Semua artikel
Sindrom Psikologi

Star Syndrome : Merasa Diri Paling Sempurna

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Istilah star syndrome tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Artis-artis pendatang baru, atau orang-orang yang secara mendadak menjadi viral di media sosial sering kali dilabeli dengan star syndrome tersebut. Namun apakah sebenarnya star syndrome itu? Apakan kondisi yang satu ini masuk dalam kategori gangguan mental?

Untuk menjawab semua pertanyaan itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai star syndrome dan ciri-cirinya. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah dengan kondisi mentalnya, segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan juga penanganan yang tepat.

Berikut pembahasan mengenai star syndrome.

Pengertian Star Syndrome

Pada dasarnya star syndrome belum masuk dalam kategori gangguan mental. Hal ini dapat dilihat dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition (DSM-5) yang belum mencantumkan star syndrome sebagai salah satu kategori gangguan mental. Meski demikian dari gejala yang ditunjukkan, kondisi star syndrome ini mengarah kepada gangguan kepribadian narsistik.

Star syndrome sendiri merupakan kondisi dimana seseorang merasa dirinya orang yang paling sempurna, mengagumkan, terkenal, dan memiliki kehebatan-kehebatan lainnya, namun pada kenyataannya tidak seperti itu. Orang yang mengalami star syndrome ini umumnya adalah orang-orang yang baru mendapatkan popularitas atau mengalami peningkatan strata sosial secara instan.

Para penderita star syndrome ini juga sering kali berperilaku tidak pantas seperti merendahkan orang lain, atau berlebihan dalam membanggakan dirinya sendiri. Beberapa dari mereka juga merasa iri atas pencapaian orang lain, dan menganggap dirinya lebih pantas untuk mendapatkan pencapaian tersebut. Minimnya empati yang mereka miliki membuat mereka lebih memperhatikan diri sendiri dibandingkan dengan orang-orang yang ada disekitarnya.

Kondisi star syndrome ini akan mengganggu hubungan penderita dengan orang-orang yang ada disekitarnya. Banyak orang yang menghindari orang-orang yang mengalami star syndrome karena dianggap cukup mengganggu dan tidak memiliki attitude yang baik.

Baca juga : Kenali Dampak dan Cara Mengatasi Inferiority Complex

Ciri-Ciri Penderita Star Syndrome

Sayangnya banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami star syndrome. Umumnya kondisi ini disadari oleh orang lain, lalu disampaikan oleh penderita. Namun tidak sedikit penderita star syndrome yang tutup telinga dengan kondisi yang mereka alami. Karena itulah mereka seringkali terjebak dalam waktu lama pada kondisi tersebut.

Untuk itu, penting bagi kita memahami ciri-ciri star syndrome, agar dapat mengantisipasi kondisi tersebut. Berikut beberapa ciri-ciri star syndrome:

Merasa diri paling hebat

Seperti yang sudah dibahas di atas bahwa kondisi star syndrome ini memiliki banyak gejala serupa dengan gangguan kepribadian narsistik. Bahkan jika star syndrome tidak ditangani, bisa jadi kondisi ini berkembang menjadi gangguan kepribadian narsistik.

Sama halnya dengan pengidap gangguan kepribadian narsistik, seorang pengidap star syndrome juga merasa diri paling hebat, paling berpengaruh, paling terkenal, dan paling baik diantara orang-orang disekitarnya. Mereka merasa bahwa dirinya sangat spesial dan pantas untuk mendapatkan perlakuan yang spesial. Walau pada kenyataannya mereka tidak sehebat itu.

Ciri yang satu ini sering kali membuat orang lain merasa tidak nyaman dengan kehadiran mereka. Maka dari itu, tidak jarang penderita star syndrome memiliki lingkungan pertemanan yang sempit.

Haus akan pujian

Orang-orang yang mengalami star syndrome akan melakukan apapun untuk mendapatkan pujian dari orang lain. Misalnya mereka akan mengenakan pakaian atau riasan wajah yang menonjol agar mendapatkan perhatian dari orang lain. Mereka seakan haus akan pujian, sehingga membuat mereka memancing orang lain untuk memberikan pujian kepada dirinya.

Hal ini tentu tidak hanya terjadi sekali atau dua kali, melainkan berkali-kali. Pujian bagi mereka bagaikan makan dan minum bagi orang-orang pada umumnya. Sehingga jika tidak mendapatkan pujian seakan ada yang mengganggu kondisinya.

Suka mengarang cerita

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, penderita star syndrome akan melakukan segala cara untuk mendapatkan pujian. Salah satu cara yang bisa saja mereka lakukan adalah dengan mengarang cerita. Cerita-cerita seperti pencapaian kesuksesan, atau upaya mencapai keberhasilan sering kali diungkapkan dalam sebuah sesi interaksi dengan orang lain. Tentu saja secinta ini tidak seluruhnya benar, melainkan ditambahkan bumbu-bumbu yang akan menjadikan cerita mereka mengagumkan.

Meremehkan orang lain

Untuk memuaskan ego mereka, penderita star syndrome ini tidak jarang meremehkan orang lain. Mereka merasa dirinya adalah yang terhebat dan pantas memperlakukan orang lain dengan seenaknya.

Penderita star syndrome juga merasa bahwa orang lain perlu untuk memenuhi kebutuhan mereka. Mereka merasa pantas akan hal itu karena merasa diri yang paling hebat. Tindakan ini yang salah satunya membuat mereka dijauhi banyak orang.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai star syndrome. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Inferiority Complex : Perasaan Rendah Diri dan Tidak Berharga

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait