takdir dan tidak ada hal yang mendasari bahwa kita tidak bisa menghindari ini.

Apakah itu menjadi krisis atau tidak, usia paruh baya memang merupakan masa yang sulit bagi banyak orang. Ada beragam tantangan yang akan didapati, yang diperparah dengan perubahan aneh dan sangat pribadi yang dimulai sekitar usia 40-an. Pada masa ini, keterampilan yang Anda asah di awal masa dewasa mulai berkurang.

Jika Anda tidak fokus pada kemampuan yang tumbuh seiring bertambahnya usia, Anda mungkin menganggap penuaan sebagai kehilangan yang tak tanggung-tanggung, yang akan menjadi sumber penderitaan. Tapi Anda bisa berusaha menghindari nasib itu dengan membuat keputusan bijak tentang bagaimana berpikir untuk menghindari midlife crisis ini.

Fokus Pada Apa yang Diberikan dan Bukan yang Diambil Usia

Untuk menghindari midlife crisis yang tidak menyenangkan ini, keputusan pertama yang bisa Anda ambil ialah untuk fokus pada apa yang telah diberikan di usia Anda, bukan apa yang telah diambilnya. Pun jalan yang Anda ambil sebagian besar terserah Anda. Namun oleh ahli, masa paruh baya menghadirkan persimpangan jalan dengan dua jalur ke depan, yang disebut dengan generativitas dan stagnasi.

Stagnasi yang dapat menyebabkan krisis terjadi ketika Anda mencoba melawan waktu. Apakah Anda berusaha mati-matian untuk tidak terlihat tua atau berjuang melawan perubahan keterampilan dan kekuatan Anda.

Sedangkan generativitas datang dari diri Anda yang menerima usia Anda dan mengenali bakat serta kemampuan baru yang secara alami berkembang setelah usia 40 dan menjadi lebih kuat melalui usia 50-an dan 60-an. Ini termasuk kemampuan yang berkembang untuk melihat pola dengan jelas, seperti mengajar orang lain, dan menjelaskan ide-ide kompleks yang oleh para psikolog disebut sebagai “kecerdasan yang terkristalisasi”.

Baca juga: Oversharing di Media Sosial Beserta Dampaknya Bagi Kesehatan Mental

Fokus Pada Pengurangan, Bukan Penambahan

Di awal kehidupan, kesuksesan biasanya datang dari beragam tambahan. Seperti lebih banyak uang, lebih banyak tanggung jawab, lebih banyak hubungan, dan lebih banyak harta. Sehingga keputusan kedua yang Anda harus pilih untuk menghindari midlife crisis ialah pilih untuk mengurangi dan bukan untuk menambahkan.

Kehidupan untuk menambahkan tersebut pastinya sudah telah Anda lakukan di masa dewasa awal layaknya mengisi sebuah kanvas kosong. Hingga kemudian kanvas tersebut telah penuh di usia paruh baya. Dan jika Anda menambahkan lagi lebih banyak sapuan kuas pada lukisan tersebut, tentu lukisan akan menjadi lebih buruk dan bukan lebih baik.

Ini menjelaskan mengapa penelitian menemukan bahwa kekhawatiran paling umum dilaporkan oleh orang dewasa paruh bawa dengan melibatkan penyelesaian segala sesuatu dalam kehidupan mereka yang sibuk, dengan tingkat kebutuhan energi tinggi, komplikasi pekerjaan hingga kurang tidur.

Kehidupan akan lebih baik dengan pengurangan daripada penambahan, oleh karenanya Anda bisa melakukan strategi “daftar ember terbalik” untuk mencari tahu komitmen, pemicu stres dan sampah lain apapun itu yang harus dihapus dari jadwal dan otak Anda. Proses pemangkasan inilah yang juga menjadi kunci untuk menghindari midlife crisis.

