Deeptalk.co.id – Saat seseorang memiliki idola, mereka bisa jadi memiliki motivasi untuk menjadi lebih baik. Kondisi ini memang sangat menguntungkan. Terlebih lagi banyak kasus dimana seseorang mempelajari sesuatu dan akhirnya menjadi seorang ahli dibidang tertentu karena termotivasi oleh idola. Sebagai contoh seorang penggemar KPOP yang belajar bahasa Korea karena termotivasi oleh tokoh idola yang berasal dari Korea tersebut. Hal semacam ini memang dapat dikategorikan sebagai sesuatu yang positif.
Namun tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang berlebihan akan membawa dampak negatif untuk diri sendiri. Begitu juga berlebihan dalam mencintai seorang idola. Rasa cinta yang begitu besar kepada idola ini dapat berkembang menjadi sebuah obsesi. Dimana obsesi yang dibiarkan begitu saja dapat berdampak negatif untuk kesehatan orang tersebut. Untuk itulah mengapa kita selalu disarankan agar mencintai secukupnya saja.
Artikel kali ini akan membahas beberapa gangguan kesehatan mental yang dapat dialami oleh orang-orang yang terlalu mencintai idolanya. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu merasa memiliki ciri-ciri yang sama dengan beberapa kondisi mental dalam artikel ini, maka sebaiknya lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut beberapa gangguan kesehatan mental yang dapat dialami oleh orang-orang yang terlalu mencintai idolanya:
Celebrity Worship Syndrome

Mengagumi seorang idola pada dasarnya memang sesuatu yang sangat wajar. Bagaimana tidak, mereka akan terlihat menarik dengan berbagai macam bakat yang mereka tunjukkan. Namun, jangan sampai rasa kagum mu kepada seorang idola justru membuat mu lebih terobsesi kepada mereka.
Celebrity worship syndrome merupakan kondisi dimana seorang penggemar fanatik merasa memiliki ikatan kuat dengan idolanya. Bahkan dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Syiah Kuala ditemukan bahwa penderita celebrity worship syndrome memiliki ikatan yang cukup erat dengan hubungan parasosial. Hubungan parasosial sendiri merupakan hubungan imajinafit seorang penggemar yang merasa memiliki ikatan emosional dengan idolanya.
Kondisi celebrity worship syndrome ini akan memungkinkan seorang penggemar untuk membela atau menolong idolanya yang sedang dalam kesusahan. Bagi mereka, kesusahan yang dialami oleh idolanya merupakan hal yang bisa membuatnya turut merasakan kesedihan.
Setelah mengetahui kondisi celebrity worship syndrome ini, kamu tentu merasa kondisi tersebut sangat sering kita jumpai di berbagai platform sosial media. Dimana kita cukup sering menemukan seorang penggemar yang membela idolanya dengan melakukan berbagai aksi seperti menyebarkan petisi, bahkan tidak ragu untuk memberikan komentar kasar di sosial media demi untuk membela idolanya.
Baca juga : Waspada Koplikasi Pada Kondisi Gender Dysphoria!
Erotomania
Terlalu mencintai seorang idola terkadang membuat seorang penggemar merasa bahwa idolanya memiliki rasa cinta yang sama besarnya kepada dirinya. Kondisi semacam ini dikenal dengan istilah erotomania. Kondisi erotomania ini pada dasarnya menyerang seseorang dengan status sosial yang cukup jauh sehingga rasanya hampir tidak mungkin untuk bersatu.
Tentu saja kondisi erotomania berbeda dengan orang-orang yang hanya sekedar bercanda mengenai idola yang juga menyukainya. Seseorang dengan erotomania benar-benar merasa memiliki ikatan romantisme dengan idolanya, terlepas dari idolanya menyadari keberadaannya atau tidak.
Kondisi erotomania ini juga memiliki kaitan yang erat dengan delusi. Dimana keduanya sama-sama tidak bisa membedakan mana kenyataan dan mana yang tidak nyata. Karena itulah penderita erotomania percaya dengan pasti bahwa idolanya juga mencintai dirinya.
Compulsive Buying Disorder (CBD)

Seperti yang diketahui bahwa seorang idola seringkali menjual beberapa merchandise, album, ataupun aksesori lain yang berkaitan dengan mereka. Sebagai seorang penggemar rasanya kurang pas jika tidak memiliki beberapa dari aksesoris yang berkaitan dengan idolanya. Kondisi yang satu ini sering kali mengundang kondisi compulsive buying disorder. Compulsive buying disorder adalah kondisi dimana seseorang tidak bisa mengontrol keinginannya untuk berbelanja.
Werther Effect
Seorang penggemar selalu merasa memiliki ikatan emosional dengan idolanya. Hal inilah yang akhirnya mendorong mereka untuk melakukan hal-hal yang pada dasarnya tidak perlu dilakukan. Kamu mungkin pernah mendengar mengenai kasus bunuh diri akibat meniru seorang idola. Kondisi semacam itu dikenal dengan werther effect.
Werther effect merupakan salah satu kondisi gangguan mental yang sangat berbahaya bagi para penggemar-penggemar fanatik. Pada kondisi ini, seorang penggemar merasakan keputusasaan akibat kehilangan orang yang benar-benar dikaguminya. Hal tersebut membuat mereka merasa depresi dan akhirnya memilih untuk ikut bunuh diri seperti yang dilakukan oleh idolanya.
Kasus bunuh diri yang dilakukan oleh seorang idola juga secara tidak langsung menunjukkan kepada para penggemar bahwa opsi bunuh diri merupakan opsi yang bisa diambil. Rasa cinta yang berlebih terhadap seorang idola juga dapat membuat seorang penggemar menormalisasi tindakan yang diambil oleh idolanya. Dalam hal ini adalah bunuh diri.
Itu dia beberapa kondisi gangguan mental yang dapat dialami oleh penggemar yang terlalu mencintai idolanya. Untuk itu penting bagi kita mencintai dan mengagumi seseorang dengan secukupnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Apa Itu Gender Dysphoria?
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



