Semua artikel
Sindrom Psikologi

Sindrom Capgras : Tindak Mampu Mengenali Orang Terdekatnya

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Umumnya kita akan mengenal dengan baik orang-orang terdekat kita. Bahkan beberapa orang mampu mengenal orang terdekatnya dengan hanya melihat sebagian dari anggota tubuhnya. Namun sayangnya beberapa mengalami masalah pada otaknya yang membuat mereka tidak mampu mengenali orang-orang terdekatnya. Kondisi semacam itu dikenal dengan istilah sindrom capgras.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi yang dialami oleh penderita sindrom capgras, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis.

Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasan mengenai sindrom capgras.

Pengertian Sindrom Capgras

Sindrom capgras atau yang juga dikenal dengan istilah “sindrom peniru” atau “delusi capgras”, adalah kondisi psikologis yang membuat seseorang merasa bahwa orang terdekatnya adalah orang lain yang sedang berpura-pura menjadi orang terdekatnya. Dengan demikian, penderita akan merasa tidak yakin bahwa orang yang di depannya merupakan benar-benar orang terdekatnya.

Kondisi yang dialami oleh penderita sindrom capgras merupakan salah satu delusi yang membuat mereka tidak mampu mengenali orang terdekatnya, baik itu temat, keluarga, pasangan, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, penderita sindrom capgras masih mampu mengenai wajah maupun bentuk fisik dari orang terdekatnya. Mereka tahu bahwa yang di depannya memiliki wajah dan bentuk fisik serupa dengan orang terdekatnya. Namun, mereka bersikeras bahwa orang itu adalah penipu yang sedang menyamar. Hal ini disebabkan mereka tidak merasakan kedekatan secara emosional dengan orang tersebut.

Kondisi sindrom capgras ini bisa dibilang cukup langkah. Selain itu, penderita dari sindrom capgras ini umumnya berjenis kelamin perempuan.

Baca juga : Alter Ego : Kepribadian Lain Dalam Diri Seseorang

Penyebab Sindrom Capgras

Sayangnya belum diketahui penyebab pasti dari kondisi yang dialami oleh penderita sindrom capgras ini. Meski demikian, penderita sindrom capgras umumnya mengalami kerusakkan fungsi struktur otak, terutama pada otak bagian kanan. Hal inilah yang sering kali dianggap sebagai penyebab dari sindrom capgras itu sendiri.

Otak bagian kanan ini berfungsi untuk membantu manusia dalam berpikir, berimajinasi, menerima atau memproses informasi, serta mengingat. Dengan adanya kerusakan pada bagian otak tersebut, tentu akan mengganggu proses mengenali orang lain, atau yang dalam artikel ini disebut sindrom capgras.

Selain itu, teori lain juga mengungkapkan bahwa kondisi yang dialami oleh penderita sindrom capgras disebabkan oleh terputusnya koneksi antara bagian otak yang mengatur tentang visual, dengan bagian otak yang mengatur proses pengenalan wajah. Terputusnya koneksi keduanya tentu akan mempengaruhi seseorang dalam mengenali orang-orang terdekatnya.

Kerusakan fungsi otak ini juga bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti mengalami cedera kepala akibat terbentur atau sejenisnya, stroke, berlebihan dalam mengkonsumsi obat, dan lain sebagainya.

Gejala Sindrom Capgras

Seperti pada pengertian dari sindrom capgras itu sendiri, gejala utama dari sindrom capgras adalah timbulnya keyakinan bahwa orang lain sedang berpura-pura atau menyamar menjadi orang terdekatnya, namun kenyataannya tidak seperti itu.

Selain itu, penderita sindrom capgras juga akan mengalami beberapa gejala lain seperti:

·         Menimbulkan gejala kecemasan saat sedang berhadapan dengan orang yang dianggap sedang menyamar menjadi orang terdekatnya. Misalnya terlihat gelisa, takut, menjauh, bertingkah aneh, dan lain sebagainya.

·         Bertindak kasar kepada orang yang dianggap sedang menyamar menjadi orang terdekatnya. Hal ini dilakukan karena mereka menganggap orang tersebut sedang berusaha menipu dirinya.

·         Mengalami perubahan perilaku terhadap orang yang dianggap sedang menyamar menjadi orang terdekatnya. Sama seperti poin sebelumnya, tindakan ini dilakukan sebagai bentuk bahwa mereka tidak mempercayai orang tersebut.

·         Melakukan penolakkan kepada orang yang dianggap sedang menyamar menjadi orang terdekatnya. Misalnya menolak untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangannya, karena menganggap orang adalah orang asing yang sedang menyamar menjadi pasangannya.

Itu dia beberapa gejala yang ditunjukkan oleh penderita sindrom capgras. Setiap penderita sindrom capgras  bisa jadi menunjukkan gejala dan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda. Selain itu, kondisi yang dialami oleh penderita sindrom capgras ini sering kali disalah artikan sebagai skizofrenia karena tingkah mereka yang dianggap aneh dan tidak masuk akal. Untuk itu, agar dapat memastikan apakah kondisi yang dialami benar-benar merupakan sindrom capgras atau bukan, diperlukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater.

Konsultasi dan pemeriksaan oleh Psikolog atau Psikiater sangat penting untuk menghindari kesalahan diagnosis dan kesalahan pemberian penanganan. Pasalnya, hasil diagnosis dari Psikolog atau Psikiater inilah yang nantinya akan dijadikan patokkan penentuan penanganan apa yang bisa diberikan oleh penderita.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Genophobia : Rasa Takut Berlebih Untuk Melakukan Hubungan Seksual

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Sindrom Capgras : Tindak Mampu Mengenali Orang Terdekatnya — DeepTalk