Semua artikel
Gangguan Psikotik

Schizoaffective Disorder : Gangguan Mental Dengan Kombinasi Gejala Skizofrenia dan Gangguan Mood

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Bagaimana jadinya jika gangguan skizofrenia bergabung dengan gangguan mood atau suasana hati? Tentu hal tersebut akan menggambarkan kondisi kesehatan mental yang sangat tidak stabil. Sayangnya kondisi tersebut justru ada dan dibahas dalam ilmu psikologi. Kondisi semacam itu dikenal dengan istilah gangguan skizoafektif atau schizoaffective disorder.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi penderita schizoaffective disorder, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gangguan mental tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut penjelasan mengenai kondisi schizoaffective disorder.

Pengertian Schizoaffective Disorder

Seperti yang sudah dipaparkan secara singkat di atas, schizoaffective disorder merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan adanya gejala gangguan skizofrenia dan gangguan suasana hati (mood disorder). Gejala gangguan skizofrenia dalam hal ini adalah timbulnya halusinasi, delusi, dan gejala psikosis lainnya. Sedangkan gejala gangguan suasana hati yang dimaksud adalah kondisi depresi dan mania.

Penderita schizoaffective disorder akan mengalami berbagai kendala dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kualitas hidup yang dimiliki akan menurun. Misalnya kemampuan dalam bekerja, sekolah, hingga interaksi secara sosial lainnya. Tidak hanya itu, mereka juga akan membutuhkan bantuan orang lain untuk bisa mendukunya menjalani kehidupan sehari-hari.

Kondisi yang dialami oleh penderita schizoaffective disorder bisa dikatakan sebagai kondisi yang cukup parah. Pasalnya, dua gangguan mental yang bergabung menjadi satu ini bukan gangguan mental yang bisa dianggap remeh.

Jika dilihat dari gangguan suasana hati yang dialami, kondisi penderita schizoaffective disorder terbagi dalam dua tipe, yaitu:

Schizoaffective disorder tipe bipolar

Tipe yang pertama adalah schizoaffective disorder tipe bipolar. Dalam kasus ini, penderita mengalami gejala gejala-gejala bipolar. Gejala bipolar mencakup episode manik dan depresi. Episode manik adalah kondisi dimana penderita mengalami peningkatan suasana hati. Sedangkan episode depresi adalah kondisi dimana penderita mengalami penurunan suasana hati.

Baca juga : Dampak Positif dan Negatif Dari Hipnoterapi

Schizoaffective disorder tipe depresi

Tipe yang kedua adalah schizoaffective disorder tipe depresi. Berbeda dengan schizoaffective disorder tipe bipolar yang mengalami fase manik dan depresi, schizoaffective disorder tipe depresi ini hanya mengalami fase depresi. Artinya, penderita akan mengalami kesedihan mendalam sehingga kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari.

Itu dia dua tipe dari schizoaffective disorder. Meski demikian, baik schizoaffective disorder tipe bipolar, maupun schizoaffective disorder tipe depresi, keduanya sama-sama mengalami gejala psikotik. Gejala psikotik dalam hal ini adalah delusi dan halusinasi.

Delusi atau yang juga dikenal dengan waham adalah kondisi dimana seseorang memiliki keyakinan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Sedangkan halusinasi adalah kondisi dimana seseorang mampu melihat, mendengar, mencium, merasa, dan mengecap hal-hal yang sebenarnya tidak nyata. Kondisi psikotik ini membuat penderita kesulitan untuk membedakan imajinasi dan kenyataan.

Penyebab Schizoaffective Disorder

Sayangnya hingga saat ini penyebab pasti dari kondisi schizoaffective disorder belum diketahui. Meski demikian, banyak ahli yang sependapat bahwa kondisi schizoaffective disorder bisa saja dipicu oleh beberapa faktor berikut:

Kelainan struktur otak

Pada beberapa kasus schizoaffective disorder ditemukan bahwa terdapat kelainan struktur otak penderitanya. Meski demikian, hal ini belum bisa dijadikan patokan utama sebagai penyebab schizoaffective disorder. Kelainan struktur otak yang dimaksud adalah ukuran yang tidak semestinya pada bagian otak tertentu, seperti hipokampus, dan talamus.

Genetik

Tidak bisa dipungkiri bahwa faktor genetik sedikit banyak memberikan kontribusi terhadap kondisi kesehatan mental seseorang. Hal tersebut juga berlaku pada kasus schizoaffective disorder. Dalam hal ini, orang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi schizoaffective disorder, skizofrenia, atau gangguan suasana hati, maka akan beresiko mengalami kondisi schizoaffective disorder.

Lingkungan

Selain faktor genetik, faktor lingkungan juga cukup mempengaruhi kondisi mental seseorang. Dalam hal ini, seseorang yang memiliki lingkungan dengan tingkat stress tinggi akan beresiko mengalami schizoaffective disorder. Selain itu, orang-orang yang pernah mengalami kejadian traumatis juga beresiko mengalami kondisi serupa. Hal ini akan semakin kuat jika penderita tidak mendapatkan pertolongan secara medis.

Mengkonsumsi obat-obatan tertentu

Perlu diketahui bahwa obat memang memiliki manfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Namun mengkonsumsi obat disarankan harus melalui resep dari dokter. Terutama obat-obatan dengan label tertentu. Hal ini dikarenakan efek samping dari beberapa obat yang cukup serius. Misalnya, obat-obatan psikoaktif dan psikotropika yang mampu mengganggu pikiran dan bisa berdampak pada kondisi schizoaffective disorder. Untuk itu diperlukan kebijakan dalam mengkonsumsi obat-obatan semacam itu.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai kondisi schizoaffective disorder. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Hipnoterapi : Penanganan Masalah Kesehatan Mental Dengan Metode Hopnosis

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Schizoaffective Disorder : Gangguan Mental Dengan Kombinasi Gejala Skizofrenia dan Gangguan Mood — DeepTalk