Semua artikel
Kesehatan Mental Anak

Regulasi Emosi Pada Anak : Pentingnya Pengajaran Emosi Sejak Dini

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Tentu semua orang tua menginginkan anaknya untuk selalu aman dan bahagia, walaupun tidak semua orang akan 100% bahagia sepanjang waktu. Namun, masa kecil adalah masa yang paling penting untuk mendapatkan kebahagiaan karena ini akan membawanya pada kehidupan saat dewasa. Dalam hal ini pun perlu adanya regulasi emosi yang diajarkan sejak dini untuk anak-anak demi mendapatkan kebahagiaan atau segala emosi yang valid.

Dikatakan sebelumnya bahwa penting untuk mausia selalu bahagia di masa kecilnya, karena jika tidak seringkali hasilnya adalah penuh dengan tangisan, amukan hingga kehancuran total. Tidak hanya orang tua yang merasa frustasi ketika menghadapi si anak, begitu pun anak juga merasa lelah karena sulit menyampaikan apa keinginan atau perasaan mereka. Bahkan terkadang anak-anak merasa diabaikan atau diremehkan atas sesuatu yang mereka katakan sehingga membuatnya bersikap demikian.

Melihat kondisi tersebut, tentunya juga penting untuk anak-anak memiliki regulasi emosi. Sehingga orang tua juga perlu memberikan bimbingan bagi anak-anak untuk mengajarkan mengelola emosi sejak dini. Ini merupakan proses yang tidak terjadi secara instan, sehingga perlu pemahaman lebih dari orang tua juga.

Regulasi Emosi Pada Anak

Bagi sebagian orang dewasa, mungkin merasa kesulitan untuk mengeskpresikan perasaan dirinya sendiri. Pun demikian anak-anak, terlebih selama terjadinya perubahan secara signifikan pada kehidupan mereka. Anak-anak bisa mejadi tidak yakin akan apa yang terjadi selanjutnya, sehingga mengarah pada reaksi emosionalnya.

Oleh sebabnya, diperkenalkanlah regulasi emosi yang merupakan proses mengenali, berbagi, dan menampilkan perasaan dengan tepat. Hal ini menjadi proses yang rumit karena melibatkan pikiran, perasaan dan tindakan seseorang untuk kemudian bekerja bersama.

Regulasi emosi menjadi tugas utama bagi seorang anak. Namun, diusianya yang masih belia dalam memahami isi kehidupan ini, perlu adanya dukungan dari orang dewasa untuk mencapai hal tersebut. Layaknya seorang bayi yang membutuhkan bantuan untuk bisa mendapatkan kebutuhan dasar mereka, anak juga membutuhkan bantuan dalam mengelola atau mengembangkan keterampilan regulasi emosi mereka. 

Bayi sebagai tahapan atau fase awal kehidupan manusia tidak langsung memiliki regulasi emosi pada dirinya. Emosi pertama yang bisa dikenali pada bayi antara lain gembira, marah, takut, sedih. Lalu belakangan ketika anak-anak mulai mengembangkan rasa diri, emosi yang muncul lebih kompleks seperti rasa malu, terkejut, gembira, malu, rasa bersalah bangga hingga empati.

Saat anak-anak berada di usia sekolah dasar, mereka masih belajar mengidentifikasi emosi, memahami mengapa itu terjadi dan bagaimana mengelolanya dengan tepat. Emosi anak-anak yang sangat kecil sebagian besar terdiri dari reaksi fisik (misalnya jantung berdebar-debar, kupu-kupu di perut) dan perilaku. Hingga kemudian saat mereka tumbuh, anak-anak akan mulai mengembangkan kemampuan untuk mengendalikan perasaan.

Para ahli psikologi melaporkan bahwa orang tua atau pengasuhnya merupakan panutan penting bagi anak-anak. Segala perilaku yang mereka lakukan akan diperhatikan oleh anak-anak untuk kemudian bisa saja diikuti, termasuk bagaimana mengatur emosi. Ini membantu anak-anak untuk belajar bagaimana mengelola perasaan mereka sendiri, juga perilaku yang menyertainya untuk kemudian bisa mereka pelajari secara mandiri.

Dikarenakan anak-anak sulit untuk menemukan kata-kata dalam mengekspresikan diri secara lisan, mereka cenderung sering menyampaikan emosinya melalui perilaku mereka. Atau bisa jadi karena mungkin merasa terbebani oleh emosinya sehingga membutuhkan bantuan orang dewasa untuk mengelolanya.

Dengan demikian, penting bagi orang tua meluangkan waktu untuk mempertimbangkan kebutuhan emosional di balik perilaku anak. Misalnya, daripada ‘mencari perhatian’, seorang anak mungkin sebenarnya ‘mencari hubungan emosional’ dengan orang tua atau pengasuhnya.

Anak-anak tentunya bisa belajar dalam mengatur emosi. Mereka dapat belajar mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai dan berperilaku dengan cara yang sesuai dengan situasi mereka saat ini. Dengan demikian, kehancuran pada diri anak-anak akan berkurang seiring dengan kedamaian yang tercipta pada hubungan anak dengan orang tua atau lingkungan sekitarnya.

Baca juga: Macam Tingkat Krisis Kehidupan yang Dihadapi Manusia

Pentingnya Regulasi Emosi Sejak Dini Pada Anak

Tidak hanya untuk orang dewasa, regulasi emosi juga penting bagi kehidupan anak-anak yang akan dibawa saat mereka dewasa kelak. Regulasi emosi pada anak penting karena hal itu memengaruhi pemahaman mereka tentang situasi, bagaimana mereka merespon, perilaku mereka, hingga kebahagiaan hidup mereka. Dengan memberi anak-anak dukungan dalam memahami dan mengelola emosi juga dapat memberi mereka keterampilan yang akan mereka gunakan di masa dewasa.

Selain itu, para ahli psikologi juga menyatakan bahwa kecerdasan emosional yang dibawa dari keterampilan regulasi emosi penting karena hal tersebut memungkinkan anak untuk memiliki kesadaran dan kendali atas apa yang dilakukannya. Ini juga dapat menghasilkan tingkat stres yang lebih rendah, yang berhubungan dengan kesehatan yang lebih baik.

Regulasi emosi juga memungkinkan terciptanya hubungan sosial seperti persahabatan yang lebih memuaskan dan lebih langgeng. Anak juga bisa menenangkan diri sendirinya yang menghantarkannya pada kondisi yang lebih fokus, berkonsentrasi dan berpikir lebih jernih ketika menghadapi situasi yang menantang. Tentu ini bisa membuat anak menjadi lebih tangguh sehingga perubahan yang membawa tekanan atau stres lebih mudah untuk dihadapi.

Anak- anak disarankan untuk selalu memahami perasaan melalui regulasi emosi mereka karena dapat membuat anak-anak:

– Membentuk persahabatan yang lebih kuat dengan anak-anak lain

– Menenangkan diri mereka lebih cepat ketika mereka marah

– Berbuat lebih baik di sekolah dan di lingkungan sekitanya

– Menangani suasana hati mereka dengan lebih baik dan memiliki lebih sedikit emosi negatif

– Lebih jarang sakit

Baca juga: Bagaimana Resiliensi Mampu Mengatasi Stres dan Tekanan Dalam Hidup?

 

Sumber:

Source Kids. (2019, June 21). Emotional regulation: how children learn to manage their feelings & how you can help. Source Kids. https://www.sourcekids.com.au/emotional-regulation-how-children-learn-to-manage-their-feelings-how-you-can-help

Foley, W. (2020). The Importance of Teaching Emotional Regulation to Young Children. Crossroads Health. https://crossroadshealth.org/teaching-emotional-regulation-to-young-children/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Regulasi Emosi Pada Anak : Pentingnya Pengajaran Emosi Sejak Dini — DeepTalk