Semua artikel
Perilaku

Tips Bangkit Dari Sebuah Kegagalan

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Mengalami kegagalan memang kerap kali membuat kita merasa terpuruk. Terlebih lagi jika kita sudah menggerakkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk bisa mencapainya. Namun sayangnya, kenyataan yang didapatkan tidak sesuai dengan ekspektasi.

Tahukah kamu bahwa terdapat suatu kemampuan yang bisa membantu kita dalam melalui masa-masa sulit, termasuk saat sedang dalam kegagalan. Kemampuan tersebut dikenal dengan istilah resiliensi. Jika didefinisikan, resiliensi adalah sebuah kemampuan untuk bisa beradaptasi, bangkit kembali, atau pulih dari sebuah kegagalan dalam hidup.

Kemampuan resiliensi inilah yang nantinya akan membuat kita tidak berlarut-larut dalam kesedihan akibat sebuah kegagalan. Dengan demikian, kita bisa kembali menjalani hidup, serta mencari peluang-peluang untuk keberhasilan lainnya.

Pada dasarnya setiap individu memiliki kemampuan resiliensi itu sendiri. Namun, tingkatan yang dimiliki akan berbeda di masing-masing orang. Selain itu, kemampuan ini juga bukanlah kemampuan yang bersifat tetap. Artinya, kemampuan resiliensi adalah kemampuan yang bisa dilatih untuk ditingkatkan.

Lantas, bagaimana cara meningkatkan kemampuan resiliensi tersebut? Untuk menjawab pertanyaan itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai cara meningkatkan kemampuan resiliensi untuk bisa bangkit dari sebuah kegagalan. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Kamu bisa berkonsultasi dengan para ahli untuk mendapatkan masukan, serta informasi yang akan disesuaikan dengan kebutuhan dirimu.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2002 oleh Reivich dan Shatte menemukan bahwa, kemampuan resiliensi bisa dilatih dengan menerapkan beberapa kebiasaan berikut:

Mengubah Persepsi Mengenai Sebuah Kegagalan

Kebiasaan pertama yang bisa kita terapkan demi peningkatan resiliensi adalah mengubah persepsi mengenai sebuah kegagalan. Satu hal yang membuat individu berlarut-larut dalam kegagalannya adalah persepsi mengenai kegagalan. Dimana, beberapa orang menganggap bahwa kegagalan adalah akhir dari segalanya, atau kegagalan merupakan hal yang menetap dan tidak bisa dibenahi kembali. Untuk itu, kamu harus merubah persepsi negatif mengenai kegagalan tersebut.

Anggaplah kegagalan adalah sebuah permulaan. Lagi pula, kamu bisa belajar banyak dari sebuah kegagalan. Kamu jadi tahu apa yang tidak boleh dilakukan agar tidak mencapai kegagalan yang sama. Kegagalan juga bisa membantu kamu untuk lebih termotivasi. Anggaplah kegagalan sebagai sebuah cambukan untuk kamu menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Maka dapat disimpulkan bahwa mengubah persepsi negatif ke arah positif mengenai kegagalan bisa membantu kamu untuk meningkatkan kemampuan resiliensi. Dengan begitu, kamu bisa kembali bangkit, terlepas dari seberapa besar kegagalan yang kamu hadapi.

Membangun Rasa Percaya Diri

Kebiasaan kedua yang bisa kita terapkan demi peningkatan resiliensi adalah membangun rasa percaya diri. Tanpa kita sadari, rasa percaya diri sangat berkontribusi dalam proses bangkit dari sebuah kegagalan. Jika kamu yakin dengan kemampuan yang kamu miliki, maka kamu tidak akan takut dengan kegagalan. Artinya, kamu masih bisa bangkit dengan kemampuan tersebut.

Membangun rasa percaya diri memang bukan hal yang mudah. Namun bukan berarti tidak bisa kamu coba. Kamu bisa pelan-pelan mengenali kemampuan yang kamu miliki. Setelah itu, kamu bisa mengembangkannya sesuai dengan passion yang kamu miliki. Semakin ahli kamu dalam sebuah kemampuan, maka rasa percaya dirimu juga akan semakin meningkat.

Baca juga : Mengenal Kemampuan yang Dibutuhkan Untuk Membentuk Resiliensi

Belajar Teknik Relaksasi

Kebiasaan ketiga yang bisa kita terapkan demi peningkatan resiliensi adalah dengan mempelajari teknik relaksasi. Pasalnya, untuk tetap waras saat menghadapi sebuah kegagalan, dibutuhkan ketenangan batin di dalamnya. Salah satu cara mendapatkan ketenangan batin adalah dengan melakukan teknik relaksasi.

Banyak sekali teknik relaksasi yang bisa kamu pelajari di luar sana. Namun salah satu teknik yang paling mudah dan bisa diterapkan di mana saja adalah dengan mengatur pernapasan. Untuk melakukannya kamu bisa mulai dengan mencari posisi nyaman, lalu tarik napas secara perlahan melalui hidung, lalu tahan beberapa detik, dan hembuskan perlahan melalui mulut. Lakukan step by step sampai kamu merasa tenang.

Kontrol Respon Diri

Kebiasaan keempat yang bisa kita terapkan demi peningkatan resiliensi adalah dengan mengontrol respon diri. Kita tidak pernah tahu kapan dan dimana kita akan berhadapan dengan situasi sulit. Walaupun umumnya respon terhadap setiap situasi akan berbeda-beda, namun pastikan kamu tidak keluar batas. Artinya, kamu masih bisa mengontrol diri agar tidak berlebihan dalam merespon segala situasi.

Bersikap Fleksibel

Kebiasaan kelima yang bisa kita terapkan demi peningkatan resiliensi adalah dengan bersikap lebih fleksibel. Mungkin kebiasaan yang satu ini terlihat cukup mudah untuk diterapkan. Namun, bagi mereka yang cenderung kaku, hal ini tidak akan mudah.

Menjadi fleksibel bukan berarti kamu menghalalkan segala cara. Melainkan, kamu bisa menerima segala jenis perubahan atau ketidaksesuaian dalam hidup. Misalnya saat kamu berencana untuk keluar di malam hari, namun pada malam hari ternyata hujan deras. Maka kamu bisa menerima untuk tetap di rumah saja.

Itu dia beberapa tips yang bisa kamu biasakan untuk bisa membangun resiliensi yang baik. Dengan demikian, kegagalan sesulit apapun akan bisa kamu lalui dengan baik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Resiliensi : Upaya Untuk Pulih Dari Situasi yang Tidak Menyenangkan

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Tips Bangkit Dari Sebuah Kegagalan — DeepTalk