Deeptalk.co.id – Self-awareness atau kesadaran diri didefinisikan sebagai pengetahuan secara sadar akan karakter, perasaan, motif serta keinginan diri sendiri. Kesadaran diri memuat kemampuan untuk fokus pada diri sendiri dan bagaimana tindakan, pikiran atau emosi Anda sesuatu atau tidak dengan standar internal Anda.
Seseorang yang memiliki self-awareness tinggi dapat mengevaluasi dirinya sendiri secara objektif, mengelola emosi dan menyelaraskan perilaku dengan nilai-nilai yang dimiliki, serta dapat memahami dengan benar bagaimana orang lain memandang dirinya. Sederhananya, mereka yang memiliki kesadaran diri yang tinggi dapat menginterpretasikan tindakan, perasaan, dan pikiran mereka secara objektif.
Hal-hal tersebut tentu merupakan keterampilan yang langka. Ini dikarenakan banyak yang malah terjerumus ke dalam interpretasi yan digerakkan oleh emosi atas keadaan dirinya. Sehingga, mengembangkan kesadaran diri itu penting karena memungkinkan Anda untuk menilai pertumbuhan dan efektivitas mereka serta mengubah arah bila perlu.
Berikut adalah beberapa hal yang menjadi tanda bahwa Anda memiliki self-awareness yang tinggi, diantaranya yakni:
1. Banyak Menghabiskan Waktu Untuk Memikirkan Proses Berpikir

Mereka yang meluangkan waktunya untuk mengenal proses berpikir dan pola pikirnya, atau bagaimana dan mereka bisa memiliki pola pikir demikian, dinilai dapat lebih mampu beradaptasi dengan situasi baru. Hal tersebut menandakan mereka sedang menerapkan self-awareness serta meningkatkannya secara keseluruhan. Selain itu, tanda self-awareness ini juga sebagai cara untuk ‘bercermin’ mengenai apa yang ada dalam diri mereka.
Dengan menyisihkan waktu untuk merenung akan membuat Anda terpisah dari persepsi Anda sendiri akan suatu situasi, yang kemudian menjadikan pengamat yang objektif. Dengan kata lain, merenung memberi Anda kesempatan untuk melihat kembali sebuah situasi, bukan dari sudut pandang orang pertama yang mengalaminya, namun dari sudut pandang orang ketiga yang lebih objektif.
Refleksi ini juga memberikan kesempatan kepada otak untuk “berhenti sejenak di tengah-tengah kekacauan”, dan mengurai serta memilah-milah pengamatan dan pengalaman. Berhenti sejenak untuk merenung memberi Anda waktu untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan interpretasi, dan menciptakan pengalaman belajar untuk pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.
Baca juga: Mengulik Lebih Dalam Mengenai Pengertian Kecerdasan yang Dimiliki Manusia
2. Mampu Mengakui Kesalahan dan Menjadikannya Pelajaran
Siapapun pasti pernah melakukan kesalahan dan kegagalan dalam hidupnya. Pun mereka yang memiliki self-awareness yang tinggi akan mengakui kesalahan dan meminta maaf jika perlu, serta akan belajar dari kesalahan dan tetap melanjutkan hidup.
Alih-alih menyembunyikan kesalahan karena takut, mereka yang memiliki kesadaran diri akan menerimanya, mengakuinya, dan mencoba belajar dari kesalahan tersebut agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dua kali. Bahkan banyak tokoh terkenal dan sukses yang mengatakan bahwa Anda akan belajar lebih banyak dari kegagalan dibandingkan kesuksesan.
Anda bisa saja sukses secara tidak sengaja, dan tidak belajar mengapa Anda bisa sukses. Tetapi dengan gagal dan belajar, Anda sekarang mendapatkan pelajaran yang berharga. Namun jika Anda melakukan kesalahan dan menyembunyikannya, tidak mengakuinya, atau tidak belajar darinya, maka Anda telah merampas kesempatan untuk mencapai tingkat yang lebih dalam tentang kebenaran dan kesadaran diri.
