Deeptalk.co.id – Menjadi orang tua merupakan pekerjaan seumur hidup yang tentunya sangat tidak mudah. Bahkan beberapa orang beranggapan bahwa, menjadi orang tua artinya kita memerankan banyak sekali profesi dalam satu waktu. Menjadi guru untuk mendidik anak, menjadi perawat saat anak sakit, dan masih banyak lagi. Tentu dengan semua tanggung jawab yang tidak mudah itu, menjadikan peran orang tua sangat bermakna bagi anak mereka. Maka dari itu, orang tua penting untuk membekali diri mereka dengan berbagai ilmu pengetahuan terkait parenting, salah satunya mengenai perkembangan anak.
Saat ini kita hidup di jaman teknologi, artinya kita bisa menemukan berbagai informasi dengan sangat mudah. Sayangnya, mudah juga bagi mereka yang menciptakan informasi-informasi tidak akurat. Sehingga, terkadang informasi yang kita dapatkan malah melenceng dari maksud yang sebenarnya. Hal serupa juga terjadi pada informasi terkait perkembangan anak.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai mitos dan fakta tentang perkembangan anak. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu memiliki anak dengan kemungkinan kelainan perkembangan, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut bersama para ahli. Dengan begitu anak bisa segera mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh manusia menjadi lebih kompleks. Perkembangan manusia sendiri mencakup kemampuan motorik kasar, motorik halus, berbicara dan berbahasa, bersosialisasi, dan juga kemandirian.
Pada dasarnya setiap manusia mengalami proses perkembangan yang berbeda-beda. Namun tahukah kamu bahwa perkembangan manusia terjadi sangat pesat pada masa balita, yaitu usia 0-5 tahun. Maka tidak heran jika pada usia tersebut dikenal dengan istilah the golden age.
Memperhatikan perkembangan anak di awal masa kehidupannya merupakan hal yang penting. Sayangnya tidak semua orang memiliki kapasitas untuk hal tersebut. Banyaknya informasi-informasi tidak benar di luar sana, mengakibatkan kesalahan dalam membesarkan anak. Maka dari itu, berikut beberapa mitos dan fakta tentang perkembangan anak:
Saat Anak Terlambat Berbicara

Mitos yang tersebar di masyarakat, terlambat berbicara bisa dibiarkan saja, kedepannya anak akan belajar dengan sendirinya. Namun faktanya, orang tua harus tahu apa yang membuat anak belum bisa berbicara seperti halnya anak-anak se-usianya.
Kemampuan berbicara merupakan salah satu modal awal untuk anak bisa beradaptasi dengan lingkungan luar. Maka dari itu jika anak mengalami keterlambatan dalam berbicara, sudah seharusnya orang tua mencari tahu penyebab dari hal tersebut. Bisa jadi dipicu oleh masalah-masalah psikologis, masalah mental, dan lain sebagainya. Jika memang ditemukan adanya masalah, maka anak bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca juga: Tips Mencegah Percobaan Bunuh Diri
Anak Pendiam

Mitos selanjutnya terkait perkembangan anak adalah kondisi anak yang lebih banyak diam dianggap sebagai anak yang pintar dan pengertian. Namun faktanya, anak-anak seharusnya banyak tanya, banyak eksplorasi, dan banyak melakukan hal-hal baru untuk merangsang tumbuh kembangnya. Dengan demikian, diamnya anak tentu perlu menjadi warning bagi setiap orang tua.
Anak yang pendiam, terutama jika anak sampai tidak merespon stimulus yang diberikan bisa jadi anak memang mengalami masalah dalam menangkap stimulus. Anak perlu belajar banyak hal untuk mengenalkan dunia luar. Jangan sampai diamnya anak justru menyimpan hal-hal yang pada dasarnya tidak orang tua harapkan. Misalnya anak memendam perasaan mereka, yang nantinya bisa menjadi bom waktu di kemudian hari.
Usia 1,5 Tahun Anak Belum Bisa Berjalan

Anak memang memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam perkembangan motoriknya. Namun, terdapat batasan-batasan usia tertentu yang seharusnya anak sudah bisa menguasai beberapa kemampuan. Misalnya, salah satu mitos yang cukup umum adalah mengenai anak usia 1,5 tahun yang belum bisa berjalan dianggap baik-baik saja.
Faktanya, walaupun perkembangan anak berbeda-beda, namun pada usia 1,5 tahun belum mampu untuk berjalan seharusnya menjadi warning bagi setiap orang tua. Penting bagi orang tua mencari tahu penyebab dari hal tersebut. Apakah karena kurangnya stimulasi eksternal, atau anak memang mengalami masalah dalam kemampuan motoriknya, khususnya dalam kemampuan berjalan.
Kemampuan Membaca

Beberapa sekolah dasar membuat salah satu syarat penerimaan siswa baru adalah mampu membaca dengan baik. Hal inilah yang mungkin membuat mitos anak-anak usia prasekolah seharusnya sudah mampu untuk membaca.
Faktanya, walaupun pemberian stimulus baik diberikan sebelum anak masuk sekolah, namun bukan berarti anak yang belum bisa membaca saat usia prasekolah adalah tanda kemunduran anak. Mengajar anak untuk bisa membaca memang harus dilakukan sejak dini, namun dengan cara yang sederhana. Maka dari itu, cukup tidak bijak jika mengharuskan anak sudah mampu membaca pada usia prasekolah.
Itu dia beberapa mitos dan fakta terkait perkembangan anak. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog jika ditemukan kelainan dalam proses perkembangan anak. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Gejala dan Cara Mengatasi Suicide Attempt
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



