Semua artikel
Emosi

Regulasi Emosi: Fondasi Kesehatan Mental dalam Perspektif Psikologi Modern

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Setiap orang memiliki emosi. Emosi sendiri merupakan pola reaksi yang cukup kompleks, dimana hal tersebut melibatkan pengalaman, perilaku, dan fisiologis, yang digunakan sebagai bentuk respon terhadap sesuatu yang dihadapi.

Setiap emosi normal untuk dirasakan, baik itu emosi positif, maupun emosi negatif. Beberapa orang mungkin menganggap bahwa emosi negatif tidak pantas untuk diekspresikan. Padahal, memendam emosi negatif justru bisa berdampak buruk terhadap kesehatan mental. Lantas, apakah kita harus mengamuk saat merasa marah? Tentu tidak seperti itu. Maka dari itu, ada yang namanya regulasi emosi.

Seperti apa regulasi emosi itu? Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang regulasi emosi dalam perspektif psikologi. Namun, sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami masalah terkait regulasi emosi, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan psikolog. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Regulasi Emosi

Emotional intelligence, balance emotion. Man walk thin rope with bad and good emotions. Unstable mental state and tight emotion control. Psychological and mental stability. Mindful calm, harmony

Regulasi emosi adalah kemampuan seseorang dalam menilai, mengatasi, mengelola, dan mengungkapkan emosinya secara tepat demi mendapatkan keseimbangan emosional. Regulasi emosi juga mencakup kemampuan untuk mengelola perasaan secara sadar maupun tidak sadar agar sesuai dengan konteks sosial dan pribadi.

Setiap orang tentu memiliki emosi, namun tidak semua orang memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik. Padahal kemampuan regulasi emosi ini sangat penting, khususnya dalam kehidupan bersosial. Selain itu, regulasi emosi juga membantu seseorang untuk mengenal dirinya sendiri, dan mengevaluasi perasaan yang dialami.

Baca juga: Mindful Parenting dalam Era Digital: Tantangan dan Solusinya

Komponen Regulasi Emosi

Businessman running in gear wheels generate creative business idea Employee inside cogwheel in hurry develop innovation or startup Leader reach goal power of motivation Hard work and success

Untuk mengenal regulasi emosi secara lebih dalam, kita perlu tahu proses apa saja yang dialami dalam regulasi emosi. Berikut beberapa komponen regulasi emosi:

·         Identifikasi emosi, yaitu proses dimana seseorang mampu untuk menyadari, mengenali, dan memahami emosi yang muncul.

·         Evaluasi emosi, yaitu proses dimana seseorang mulai mengenali emosi tersebut, termasuk seberapa intens emosi itu terjadi, atau penyebab dari terbentuknya emosi tersebut.

·         Strategi pengaturan, yang merupakan cara seseorang dalam menenangkan diri atau menyesuaikan diri dengan emosi. Misalnya dengan distraksi, ekspresi emosional yang sehat, dan lain sebagainya.

·         Pemantauan dan penyesuaian, yaitu upaya untuk mengevaluasi efektivitas dari strategi yang dilakukan terhadap emosi yang dirasakan. Jika memang cukup efektif, bisa dilakukan penyesuaian terhadap strategi tersebut.

Peran Regulasi Emosi Terhadap Kesehatan Mental

Hand drawn time management illustration

Regulasi emosi memang sekilas bagaikan kemampuan dasar yang cukup sederhana. Namun perlu diketahui bahwa kemampuan yang satu ini sangat dibutuhkan oleh manusia. Pasalnya, kemampuan regulasi emosi bisa membantu seseorang memiliki kehidupan sosial yang baik. Selain itu, kemampuan regulasi emosi yang baik juga bisa membantu seseorang terhindar dari berbagai masalah kesehatan mental, misalnya:

·         Depresi, yaitu gangguan mental yang ditandai dengan timbulnya rasa sedih mendalam sehingga kehilangan minat akan kehidupan dan aktivitas yang dulunya disenangi.

·         Gangguan kecemasan, yaitu gangguan mental yang ditandai dengan timbulnya perasaan cemas, khawatir, atau takut secara berlebihan  terhadap objek atau situasi tertentu.

·         Gangguan kepribadian borderline, yaitu gangguan mental yang mempengaruhi emosi, citra diri, dan menimbulkan perilaku impulsif.

·         Post traumatic stress disorder (PTSD), yaitu gangguan mental yang diakibatkan oleh kejadian traumatis.

Seseorang yang memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik juga dipercaya mampu memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Maka dari itu, kemampuan regulasi emosi memang memiliki peran besar terhadap kesehatan mental.

Strategi Penerapan Regulasi Emosi

Hand drawn time management concept

Regulasi emosi bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Namun beberapa orang memang mengalami kendala. Maka dari itu, cobalah untuk menerapkan beberapa strategi berikut untuk memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik:

·         Mindfulness, yaitu suatu upaya untuk merasakan emosi secara sadar, tanpa adanya penilaian atau penghakiman terhadap emosi tersebut.

·         Cognitive reappraisal, yaitu upaya mengubah cara pandang terhadap situasi yang memicu emosi. Artinya, strategi yang satu ini membantu kita untuk melihat sudut pandang lain dari pemicu emosi.

·         Problem solving, yaitu kemampuan menghadapi dan mencari solusi dari permasalah secara langsung.

·         Social support, yaitu dukungan sosial secara emosional dari orang-orang terdekat, misalnya dari teman, keluarga, guru, dan lain sebagainya.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai regulasi emosi. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa regulasi emosi adalah kemampuan merespon emosi dengan baik. Regulasi emosi juga dapat membantu mengurangi resiko gangguan mental, dan mendatangkan kesejahteraan mental. Dengan demikian, penting bagi kita mempelajari kemampuan regulasi emosi.

Jika kamu mengalami kesulitan dalam penerapan regulasi emosi. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Mindful Parenting dan Pembentukan Self-Esteem Anak

 

Sumber:

Gross, J. J. (1998). The Emerging Field Of Emotion Regulation: An Integrative Review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299. https://doi.org/10.1037/1089-2680.2.3.271.

Aldao, A., Nolen-Hoeksema, S., & Schweizer, S. (2010). Emotion-Regulation Strategies Across Psychopathology: A Meta-Analytic Review. Clinical Psychology Review, 30(2), 217–237. https://doi.org/10.1016/j.cpr.2009.11.004.

Eisenberg, N., Spinrad, T. L., & Morris, A. S. (2001). Regulation, Resiliency, And Quality Of Social Functioning. Self and Identity, 1(2), 121–128.

Matsumoto, D., Yoo, S. H., & Nakagawa, S. (2008). Culture, Emotion Regulation, And Adjustment. Journal of Personality and Social Psychology, 94(6), 925–937. https://doi.org/10.1037/0022-3514.94.6.925.

Linehan, M. M. (1993). Cognitive-Behavioral Treatment of Borderline Personality Disorder. New York: Guilford Press.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Regulasi Emosi: Fondasi Kesehatan Mental dalam Perspektif Psikologi Modern — DeepTalk