Semua artikel
Gangguan Suasana Hati

Tidur Berlebihan? Waspada Gejala Depresi

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Setiap orang membutuhkan waktu tidur yang cukup agar memiliki tenaga untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Umumnya orang dewasa membutuhkan waktu tidur 9 jam per harinya. Orang yang memiliki waktu tidur yang kurang sering kali dikaitkan dengan kesulitan untuk berkonsentrasi.

Beberapa kondisi memang mengakibatkan seseorang tidur dalam jangka waktu yang lebih lama. Sebagai contoh tidur setelah melakukan aktivitas yang berat. Hal ini merupakan tindakan yang wajar mengingat tubuh membutuhkan waktu istirahat yang lebih lama.

Namun jika tidur berlebihan sudah berlangsung cukup sering, bisa jadi itu gejala kondisi fisik atau mental yang sedang tidak stabil. Tidur berlebihan ini sering dikenal dengan istilah hipersomnia. Kondisi hipersomnia ini merupakan salah satu gejala dari depresi atipikal atau atypical depression. Karena itulah tidur berlebihan cukup sering dikaitkan dengan keadaan depresi.

Seorang Psikolog bernama Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog menyatakan bahwa tidur berlebihan bagi penderita depresi merupakan bentuk dari pelarian dari masalah yang sedang mereka hadapi. Selain itu, saat mengalami depresi seseorang akan menguras tenaga yang lebih banyak untuk berpikir. Walaupun tidak melakukan aktivitas fisik yang berlebihan, namun depresi membuat penderita depresi mengalami kelelahan secara mental.

Efek Negatif Tidur Berlebihan Bagi Penderita Depresi

Sayangnya walaupun tidur berlebihan menjadi upaya untuk pulih dari kelelahan mental, tindakan ini justru tidak menyelesaikan masalah dan justru membawa dampak negatif bagi penderita depresi. Berikut beberapa efek negatif dari tidur berlebihan bagi penderita depresi:

Menciptakan siklus tidur yang berantakan

Setiap orang membutuhkan waktu tidur yang cukup, tidak lebih dan juga tidak kurang. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, serta tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Tidur berlebihan akan menciptakan siklus tidur yang berantakan. Pada dasarnya, siklus tidur yang baik adalah momen dimana kamu memiliki waktu bangun dan waktu tidur yang sama setiap harinya. Sayangnya hal ini akan terganggu akibat tidur berlebihan.

Selain bisa mendapatkan kualitas tidur yang baik, siklus tidur yang menetap juga akan memudahkan kamu untuk mengatur jadwal harian mu. Dengan demikian, siklus tidur yang berantakan ini cukup mengganggu aktivitas.

Selain itu, siklus tidur yang berantakan ini memungkinkan kamu tidak mendapatkan waktu tidur yang seharusnya. Dengan demikian, kamu akan bangun dengan rasa lelah dan lesu yang berlebih. Tentu hal ini bertolak belakang dengan fungsi tidur yang sesungguhnya.

Mengganggu suasana hati

Apakah kamu pernah bangun siang dan berdampak pada mood yang berantakan seharian? Ini adalah bukti nyata bahwa tidur berlebihan dapat mengganggu suasana hati penderitanya. Rasanya saat bangun lebih siang, kita seakan telah menyia-nyiakan banyak waktu yang seharusnya bisa kita manfaatkan dengan lebih produktif.

Hal tersebut akhirnya berdampak kepada rasa bersalah dan memperburuk suasana hati pada hari itu. Suasana hati yang buruk ini dapat memperburuk kondisi depresi seseorang. Dengan demikian, kondisi ini cukup mengganggu kondisi seseorang yang pengidap depresi.

Baca juga : Perusahaan Wajib Tahu Cara Mengatasi Burnout Karyawan

Tips Mengatasi Kebiasaan Tidur Berlebihan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa kondisi hipersomnia akan memperburuk kondisi depresi seseorang. Dengan demikian, tidur berlebihan ini perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tentunya cara termudah untuk mengatasi hal ini adalah dengan berkonsultasi bersama Psikolog atau Psikiater yang membantumu mengatasi kondisi depresi. Dengan demikian, kamu akan mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan apa yang tubuhmu butuhkan.

Namun jika kamu masih ragu untuk berkonsultasi dengan Psikolog ataupun Psikiater, kamu bisa mencoba beberapa tips berikut untuk mengurangi kebiasaan tidur berlebihan yang kamu miliki:

Membuat jadwal tidur

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, siklus tidur yang baik adalah momen dimana kamu bangun dan tidur di waktu yang sama setiap harinya. Kamu bisa mulai dengan membuat jadwal tidur mu sendiri. Misalnya tidur setiap jam 9 malam dan bangun setiap jam 5 pagi. Dengan adanya jawal yang teratur ini, kamu bisa memastikan bahwa kamu memiliki waktu tidur yang cukup setiap harinya.

Membuat rutinitas sebelum tidur

Ciptakan rutinitas sebelum tidur versi mu sendiri. Rutinitas ini bisa kamu mulai setidaknya 90 menit sebelum waktu tidur. Kamu mungkin bisa mulai dengan mencuci muka, menggosok gigi, dan mematikan lampu. Dengan demikian, saat kamu sudah terbiasa melakukan tindakan tersebut maka tubuhmu akan membaca isyarat tersebut sebagai waktu untuk tidur.

Bangun pagi walau di hari libur

Beberapa orang memilih untuk bangun siang di hari libur karena merasa tidak memiliki aktivitas di pagi hari. Sayangnya tindakan ini akan memperburuk waktu tidur. Pola tidur yang telah kamu ciptakan harusnya terus dibiasakan walaupun itu adalah hari libur.

Mengatur pencahayaan

Pastikan tubuhmu terpapar cahaya di pagi hari. Tindakan ini akan membantu meningkatkan hormon melatonin yang membuat seseorang kehilangan rasa kantuk. Kebalikannya, saat waktu tidur cobalah tidur dengan cahaya yang redup untuk menurunkan hormon melatonin dan membuatmu mudah terlelap.

Terlepas dari semua tips di atas, berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater merupakan tindakan yang lebih baik. Seperti itulah penjelasan mengenai hubungan depresi dengan tidur berlebihan, serta tips untuk mengurangi kebiasaan tidur berlebihan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Ini Dia Penyebab dan Ciri-Ciri Depresi Kembali Kambuh

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait