Semua artikel
Emosi

Strategi Melepaskan Diri dari Pola Kodependensi

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Kodependensi ialah ketergantungan secara emosional atau psikologis yang berlebihan pada pasangan. Dalam hubungan kodependen yang melibatkan dua orang, salah satu pihak yang menjadi kodependen menggambarkan seseorang yang sering mengkompromikan keinginan dan kebutuhan mereka untuk mendukung orang yang dicintainya.

Ini akan terlihat seperti salah satu pihak yang memilih diam untuk menghindari pertengkaran, secara sukarela mengorbankan keinginan dan kebutuhannya demi pasangan, merasa ditolak ketika pasangannya melakukan sesuatu tanpanya, dan lain sebagainya. Meskipun biasa terjadi dalam suatu hubungan, kecenderungan kodependensi juga bisa terbawa ketika Anda tidak terlibat dalam suatu hubungan apapun.

Dengan demikian, ini bukan karena pada hubungannya, melainkan kecenderungan kodependensi ada pada diri Anda sendiri. Namun jangan khawatir, karena Anda bisa terbebas dari kecenderungan ini. Berikut kami sampaikan beberapa strategi yang dapat Anda ikuti demi terhindar dari pola kodependensi.

Memperhatikan Perilaku Kodependen

Terjebak dalam kecenderungan kodependensi tentu bukanlah pilihan pribadi. Sebagai suatu perilaku yang bisa dipelajari, mungkin akan sulit untuk mematahkan pola hubungan ini. Sehingga untuk menghentikannya, langkah paling awal yang bisa Anda lakukan adalah dengan menyadari perilaku kodependen itu sendiri. Dengan kesadaran akan perilaku tersebut, serta upaya yang disengaja untuk memperbaikinya dapat membantu melepaskan diri Anda dari kodependensi.

Baca juga: Bagaimana Cara Melakukan Fresh Start Effect Dalam Hidup Sehari-Hari

Membangun Self-Esteem atau Harga Diri

Kodependensi sering dikaitkan dengan perasaan rendah diri. Sehingga para ahli psikolog pun menyarankan untuk mengetahui apa yang pantas Anda dapatkan sebagai langkah besar untuk melepaskan diri dari kodependensi. Termasuk self-esteem atau harga diri yang pantas Anda dapatkan.

Untuk membangun self-esteem ini, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan self-talk yang positif, menuliskan sifat-sifat positif Anda, menempatkan daftar kualitas positif Anda di mana Anda dapat melihatnya setiap hari, atau mempelajari keterampilan baru.

Tegas dalam Menetapkan Batasan

Berada dalam kecenderungan kodependensi menandakan Anda sering mengabaikan batasan yang Anda miliki demi dapat menyenangkan hati pasangan atau orang lain. Tidak adanya batasan ini seringkali membuat diri Anda merasa diremehkan dan tentu ini hal yang tidak menyenangkan.

Untuk itu, nyatakan apa yang baik dan yang tidak dengan diri Anda, kemudian tindak lanjuti dengan konsekuensi ketika pasangan Anda memperlakukan Anda dengan cara yang tidak dapat diterima. Atau jika masih kesulitan menemukan batasan yang Anda miliki, coba tanyakan diri Anda seperti tindakan apa yang membuat Anda merasa tidak bahagia? atau apa yang sebenarnya tidak ingin Anda lakukan setiap hari?

Melatih Komunikasi Asertif

Komunikasi asertif mengedepankan cara pandang untuk Anda dapat mengemukakan pendapat dan perasaan tanpa memaksakan kehendak. Sedangkan kodependensi sendiri juga membutuhkan keheningan, sehingga temukan suara Anda dalam hubungan Anda dengan melatih komunikasi asertif ini. Ini juga dilakukan dengan tujuan agar perasaan Anda dapat divalidasi dan tidak menyembunyikan perasaan atau emosi Anda.

Untuk mempraktikkan komunikasi asertif ini, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan pernyataan “saya” dengan pernyataan yang jelas dan langsung. Juga Anda harus menjelaskan pemikiran Anda dengan berani dan jujur, juga bersedia untuk melanjutkan diskusi sampai solusi ditemukan. Jangan lupakan kontak mata agar komunikasi atau maksud yang ingin Anda katakan dapat tersampaikan.

Introspeksi

Adakalanya belajar agar dapat melepaskan diri dari kodependensi berarti belajar tentang diri Anda sendiri juga, serta untuk mengetahui apa artinya menjadi kodependen. Ini merupakan bentuk dari intropeksi sebagai langkah untuk membantu mengenali masalah apa yang sedang Anda alami sehingga dapat menemukan solusi.

Intropeksi ini bisa Anda lakukan dengan menanyakan diri Anda, seperti bagaimana Anda merawat diri Anda selama ini? Apakah Anda mendapati diri Anda mengatakan ya untuk hal-hal yang sering Anda sesali di kemudian hari? Apakah Anda merasa terkuras secara emosional, fisik, atau finansial? Pernahkah Anda mengabaikan diri sendiri dan menempatkan diri Anda di urutan kedua setelah orang lain? Dan lain sebagainya.

Membangun Identitas Diri

Kodependensi dapat membuat Anda merasa seolah-olah Anda hanyalah perpanjangan dari pasangan Anda. Anda hanya sekedar “ikut” apa yang pasangan Anda sukai di kehidupannya. Untuk lepas dari hal ini, Anda perlu untuk membangun identitas diri, yakni bisa dengan menciptakan hobi, tujuan, dan minat Anda sendiri.

Pertahankan kehidupan dan identitas diri yang terpisah dari pasangan Anda dan ingatlah bahwa Anda dapat memenuhi kebutuhan Anda sendiri dan memiliki kehidupan yang terpisah darinya.

Latih Mindfulness

Mindfulness atau menempatkan diri dengan perhatian yang penuh adalah kemampuan untuk ada pada saat ini. Ahli psikolog menunjukkan mindfulness adalah cara yang bermanfaat untuk mengamati apa yang terjadi di sekitar Anda tanpa membiarkannya mengatur emosi Anda.

Oleh karenanya, ketika Anda melihat pasangan Anda kesal setelah bekerja, misal, Anda dapat melatih mindfulness ini dengan bersikap suportif tanpa langsung masuk ke dalam pola ketenangan.

Menumbuhkan Ketenangan

Ketika dorongan kodependensi hadir, salah satu cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan mengupayakan rasa tenang secara keseluruhan. Ini dapat membantu Anda mempertahankan pola pikir saat berada dalam kecenderungan kodependensi.

Anda bisa melakukan meditasi, relaksasi atau berlatih pernapasan untuk menumbuhkan ketenangan ini. Hanya melakukan ini selama 5-10 menit sehari akan membantu menenangkan sistem Anda yang dapat memiliki efek yang bertahan lama sepanjang hari.

Baca juga: Manfaat “Fresh Start Effect” Dalam Memulai Kebiasaan Baru di Awal Waktu

 

Sumber:

Gillette, H. (2023, March 24). 8 Ways to Avoid Codependency in Your Relationships. Psych Central. https://psychcentral.com/relationships/codependency-in-relationships

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Strategi Melepaskan Diri dari Pola Kodependensi — DeepTalk