Deeptalk.co.id – Saat kamu sedang menyampaikan sesuatu, sudah sepantasnya orang-orang akan memfokuskan tatapan mereka ke arah mu. Hal ini tentu akan membuat kamu merasa dihargai dan diperhatikan sebagai seorang pembicara.
Tahukah kamu bahwa kondisi tersebut justru membuat sebagian besar orang rasakan rasa takut berlebih. Tidak semua orang akan dengan percaya diri jika sedang ditatap oleh orang lain. Orang yang mengalami kondisi tersebut biasanya mengalami gangguan scopophobia.
Gangguan scopophobia memang masuk dalam kategori gangguan fobia. Gangguan fobia memang cukup unik. Sesuatu yang orang-orang pada umumnya merasa itu biasa saja, bagi mereka hal tersebut bisa menjadi sumber rasa takut terbesarnya.
Untuk lebih jelasnya, artikel ini akan membahas secara lebih detail mengenai gangguan scopophobia. Namun, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Jika pembaca menemukan beberapa kesamaan gejala dengan apa yang dirasakan atau orang sekitar rasakan, sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan Psikolog agar mendapatkan diagnosis yang tepat.
Pengertian Gangguan Scopophobia

Gangguan scopophobia adalah salah satu bagian dari gangguan mental yang ditandai dengan adanya rasa takut berlebih saat ditatap oleh orang lain. Penderita gangguan scopophobia umumnya tidak suka menjadi pusat perhatian yang akhirnya membuat mereka mendapatkan tatapan dari banyak orang.
Gangguan scopophobia masuk dalam kategori gangguan fobia sosial. Mereka cenderung menghindari interaksi dengan banyak orang sekaligus seperti melakukan pidato, tampil di atas panggung, dan lain sebagainya. Dalam kasus yang cukup parah, penderita gangguan scopophobia juga merasa takut jika ditatap oleh teman saat sedang berbicara berdua.
Kondisi semacam ini tentu akan sangat mengganggu kehidupan sehari-hari penderitanya. Untuk itu, orang yang mengalami gejala dari gangguan scopophobia perlu melakukan konsultasi dengan Psikolog agar bisa mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat pula. Dengan demikian, gejala gangguan scopophobia yang timbul tidak menjadi lebih buruk, dan penderita bisa melaksanakan aktivitas dengan baik.
Penyebab Gangguan Scopophobia

Sama halnya dengan gangguan mental pada umumnya, penyebab pasti dari gangguan scopophobia juga belum bisa diketahui hingga saat ini. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang diyakini dapat memicu seseorang mengalami gangguan scopophobia, yaitu:
Kejadian traumatis
Seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis seperti menjadi korban bullying, dipermalukan saat sedang menyampaikan pendapat, dan lain sebagainya, bisa beresiko membuat seseorang mengalami gangguan scopophobia.
Penderita sindrom tourette
Sindrom tourette merupakan kondisi dimana seseorang mengalami tic. Tic sendiri merupakan gerakan atau ucapan yang tidak terkendali. Seorang penderita sindrom tourette beresiko mengalami gangguan scopophobia. Hal ini dikarenakan mereka merasa tidak nyaman saat orang-orang memperhatikan gerakan dan ucapan mereka yang tidak terkendali itu.
Baca juga : Thanatophobia : Rasa Takut Berlebih Akan Kematian
Usia remaja
Cukup banyak remaja yang mengalami gangguan scopophobia. Meski demikian, kondisi ini akan membaik seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman dalam berbicara di depan umum. Namun jika dibiarkan begitu saja, kondisi ini dapat berlanjut hingga usia dewasa.
Gejala Gangguan Scopophobia

Gejala utama dari gangguan scopophobia bisa dilihat dari pengertian gangguan ini, yaitu adanya rasa takut berlebih saat ditatap. Meski demikian, terdapat beberapa gejala fisik dan psikologi yang dialami oleh penderita gangguan scopophobia, yaitu:
Gejala fisik
Seseorang yang mengalami gangguan scopophobia saat berhadapan dengan faktor pemicu rasa takut akan mengalami beberapa gejala fisik seperti wajah memerah, jantung berdetak lebih kencang, tubuh gemetar, keringat berlebih, otot menegang, sakit perut, mual, kesulitan bernafas, hingga mengalami sakit kepala ringan.
Gejala psikologis
Adapun gejala psikologi yang ditunjukkan oleh penderita gangguan scopophobia bisa berupa adanya perilaku menghindar dari melakukan interaksi dengan orang lain, mengalami ketakutan dan kecemasan berlebih saat berada di lingkungan sosial, kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi saat berada di tempat ramai, hingga mengalami serangan panik saat berhadapan dengan faktor pemicu rasa takut.
Penanganan Pada Penderita Gangguan Scopophobia

Penderita gangguan scopophobia bisa jadi menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Untuk itu, agar dapat memastikan apakah seseorang mengalami gangguan scopophobia, perlu dilakukan konsultasi dengan Psikolog. Dengan demikian, Psikolog dapat memberikan penanganan yang tepat.
Umumnya, Psikolog akan memberikan penanganan berupa terapi psikologi. Terapi psikologi yang umum diberikan kepada penderita gangguan scopophobia adalah:
Terapi perilaku kognitif
Cognitive behavioral therapy (CBT) atau dikenal juga dengan terapi perilaku kognitif merupakan jenis terapi yang sangat umum digunakan untuk kasus gangguan fobia. Terapi ini bertujuan untuk merubah pola pikir mengenai rasa takut menjadi ke arah yang lebih baik.
Terapi eksposur
Terapi eksposur biasa dikenal juga dengan istilah terapi paparan. Terapi ini dilakukan dengan cara membuat klien berhadapan dengan pemicu rasa takutnya. Terapi eksposur bertujuan untuk membantu seseorang menghadapi rasa takut dan akhirnya berangsur-angsur menghilangkan rasa takut tersebut.
Seperti itulah pembahasan mengenai gangguan scopophobia. Semoga artikel ini dapat membantu.
Baca juga : Senang Berbelanja Online? Kenali Ciri-Ciri Kecanduan Berbelanja Online
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



