Deeptalk.co.id – Sindrom sarang kosong memang merupakan istilah yang masih cukup asing di telinga kita. Namun, pada kenyataannya kondisi ini tanpa disadari cukup sering dialami, khususnya pada orang tua menjelang masa pensiun.
Sindrom sarang kosong adalah kondisi dimana orang tua merasakan kekosongan, kehampaan, serta rasa sedih saat anak-anak mereka sudah mulai sibuk dengan dunianya. Bisa saja sibuk dengan pendidiknya, pekerjaannya, bahkan dengan keluarga yang baru dibangun.
Orang tua memang akan merasa senang saat anaknya sudah mulai beradaptasi dengan dunia barunya. Kondisi tersebut juga menandakan bahwa anak sudah bisa mandiri tanpa membebani orang tua lagi. Namun disisi lain, orang tua yang sudah terbiasa disibukkan dengan mengurus anak, justru merasa kesepian jika kegiatan itu tidak ada lagi. Hal inilah yang akhirnya membuat banyak orang tua merasa kesepian seiring dengan sibuknya sang anak.
Sindrom sarang kosong ini memang bisa dirasakan baik oleh laki-laki maupun perempuan. Namun pada kenyataannya, kondisi ini lebih sering dialami oleh perempuan. Pasalnya, kebanyakan perempuanlah yang lebih dekat dengan anak, dan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah. Kondisi sindrom sarang kosong juga akan menjadi lebih parah jika sibuknya sang anak bersamaan dengan masa pensiun, dan meninggalnya pasangan.
Rasa sedih saat ditinggal oleh anak akibat kesibukannya memang merupakan kondisi yang wajar. Namun kondisi tersebut bisa jadi tidak wajar jika, rasa sedih tidak terkontrol, dan berlangsung tidak lebih dari 1 tahun. Saat rasa sedih tidak bisa di kontrol dan berlangsung menjelang tahun kedua, maka bisa jadi orang tua sudah memasuki kondisi sindrom sarang kosong.
Lantas bagaimana caranya agar orang tua bisa terhindar dari kondisi sindrom sarang kosong? Artikel kali ini akan secara khusus memberikan beberapa tips agar terhindar dari sindrom sarang kosong. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan utama. Jika kamu atau orang tuamu memiliki gejala sindrom sarang kosong, maka kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut beberapa tips yang bisa dicoba agar terhindar dari sindrom sarang kosong:
Komunikasikan Rasa Sedih yang Dialami

Kebanyakan orang tua akan menyimpan rasa sedihnya untuk dirinya sendiri. Hal ini dilakukan agar anak tidak dibebani dengan perasaan mereka. Padahal, memendam perasaan justru akan membuat rasa sedih itu menjadi lebih besar.
Tidak ada salahnya untuk menyampaikan rindu dan sedih yang dirasakan kepada anak. Justru dengan begitu anak akan lebih memahami apa yang dirasakan oleh orang tuanya. Selain itu, percayalah, anak justru akan semakin merasa diperhatikan dengan rasa rindu dari orang tuanya.
Orang tua juga bisa menceritakan perasaannya kepada orang-orang terdekatnya. Misalnya kepada pasangan, teman, atau saudaranya. Walaupun mereka tidak bisa banyak membantu, namun setidaknya rasa sedih itu akan terasa lebih enteng jika sudah dikomunikasikan.
Namun jika rasa sedih sudah terlalu mendalam, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan psikiater. Untuk beberapa kasus kondisi semacam itu harus dibantu dengan obat-obatan seperti antidepresan. Tapi mengkonsumsi obat-obatan semacam itu harus sesuai dengan resep dari dokter atau psikiater.
Baca juga : Sindrom Sarang Kosong : Perasaan Kosong yang Rentan Dialami Orang Tua
Melakukan Hobi yang Lama Tak Tersentuh

Setiap orang tentu memiliki hobi yang disaat mereka mengerjakannya, maka akan ada rasa bahagia di dalamnya. Sayangnya saat dewasa beberapa orang meninggalkan hobinya untuk fokus dengan masa depannya, termasuk mengurus anak.
Maka dari itu, saat anak-anak sudah tumbuh dewasa dan kamu memasuki masa pensiun, mungkin itu waktu yang tepat untuk kembali melakukan hobi yang lama tak tersentuh. Mengerjakan hobi bisa membantu kamu mengalihkan pikiran-pikiran mengenai kesedihan ditinggal anak, menjadi hal-hal yang lebih positif.
Jika kamu lupa atau bingung dengan hobi lama mu, maka tidak ada salahnya mencoba hobi baru. Kamu bisa mulai untuk melukis, bermain alat musik, merajut, membuat kerajinan tangan, dan masih banyak lagi.
Membuat Rencana Liburan Keluarga

Tidak bisa dipungkiri bahwa obat paling ampuh untuk menyembuhkan rasa rindu adalah pertemuan. Sayangnya pertemuan tidak bisa sesering saat anak masih kecil. Untuk itu, ciptakan pertemuan yang singkat, namun bisa terkenang dengan membuat rencana liburan keluarga.
Mengumpulkan anak-anak memang bukan hal yang mudah. Terlebih lagi jika mereka perlu untuk saling menyesuaikan waktu. Namun dalam hal inilah anak bisa berkontribusi dalam menghindari orang tuanya dari sindrom sarang kosong. Dengan liburan bersama keluarga, orang tua dan anak bisa saling berbagi cerita satu sama lain. Kebersamaan dalam keluarga juga akan semakin terasa hangat.
Itu dia beberapa tips yang bisa dilakukan akan orang tua bisa terhindar dari kondisi sindrom sarang kosong. Semoga tips-tips tersebut bisa dipraktekan, dan artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Terapi Perilaku Dialektis : Penanganan Masalah Kesehatan Mental Dengan Fokus Pada Emosi
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