3. Melihat Sesuatu Dari Perspektif Lain dan Bersikap Terbuka Dengan Pendapat Lain
Keterampilan memperluas perspektif Anda akan memberi Anda wawasan yang berharga, dan memberi Anda kemampuan dan keuntungan yang lebih baik dalam memahami apa yang benar. Jika Anda hanya melihat suatu masalah dari satu sudut pandang saja, maka Anda akan memiliki pemahaman yang kurang akurat mengenai masalah yang Anda hadapi. Sebaliknya, melihat segala hal dari beragam perspektif atau sudut pandang, akan memberikan Anda banyak wawasan atau informasi yang dapat memudahkan Anda dalam menghadapi suatu masalah.
Hal yang sama juga berlaku untuk diri Anda sendiri dan seluruh dunia di sekitar Anda. Jika kesadaran diri Anda hanya didasarkan pada sudut pandang Anda, maka Anda mungkin kurang sadar diri dari yang seharusnya. Seseorang dengan self-awareness yang tinggi memiliki tanda mementingkan untuk memahami bahwa pendapat atau perspektif Anda bisa saja salah.
Dengan demikian, ini merujuk pada tanda self-awareness lainnya dimana Anda secara sadar akan mencari umpan balik dari orang lain. Alih-alih hanya ‘menugaskan umpan balik kritis’ dengan baik saat diberikan kepada Anda, Anda secara aktif mencari dan meminta umpan balik kritis. Hal ini sangat penting untuk membantu Anda mengembangkan tingkat pemahaman yang lebih tinggi untuk diri Anda sendiri.
4. Bisa Memahami dan Mengelola Emosi dan Perasaan Diri

Tanda jika Anda telah menerapkan self-awareness dengan baik yakni terlihat dari bagaimana Anda mengelola emosi Anda. Termasuk saat menenangkan diri Anda dalam menghadapi kemarahan, yang berarti Anda belajar bagaimana cara untuk tidak mengarahkan kemarahan Anda ke dalam diri Anda dan menghindari reaksi yang berlebihan ke luar.
Sebagai contoh, ketika Anda marah, Anda bisa mencoba untuk menarik napas dalam-dalam untuk menurunkan detak jantung, tekanan darah, dan menenangkan pikiran sebelum bereaksi. Dengan mempelajari cara “mengendalikan kemarahan” alih-alih membiarkan “kemarahan mengendalikan Anda”, Anda akan membuka jalan untuk pikiran dan reaksi yang lebih berkepala dingin.
Selain itu, tanda self-awareness dengan memahami dan mengelola emosi diperlihatkan dengan Anda yang tidak mati rasa terhadap emosi Anda atau Anda justru mencoba melarikan diri dari emosi dan perasaan yang tidak nyaman sekalipun.
Menghadapi emosi negatif itu sulit, itulah sebabnya mengapa ada banyak industri multi-miliar yang dibangun untuk melarikan diri dan mematikan emosi. Misalnya, minum-minum, berjudi, belanja online, scrolling di media sosial, dan merokok. Semua perilaku ini normal dalam jumlah sedang atau dengan maksud untuk bersenang-senang, tetapi jika dilakukan secara berlebihan dan dengan maksud untuk mematikan emosi, kegiatan yang sama ini memiliki arti yang sama sekali berbeda.
Anda mungkin sering kali tidak sadar kembali ke ‘mode default’ semacam “pelarian” ketika menghadapi emosi negatif. Oleh karenanya, dengan menyadari alasan di balik mengapa Anda mungkin mengambil bagian dalam beberapa perilaku ini, Anda mungkin mendapati diri Anda ‘lebih memegang kendali’ atas hidup Anda daripada yang Anda sadari.
Baca juga: Mari Mengetahui Kepribadian Diri Dengan Jenis-Jenis Tes Kepribadian Berikut Ini
Sumber:
What Is Self-Awareness, and Why Is It Important? (2023). https://www.betterup.com/blog/what-is-self-awareness
Vibe, C. (2022, March 3). 21 Signs That You’re Becoming More Self-Aware (Habits of Highly Self-Aware People) – the Conscious Vibe. The Conscious Vibe. https://theconsciousvibe.com/21-signs-that-youre-becoming-more-self-aware-habits-of-highly-self-aware-people/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