Meluangkan Lebih Banyak Waktu Untuk Menjadi Lebih Baik

Mungkin mencoba mengkikis hal yang sebelumnya sudah dilakukan sejak lama, termasuk sebelumnya menerima banyak tanggung jawab di tempat kerja dan di rumah. Namun dalam banyak kasus, halangan terpenting untuk melepaskan diri adalah keyakinan untuk sukses adalah dengan usaha lebih lagi.

Sehingga alih-alih Anda bekerja untuk mengubah tujuan Anda dengan menjauh dari tugas dan tanggung jawab sukarela, akan lebih baik jika Anda meluangkan lebih banyak waktu untuk berpikir, membaca, mencintai dan berdoa. Ini adalah pekerjaan yang perlu Anda lakukan untuk merekayasa ulang diri Anda memasuki usia paruh baya demi terhindar dari krisis.

Pun faktanya, bagi kebanyakan orang, hidup menjadi lebih baik dimulai pada usia paruh baya. Selama bertahun-tahun, orang cenderung menjadi lebih bahagia, lebih kreatif, kurang neurotik, lebih menyenangkan dan lebih teliti. Juga rata-rata pada sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang menjadi lebih sehat secara psikologis setelah usia 30 tahun dan jauh ke usia tua. Kemungkinan besar, tidak akan ada krisis besar-besaran bahkan jika Anda membiarkan alam mengambil jalannya sendiri.

Lebih Banyak Untuk Mencari Sumber Kebahagiaan

Tidak ada salahnya untuk tetap mencari kegembiraan atau sumber kebahagiaan di usia paruh baya. Bahkan jika orang-orang akan mengatakan bahwa hal ini seperti mencari sedikit kepingan dalam periode kehidupan yang jelas tidak bahagia. Cukup, Anda tidak usah mendengarkan itu.

Anda pasti akan menghadapi tantangan dan kesulitan sama seperti pada titik lain dalam hidup Anda. Tetapi, jika Anda membuat pilihan yang tepat, paruh baya mungkin saja bisa menjadi peluang terbaik dan petualangan terbesar yang Anda alami dalam beberapa dekade.

Fokus Pada Keuntungan, Bukan Kerugian

Penuaan tidak selalu diidamkan oleh banyak orang, mengingat seiring bertambahnya usia, Anda akan kehilangan kekuatan dan kecepatan fisik. Yang pada akhirnya beberapa kecepatan mental dan fleksibilitas juga turut serta menurun.

Wajar saja jika hal-hal tersebut bisa memicu perasaan panik pada banyak orang. Mereka yang merasa putus asa karena ingatan mereka yang memburuk atau bisep yang melemah hanya berfokus pada setengah dari persamaan. Padahal memang mungkin saja beberapa keterampilan menjadi lebih buruk seiring bertambahnya usia, tetapi banyak keterampilan penting lainnya yang menjadi lebih baik.

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa keterampilan penting tertentu dari EQ hingga beberapa jenis kreativitas sebenarnya menjadi lebih baik seiring bertambahnya usia. Selain itu, usia rata-rata di mana pengusaha dengan jalan keluar yang sukses menemukan bisnis mereka benar-benar pada usia setengah baya. Yang justru semua keterampilan dan pengalaman itu diperoleh di masa muda yang membuatnya menjadi pengusaha yang lebih tangguh.

Baca juga: Ketika Takut Dengan Masa Depan, Berikut Penjelasannya

 

Sumber:

Brooks, A. C. (2022, May 26). The Two Choices That Keep a Midlife Crisis at Bay. The Atlantic. https://www.theatlantic.com/family/archive/2022/05/midlife-crisis-choices-opportunities/638427/

Stillman, J. (2022, June 12). 2 Simple Mindset Changes That Can Prevent a Midlife Crisis, According to a Harvard Researcher. Inc.com. https://www.inc.com/jessica-stillman/harvard-midlife-crisis-mindset-change.html

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Tips Efektif Agar Terhindar Dari Midlife Crisis — DeepTalk