Semua artikel
Perilaku

Sibuk Scroll Sosmed Sampai Pagi? Waspada Kondisi Revenge Bedtime Procrastination!

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Tidur merupakan salah satu kebutuhan setiap manusia. Tanpa diajarkan, kita akan secara otomatis tertidur saat merasa kelelahan atau di jam-jam tidur seharusnya. Pada umumnya, manusia membutuhkan waktu tidur sekitar 8 jam per hari. Saat seseorang tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak dari batas tidur normal, biasanya orang tersebut sedang mengalami masalah dalam pola tidurnya.

Banyaknya aktivitas di pagi hari cenderung membuat kita kelelahan di malam hari. Waktu tersebut merupakan waktu yang tepat untuk beristirahat dan tertidur. Namun, beberapa orang merasa kehilangan waktu rileksnya karena terlalu banyak bekerja. Untuk menebus hal tersebut, memotong jam tidur dan dijadikan waktu untuk bersantai merupakan pilihan bagi beberapa orang. Waktu bersantai ini biasa digunakan untuk hal-hal yang menyenangkan seperti menonton film, membaca buku, atau sekedar scrolling sosmed. Dalam ilmu psikologi, kondisi semacam itu dikenal dengan istilah revenge bedtime procrastination.

Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai revenge bedtime procrastination. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis. Jika kamu merasakan kondisi yang sama dengan apa yang dijelaskan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasannya.

Pengertian Revenge Bedtime Procrastination

Revenge bedtime procrastination (RBP) adalah sebuah kondisi dimana seseorang mengorbankan waktu tidurnya untuk bersantai dan melakukan hal-hal yang disenangi yang tidak bisa mereka lakukan sepanjang hari akibat jadwal yang terlalu padat. Perilaku semacam ini cenderung tidak baik bagi kesehatan, karena akan mengurangi waktu tidur dan membuat badan tidak fit untuk beraktivitas di pagi harinya.

Orang-orang yang mengalami revenge bedtime procrastination cenderung sadar bahwa tidur di malam hari merupakan kegiatan yang lebih baik dilakukan dibandingkan dengan bersantai dan melakukan aktivitas-aktivitas yang disukai. Sayangnya mereka menilai bahwa hanya di waktu tersebutlah mereka dapat bersantai setelah menjalani hari. Karena itu mereka terkadang mengalami kesulitan untuk mengontrol aktivitas tersebut.

Awalnya, perilaku ini hanya bertujuan untuk menghabiskan sedikit waktu. Misalnya dengan scrolling sosmed selama 10 sampai 15 menit. Sayangnya karena terlalu asik dengan aktivitas tersebut, beberapa orang justru melakukannya berjam-jam hingga mengurangi waktu tidurnya. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bahkan bisa membuat penderita tidak tidur sepanjang malam.

Penyebab Revenge Bedtime Procrastination

Pada dasarnya revenge bedtime procrastination ini tidak akan terjadi jika setiap orang memiliki kemampuan untuk secara disiplin mengontrol waktu tidurnya. Sayangnya untuk beberapa kondisi, seseorang bisa mengalami dorongan yang lebih besar untuk melakukan revenge bedtime procrastination. Berikut beberapa kondisi yang dimaksud:

Stress kerja yang tinggi

Saat mengalami stress kerja yang terlalu tinggi, tubuh secara otomatis mencari cara untuk bisa mengurang stress tersebut. Salah satu caranya adalah dengan bersantai bersama aktivitas-aktivitas yang disukai. Hal inilah yang akhirnya membuat seseorang mengalami kondisi revenge bedtime procrastination.

Baca juga : Dampak dan Tips Mengatasi Compulsive Buying Disorder

Memiliki jadwal kerja yang terlalu padat

Selain stress kerja yang terlalu tinggi, jadwal kerja yang pada juga bisa memicu seseorang mengalami revenge bedtime procrastination. Hal ini dikarenakan banyaknya jadwal yang kita miliki, membuat kita hanya bisa bersantai di jam-jam tidur yang akhirnya membuat jam tidur kurang berkurang.

Berperan sebagai orang tua

Tidak bisa dipungkiri bahwa peran sebagai orang tua bukanlah hal yang mudah. Banyak waktu, tenaga, dan pikiran yang dicurahkan untuk mengurus anak seharian. Terutama saat anak baru lahir hingga memasuki usia sekolah. Hal ini tidak jarang membuat banyak orang tua kehilangan waktu untuk istirahat. Satu-satunya waktu untuk bisa bersantai adalah di saat anaknya tidur. Alih-alih ikut tidur, beberapa orang memilih untuk bersantai dengan kegiatan-kegiatan yang mereka sukai dan mengakibatkan revenge bedtime procrastination.

Gejala Revenge Bedtime Procrastination

Kondisi revenge bedtime procrastination memang tidak termasuk dalam gangguan mental. Namun kegiatan yang satu ini merupakan gaya hidup tidak sehat yang dapat mempengaruhi kondisi fisik dan mental seseorang. Untuk itu penting bagi kita mengenal gejala revenge bedtime procrastination agar dapat mengantisipasinya.

Saat mengalami revenge bedtime procrastination, seseorang cenderung sadar bahwa kegiatan tersebut tidak baik untuk tubuh, namun mereka tetap menunda waktu tidurnya. Selain itu, penderita revenge bedtime procrastination juga cenderung mengundur jam tidurnya dan berdampak pada waktu tidur yang kurang di malam hari. Penderita revenge bedtime procrastination juga menunda jam tidurnya dengan alasan yang tidak jelas, atau sekedar melakukan aktivitas-aktivitas yang cendeurung tidak penting.

Kondisi revenge bedtime procrastination bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu menunda waktu tidur dengan sengaja tidak berada di atas kasur, dan menunda waktu tidur namun tetap berada di atas kasur.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai kondisi revenge bedtime procrastination. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Suka Berbelanja? Waspada Compulsive Buying Disorder 

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Sibuk Scroll Sosmed Sampai Pagi? Waspada Kondisi Revenge Bedtime Procrastination! — DeepTalk