Semua artikel
Kepribadian

The Big Five Personality Of Ekstraversi VS Introvert, Apakah Itu?

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Mungkin secara umum Anda mengenal tipe kepribadian introvert dan ekstrovert sebagai dua tipe yang berlawanan satu sama lain. Diaman introvert yang dikenal pemalu dan menyendiri, atau ekstrovert adalah orang yang suka bersosialisasi. Ini adalah pendefinisian tipe kepribadian menurut Carl Jung, dimana ada juga teori lain yang berbeda pandangan dalam memaknai introversi-ekstraversi, salah satunya pada teori Big Five Personality.

Bagi Carl Jung, pembagian tipe kepribadian introvert-ekstrovert ini didasarkan pada keterlibatan seseorang dalam minatnya. Ada yang mengarahkan minatnya lebih ke dalam (introvert) atau ada yang lebih cenderung melibatkan orientasinya ke luar (ekstrovert). Orang-orang Introvert dalam pandangan Jung mempunyai ciri khas introspektif, yakni selaras dengan dunia batin mereka. Sedangkan orang-orang Ekstrovert dapat dilihat sebagai orang yang ekstrospektif atau tertarik pada hal-hal eksternal.

Beberapa saat kemudian dalam pengembangan teoretisnya, Jung menyimpulkan bahwa semua Introvert tidak memiliki kebiasaan yang sama. Dia kemudian mengusulkan empat tipe Introvert—masing-masing menggunakan fungsi berbeda (Ti, Fi, Si, Ni)—bersama dengan empat tipe Ekstrover (Te, Fe, Se, Ne). Teori Jung tentang delapan fungsi tetap menjadi sumber daya tarik bagi para peminat kepribadian hingga saat ini.

Namun, jika beralih ke teori Big Five Personality, Anda akan menemukan pandangan yang agak berbeda tentang introversi dan ekstraversi ini. Pada Big Five Personality, orang-orang ekstravert digambarkan dengan kepribadiannya yang lebih hangat, mudah bergaul, dan tegas. Sedangkan tidak ada istilah introvert dalam Big Five Personality, melainkan orang dengan ekstraversi rendah, yang mana adalah orang-orang yang menarik diri dan pendiam dari pergaulan.

Ekstraversi-Introversi yang Tidak Selalu Berlawanan

Ketika membicarakan sifat ekstraversi pada Big Five Personality, ada sebuah dimensi yang membentang dari ekstraversi yang sangat rendah di satu sisi hingga ekstraversi yang sangat tinggi di sisi lain. Dalam bahasa sehari-hari, Anda mungkin sering menggunakan label introvert untuk menggambarkan orang yang memiliki ekstraversi rendah. Padahal umumnya para peneliti kepribadian lebih berbicara tentang ekstraversi rendah versus tinggi, bukan tentang introvert atau ekstrovert.

Sebagian besar karakteristik kepribadian merupakan sifat yang berkelanjutan daripada tipe kategoris, dan hal ini berlaku untuk ekstraversi. Selain itu, kebanyakan orang biasanya tidak membedakan introvert dengan ekstravert untuk menghindari kesan bahwa introversi adalah kebalikan dari ekstraversi, padahal tidak. Introvert berada di bagian bawah dari distribusi normal skor ekstraversi.

Sehingga misalnya, introvert mungkin kurang menyukai interaksi sosial dibandingkan dengan ekstraversi, namun ekstrovert juga tidak selalu suka berinteraksi dengan orang lain. Begitu juga dengan introvert yang mungkin kurang asertif dibandingkan ekstravert, tapi mereka belum tentu tidak asertif atau penurut.

Oleh karenanya, untuk menghindari kesan bahwa introvert dan ekstraversi itu berlawanan, para ahli biasanya berbicara tentang orang-orang yang memiliki tingkat ekstraversi rendah versus yang tinggi.

Dalam hal ini, ekstraversi memiliki sejumlah fitur yang saling terkait, tetapi karakteristik utamanya adalah kemampuan bersosialisasi. Semakin tinggi skor orang dalam ekstraversi, semakin mereka menikmati berinteraksi dengan orang lain.

Ketika mereka berada dalam situasi sosial, mereka lebih banyak bicara dibandingkan dengan mereka yang memiliki ekstraversi rendah. Orang dengan ekstraversi tinggi sangat termotivasi untuk berinteraksi dengan orang lain, sehingga ketika mereka sendirian dalam waktu yang lama, mereka terkadang mencari seseorang untuk diajak bicara.

Dibandingkan dengan orang yang memiliki ekstraversi rendah, orang yang memiliki ekstraversi tinggi lebih suka bergaul, lebih menikmati pertemuan sosial-termasuk pesta besar-dan mereka lebih sering mencari kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain. Namun, meskipun keramahan adalah ciri utama dari ekstraversi, orang-orang yang memiliki ekstraversi rendah dan tinggi juga berbeda dalam hal lain.

Baca juga: Berikut Cara Untuk Mempelajari Self-Knowledge

Karakteristik Orang Ekstraversi dalam Big Five Personality

Orang yang memiliki ekstraversi tinggi cenderung lebih tegas dan dominan daripada orang yang memiliki ekstraversi rendah. Mereka juga lebih energik dan aktif, dan mereka lebih suka menjadi lebih sibuk daripada orang yang memiliki ekstraversi lebih rendah.

Ekstravert tinggi juga cenderung lebih optimis dan ceria dibandingkan orang dengan ekstraversi rendah, namun para peneliti tidak sepenuhnya memahami mengapa orang dengan ekstraversi tinggi cenderung mengalami lebih banyak emosi positif. Mungkin secara fisiologis, orang ekstravert yang tinggi lebih sensitif terhadap penghargaan daripada orang yang memiliki ekstraversi yang lebih rendah.

Tampaknya, orang ekstravert lebih berorientasi pada pengalaman yang bermanfaat dan memiliki ambang batas yang lebih rendah untuk merasakan kesenangan. Karena mereka lebih fokus pada penghargaan, orang dengan ekstraversi tinggi mungkin cenderung berperilaku dengan cara yang mempromosikan kebahagiaan mereka sendiri daripada orang dengan ekstraversi rendah.

Baca juga: Kiat-Kiat Untuk Mengobati Psikosomatis

 

Sumber:

Courses, T. G. (2018, April 9). Extraverts vs. Introverts: The Big Five Personality Types Explained. Wondrium Daily. https://www.wondriumdaily.com/extroverts-vs-introverts-the-big-five-personality-types-explained/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

The Big Five Personality Of Ekstraversi VS Introvert, Apakah Itu? — DeepTalk