Deeptalk.co.id – Hidup di era teknologi saat ini membuat kita hampir mustahil untuk tidak mengenal sosial media. Tidak hanya sebagai media komunikasi antar sesama, beberapa orang juga menjadikan sosial media sebagai ladang penghasilan. Selain itu, sosial media juga bisa menjadi tempat untuk mencurahkan perasaan.
Dari sosial media, kita bisa mendapatkan berbagai informasi. Mulai dari perkembangan teknologi, kabar dari rekan dan sahat, resep masakan, hingga sekedar mencari hiburan. Sayangnya, berbagai informasi yang kita dapatkan di sosial media justru terkadang membuat kita merasa tertinggal dan rendah diri.
Beberapa di antara kita mungkin pernah membanding-bandingkan pencapaian atau bentuk fisik dengan orang-orang di sosial media. Keadaan tersebut sering kali menjadikan diri merasa insecure dan kehilangan rasa percaya diri. Jika terjadi seperti itu, mungkin sudah waktunya untuk kamu melakukan detoks sosial media.
Artikel ini akan membahas mengenai detoks sosial media, hingga dampaknya terhadap kesehatan mental. Namun, jika kamu merasa sosial media benar-benar membuat mu di ambang batas kesehatan mental, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Apa Itu Detoks Sosial Media?

Pada dasarnya, detoks sosial media merupakan upaya untuk beristirahat atau berhenti sejenak dalam menggunakan sosial media. Banyak orang yang memiliki opsi ini saat merasa penggunaan sosial media sudah semakin toxic atau membawa dampak negatif bagi diri sendiri.
Banyak langkah yang diambil untuk memutuskan detoks sosial media. Beberapa orang memutuskan untuk berhenti mengikuti atau memblokir akun-akun yang dianggap toxic, beberapa orang lainnya justru memilih untuk tidak bermain sosial media jenis apapun itu dalam jangka waktu yang cukup lama.
Tidak ada salahnya untuk memutuskan melakukan detoks sosial media. Bahkan beberapa orang merasa menjadi lebih baik dan berpikiran positif setelah melakukan langkah tersebut. Setelah semuanya membaik, tidak ada salahnya untuk kembali mengakses sosial media. Namun, tetap tidak untuk menjadi pecandu sosial media.
Kapan Perlu Melakukan Detoks Sosial Media?

Memutuskan untuk detoks sosial media tentu bukanlah hal yang mudah. Terlebih lagi banyak hal yang dilakukan di sosial media, termasuk menjalin hubungan positif dengan orang-orang di dalamnya. Untuk itu, agar dapat memastikan apakah kamu benar-benar membutuhkan detoks sosial media, kamu perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
Baca juga : Bahaya Kecanduan Bermain Handphone dan Cara Mengatasinya
Mulai membandingkan diri atau pencapaian
Apapun yang terlihat di sosial media umumnya merupakan versi terbaik setiap orang. Sayangnya, setiap pencapaian yang didapatkan tidak selalu menimbulkan hal negatif untuk mereka yang menyaksikan. Jika kamu sudah mulai merasa insecure dan mulai membandingkan diri dan pencapaian dengan postingan orang-orang di sosial media, bisa jadi itu pertanda bahwa kamu perlu melakukan detoks sosial media.
Membandingkan diri dengan postingan orang-orang di sosial media tidak akan pernah habis jika kamu tidak berhenti. Setiap orang memiliki proses dan pencapaiannya masing-masing. Sayangnya, hanya sebagian orang yang memposting prosesnya dan hanya menampakkan pencapaiannya. Hal ini bukanlah tindakan yang buruk, namun jika kamu memandang negatif bisa jadi dirimu yang sedang tidak baik-baik saja.
Kesulitan untuk berhenti mengakses sosial media
Mengakses sosial media seringkali membuat kita lupa waktu. Kondisi ini cukup perlu mendapatkan perhatian lebih. Jangan sampai kegiatan ini bukan lagi menjadi hiburan, melainkan sudah ke tahap kecanduan. Jika kamu mulai merasa kesulitan untuk berhenti mengakses sosial media, bisa jadi kamu sudah mengalami kecanduan sosial media. Untuk itu, sudah waktunya melakukan detoks sosial media.
Merasa risih dengan apa yang ada di sosial media
Terkadang apa yang ada di sosial media tidak semua menyenangkan dan menghibur. Beberapa berita yang ada di sosial media justru membuat kita merasa khawatir, marah, bahkan stress. Jika hal ini sedang terjadi pada mu, tidak ada salahnya untuk sejenak berhenti mengakses sosial media. Kamu juga bisa memblokir beberapa akun yang menyebarkan berita-berita negatif tersebut.
Dampak Detoks Sosial Media Terhadap Kesehatan Mental

Beberapa postingan di sosial media memang terkadang membuat kita merasa terhibur dan sedikit lebih rileks. Sayangnya, tidak selamanya seperti itu. Melakukan detoks sosial media juga diperlukan untuk menjaga kesehatan mental seseorang.
Saat kamu memutuskan untuk melakukan detoks sosial media akibat selalu membandingkan diri dengan postingan orang-orang, kamu akan sedikit mengurangi rasa insecure yang akhirnya membangkitkan kembali rasa percaya diri mu.
Selain itu, kamu bahkan bisa terhindar dari FOMO atau kondisi dimana kamu merasa khawatir berlebih saat ketinggalan sesuatu yang sedang trend atau viral di sosial media. Bila kondisi mu sudah semakin stabil, cemas dan stress yang pernah kamu rasakan akibat sosial media juga akan berangsur-angsur meredah. Kamu juga akan memperbaiki pola tidur yang berantakan dan mendapatkan kualitas tidur yang baik.
Detoks sosial media merupakan langkah yang baik untuk diambil. Terlebih lagi saat sosial media sudah membuat mu menjadi pribadi yang tidak baik. Walaupun detoks sosial media bukan hal yang mudah untuk sebagian orang, namun tidak ada salahnya untuk dicoba demi kesehatan mental mu.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Tips Mengatasi Kecanduan Belanja Online
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



