Deeptalk.co.id – Apakah kamu pernah tiba-tiba merasa sedih saat hujan turun? Atau merasa peningkatan mood yang drastis saat hari mulai cerah? Tahukah kamu bahwa kondisi tersebut bisa jadi gejala dari seasonal affective disorder.
Lantas, seperti apa sebenarnya seasonal affective disorder dan apa yang menyebabkan kondisi tersebut? Untuk menjawab pertanyaan itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai seasonal affective disorder.
Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan diagnosis dan gejala yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai kondisi seasonal affective disorder.
Pengertian Seasonal Affective Disorder

Seasonal affective disorder (SAD) adalah gangguan suasana hati yang dipengaruhi oleh perubahan musim yang dialami. Selain dikenal dengan istilah seasonal affective disorder, kondisi serupa juga dikenal dengan istilah seasonal depression atau depresi musiman.
Kondisi ini memang cukup jarang kita jumpai. Pasalnya, seasonal affective disorder lebih sering dialami oleh orang-orang yang tinggal di negara empat musim, dibandingkan dengan negara dua musim seperti Indonesia. Meski demikian, kasus yang satu ini tidak menuntut kemungkinan juga ditemukan di Indonesia.
Pada negara-negara empat musim, penderita seasonal affective disorder umumnya akan mengalami penurunan suasana hati saat memasuki musim gugur sampai dengan musim dingin. Suasana hati akan berangsur-angsur meningkat saat sudah memasuki musim semi sampai dengan musim panas. Sedangkan negara dua musim seperti Indonesia, penderita seasonal affective disorder akan mengalami penurunan suasana hari di musim hujan, dan peningkatan suasana hati di musim kemarau.
Pada dasarnya penurunan suasana hari di musim dingin, musim gugur, dan musim hujan adalah hal yang normal. Namun sayangnya pada kasus penderita seasonal affective disorder, penurunan suasana hati yang terjadi cukup drastis. Bahkan mereka sampai mengalami beberapa gejala depresi.
Baca juga : Mengenal Gejala Emotionally Unavailable
Penyebab Seasonal Affective Disorder

Sayangnya hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti seseorang mengalami kondisi seasonal affective disorder. Hal inilah yang membuat kondisi ini sulit untuk dihindari. Meski demikian, banyak ahli yang berpendapat bahwa kondisi ini mungkin saja disebabkan oleh beberapa kondisi, misalnya:
Pikiran negatif
Penderita seasonal affective disorder umumnya memiliki pola pikir yang cenderung negatif. Meski demikian, tidak semua orang dengan pikiran negatif pasti mengalami kondisi seasonal affective disorder. Pikiran negatif inilah yang akhirnya berdampak pada stress, kecemasan, serta pandangan negatif akan datangnya musim dingin.
Perubahan jam biologis
Tanpa kita sadari, tubuh akan secara otomatis membaca waktu siang dan malam berdasarkan cahaya matahari yang mengenai tubuh. Saat tubuh tidak mendapatkan cahaya matahari yang cukup di siang hari, maka tidak menuntut kemungkinan tubuh akan mendeteksi waktu tersebut sebagai malam. Hal inilah yang akhirnya merusak jam biologis dalam tubuh kita. Kondisi ini dapat mempengaruhi jam tidur, hormon, serta suasana hati seseorang.
Peningkatan melatonin
Pada beberapa orang, kurang mendapat paparan matahari akan meningkatkan produksi melatonin. Saat tubuh memproduksi banyak melatonin maka orang tersebut akan mengalami gangguan pada pola tidur, dan suasana hatinya.
Kekurangan vitamin D
Saat memasuki musim dingin, musim gugur, dan musim hujan, maka cahaya matahari akan semakin minim. Kurangnya paparan cahaya matahari juga akan berdampak pada kurangnyanya vitamin D dalam tubuh. Hal ini bisa berpotensi meningkatkan depresi, yang berujung pada kondisi seasonal affective disorder.
Faktor Resiko Seasonal Affective Disorder

Selain beberapa kondisi internal yang dipaparkan di atas, beberapa faktor eksternal juga diperkirakan dapat memperbesar resiko seseorang mengalami kondisi seasonal affective disorder. Berikut beberapa faktor resiko penunjang kondisi seasonal affective disorder:
Genetik
Tidak bisa dipungkiri bahwa cukup banyak kondisi kesehatan mental yang berhubungan dengan faktor genetik. Salah satunya kondisi seasonal affective disorder. Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi seasonal affective disorder, maka akan beresiko lebih besar mengalami kondisi serupa.
Komplikasi gangguan mental
Kondisi seasonal affective disorder juga bisa jadi dipicu oleh beberapa masalah kesehatan mental lainnya. Misalnya pada penderita depresi berat dan penderita bipolar yang beresiko mengalami kondisi seasonal affective disorder.
Tempat tinggal
Seperti yang sudah disinggung singkat di awal, kondisi seasonal affective disorder akan beresiko lebih besar pada orang-orang yang tinggal di negara dengan empat musim. Pasalnya, perubahan cuaca yang terjadi pada negara empat musim cenderung lebih signifikan. Selain itu, negara empat musim juga lebih sedikit mendapatkan asupan cahaya matahari dibandingkan dengan negara tropis atau negara dua musim.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai kondisi seasonal affective disorder. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Emotionally Unavailable : Tidak Tertarik Untuk Berbagi Perasaan Dengan Orang Lain
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



