Semua artikel
Sindrom Psikologi

Sindrom Alice in Wonderland

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Sebagian besar diantara kita tentu sudah tidak asing lagi dengan kisah Alice in Wonderland. Selain merupakan dongeng terkenal dari benua Eropa, kisah Alice in Wonderland juga menjadi sebuah film fantasi terkenal yang dirilis oleh Walt Disney Pictures. Dengan demikian, rasanya tidak aneh jika kita sangat familiar dengan Alice in Wonderland.

Eksistensi kisah Alice in Wonderland tidak sebanding dengan sindrom alice in wonderland. Sindrom alice in wonderland justru merupakan salah satu kondisi psikologis yang cukup langkah. Bahkan hanya sebagian kecil orang yang mengetahui kondisi tersebut.

Lantas, seperti apa sebenarnya sindrom alice in wonderland itu? Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai sindrom alice in wonderland. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Sindrom Alice in Wonderland

Spooky girl with bat

Sindrom alice in wonderland merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan timbulnya masalah persepsi pada penderitanya. Penderita sindrom alice in wonderland umumnya akan merasa tubuhnya menjadi lebih kecil atau lebih besar dari seharusnya. Selain itu, penderita juga bisa merasa letak suatu benda bisa menjadi lebih jauh atau lebih dekat dari seharusnya. Walaupun pada kenyataannya prasangka mereka tentu tidak demikian.

Istilah sindrom alice in wonderland sendiri diangkat dari kisah alice in wonderland. Dimana dalam kisah tersebut seorang wanita masuk ke dunia khayalan dan berubah ukuran tubuh menjadi lebih kecil. Tentu kisah fiktif tersebut memiliki kemiripan dengan apa yang dirasakan oleh penderita sindrom alice in wonderland.

Perlu diketahui bahwa walaupun perubahan ukuran tubuh atau lingkungan disekitar penderita rasanya cukup tidak masuk akal, dan tampak mirip dengan halusinasi. Namun hal tersebut tidak sebabkan oleh halusinasi. Walaupun pada prakteknya cukup sulit membedakan apakah kondisi penderita benar-benar mengalami sindrom alice in wonderland atau justru halusinasi. Maka dari itu, diperlukan pemeriksaan oleh para ahli untuk dapat menegakan diagnosa yang dialami.

Penyebab Sindrom Alice in Wonderland

Scary girl with bat

Langkahnya kasus sindrom alice in wonderland membuat keterbatasan ruang gerak para ahli untuk meneliti lebih jauh mengenai kondisi tersebut. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan penyebab utama sindrom alice in wonderland belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, sindrom alice in wonderland lebih beresiko dialami oleh orang-orang dengan beberapa kondisi, seperti pada penderita epilepsi, infeksi tertentu, stroke, depresi dan skizofrenia, hingga efek samping dari mengkonsumsi obat-obatan tertentu.

Beberapa ahli juga beranggapan bahwa kondisi sindrom alice in wonderland bisa dipicu oleh perubahan fungsi atau bentuk pada bagian otak tertentu. Perubahan tersebut menimbulkan kesalahan informasi sensorik, khususnya pada pendengaran atau penglihatan. Hal tersebut mempengaruhi persepsi tubuh dengan sekitarnya.

Baca juga: Mengenal Sindrom Stendhal

Gejala Sindrom Alice in Wonderland

Sppoky girl in white wig

Setiap penderita sindrom alice in wonderland bisa saja menunjukan gejala yang berbeda-beda, dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda pula. Meski demikian, secara umum penderita sindrom alice in wonderland akan mengalami beberapa gejala berikut:

·         Mikropsia, yaitu kondisi dimana seseorang merasa objek yang berada disekitarnya tampak lebih kecil dari biasanya.

·         Makropsia, yaitu kondisi dimana seseorang merasa objek yang ada disekitarnya tampak lebih besar dari biasanya.

·         Teleopsia, yaitu kondisi dimana seseorang merasa objek yang ada disekitarnya tampak lebih jauh dari biasanya.

·         Peleopsia, yaitu kondisi dimana seseorang merasa objek yang ada disekitarnya tampak lebih dekat dari biasanya.

·         Metamorphopsia, yaitu kondisi dimana seseorang melihat garis lurus namun tampak bergelombang atau melengkung.

Selain beberapa gejala diatas, penderita sindrom alice in wonderland juga umumnya melihat benda tiga dimensi seakan tampak seperti dua dimensi, melihat warna lebih terang dari seharusnya, benda diam tampak seperti bergerak, waktu berjalan lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya, dan beberapa gejala lainnya.

Gejala-gejala yang dialami juga bisa bersamaan dengan beberapa gejala khas seperti mual, muntah, pusing, gelisah, dan lain sebagainya. Namun perlu diketahui bahwa gejala sindrom alice in wonderland ini bersifat sementara. Setiap penderita bisa mengalami gejala dengan rentan waktu yang berbeda-beda. Umumnya gejala dialami hanya dalam hitungan detik, namun juga tidak jarang dalam hitungan menit.

Hingga saat ini belum ditemukan penanganan khusus untuk kasus sindrom alice in wonderland. Selain itu, kondisi yang dialami juga umumnya tidak begitu mengganggu. Sehingga, banyak penderita yang tidak membutuhkan penanganan secara profesional. Meski demikian, jangan ragu untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan secara medis jika kamu memang merasa perlu untuk mendapatkan hal tersebut.

Itu dia penjelasan singkat mengenai kondisi sindrom alice in wonderland. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Gangguan Konversi: Kondisi Mental yang Berdampak Pada Gangguan Fisik

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Sindrom Alice in Wonderland — DeepTalk