Deeptalk.co.id – Beberapa orang sering kali menunda waktu tidurnya demi bisa sedikit bersantai dengan aktivitas-aktivitas yang disenangi, yang belum sempat mereka lakukan di hari tersebut. Aktivitas tersebut bisa berupa menonton film, membaca buku, scrolling sosmed, atau mengerjakan hobi yang disenangi. Kondisi semacam itu dikenal dengan istilah revenge bedtime procrastination.
Orang-orang yang mengalami revenge bedtime procrastination cenderung menyadari bahwa kebiasaan menunda jam tidur itu bisa berdampak negatif untuk diri sendiri, baik itu dalam hal kesehatan mental, dan fisik, atau performa kerja di pagi harinya. Sayangnya, padatnya aktivitas di pagi hingga sore hari membuat mereka tidak memiliki waktu untuk bersantai selain di malam hari. Selain itu, tingginya tingkat stress juga bisa memicu seseorang melakukan tindakan revenge bedtime procrastination ini.
Kebiasaan menunda jam tidur ini biasanya diawali dengan niat tidak menghabiskan waktu lama untuk bisa bersantai. Sayangnya, mereka cenderung keasikan dengan aktivitas yang disukai, sehingga melupakan niat awalnya. Sebagai contoh, seseorang yang berniat untuk scrolling TikTok sekitar 10-15 menit, dan akhirnya melakukan kegiatan tersebut berjam-jam. Contoh lainya, seseorang yang berniat untuk menonton 1 episode drama Korea yang disukai, dan akhirnya malah menonton lebih dari 1 episode dari drama Korea yang disukai. Hal tersebut tentu akhirnya membuat kita kehilangan banyak waktu yang seharusnya digunakan untuk tidur.
Meski demikian, kebiasaan buruk ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya seperti yang telah diketahui bahwa kondisi ini bisa berdampak buruk untuk diri sendiri. Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai dampak revenge bedtime procrastination. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis.
Berikut beberapa dampak revenge bedtime procrastination:
Kurang Tidur

Seperti yang sudah diketahui bahwa perilaku revenge bedtime procrastination bisa berdampak pada waktu tidur yang kurang. Umumnya orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7 sampai 9 jam per harinya. Namun dengan kebiasaan revenge bedtime procrastination, orang tersebut bisa tidur lebih sedikit dari jam tidur normal pada umumnya.
Kekurangan jam tidur tentu akan memberikan berbagai dampak untuk aktivitas kita di hari selanjutnya. Selain itu, perilaku tidak sehat ini juga berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental. Untuk itu perilaku yang satu ini sangat tidak disarankan.
Kelelahan di Siang Hari
Seperti yang sudah dibahas pada poin sebelumnya bahwa, perilaku revenge bedtime procrastination bisa membuat seseorang memiliki waktu tidur yang kurang, dan hal tersebut akan berdampak pada kelelahan berlebih di siang hari.
Pada dasarnya aktivitas seharian akan menguras banyak energi. Secara otomatis, tubuh membutuhkan waktu istirahat agar dapat memulihkan energi tersebut. Sayangnya, tubuh tidak mendapatkan pemulihan energi dengan kebiasaan revenge bedtime procrastination.
Semakin banyak waktu tidur yang terkuras untuk bersantai di malam hari dengan melakukan aktivitas yang dianggap menyenangkan, maka tubuh akan semakin kelelahan untuk melakukan aktivitas di siang hari. Karena itulah dibutuhkan kemampuan manajemen waktu yang baik, terutama bagi mereka yang memiliki jadwal aktivitas yang cukup padat setiap harinya.
Baca juga : Sibuk Scroll Sosmed Sampai Pagi? Waspada Kondisi Revenge Bedtime Procrastination!
Kesulitan Berkonsentrasi

Tidur tidak hanya penting untuk menjaga tubuh agar tetap memiliki energi untuk beraktivitas. Melainkan, tidur juga penting untuk mengistirahatkan otak yang telah bekerja seharian, dan mengembalikan fungsi kerja otak agar bisa kembali maksimal di pagi harinya. Karena hal tersebutlah mengapa perilaku revenge bedtime procrastination dapat membuat seseorang mengalami masalah dalam berkonsentrasi.
Saat kamu memilih waktu tidur untuk dijadikan waktu bersantai dengan aktivitas yang menurut mu menyenangkan, maka disaat itu pula kamu perlu memahami bahwa kamu akan mengalami penurunan fungsi otak. Dengan demikian kamu akan mengalami kesulitan berkonsentrasi atau mengalami masalah dalam mengingat banyak hal saat bekerja.
Mengalami Kekacauan Jam Biologis
Pada dasarnya setiap manusia memiliki jam biologisnya masing-masing. Jam biologis inilah yang memberitahu kamu kapan waktunya untuk tidur dan terjaga. Makanya tidak heran mengapa kita sering kali terbangun di jam yang sama setiap harinya, atau secara otomatis merasa mengantuk di jam-jam yang sama setiap harinya. Hal tersebut merupakan peran dari jam biologis yang kita miliki,
Saat seseorang mengalami revenge bedtime procrastination, mereka cenderung akan mengalami gangguan pada jam biologisnya. Hal ini bisa dikarenakan sinar pada layar gadget atau aktivitas otak yang belum selesai di jam yang seharusnya untuk tertidur.
Depresi
Seperti yang diketahui bahwa perilaku revenge bedtime procrastination bisa membuat seseorang mengalami jam tidur yang kurang. Hal ini sangat tidak baik untuk kesehatan mental. Berdasarkan beberapa penelitian, tidur yang kurang dapat mengakibatkan gangguan mental seperti depresi. Selain itu, kondisi tersebut dapat membuat seseorang kesulitan mengontrol emosi dan suasana hatinya.
Itu dia beberapa dampak dari revenge bedtime procrastination. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Dampak dan Tips Mengatasi Compulsive Buying Disorder
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



