Semua artikel
Emosi

Positive Vibes Sebagai Strategi Koping: Apakah Baik Untuk Kesehatan Mental?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Istilah positive vibes tentu tidak asing lagi ditelinga kita. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, istilah positive vibes memang menjadi topik yang seru untuk diperbincangkan. Istilah positive vibes kembali ditelaah lebih dalam pada cabang ilmu psikologi positif di awal tahun 2000an. Meski demikian, istilah tersebut sebenarnya sudah lama ada.

Positive vibes seringkali menjadi label untuk orang-orang atau sekelompok orang yang memberikan energi positif ke sesama mereka. Namun sayangnya, tidak sedikit orang yang menganggap positive vibes sebagai ancaman. Pasalnya, positive vibes dianggap sebagai strategi koping untuk menutupi emosi-emosi negatif yang tidak boleh diabaikan.

Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang positive vibes sebagai strategi koping. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami masalah mental, cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog agar mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Positive Vibes

Low angle of woman posing in the sun with clear sky

Positive vibes adalah istilah untuk menggambarkan energi positif yang terpancar saat melakukan interaksi sosial. Positive vibes dianggap sebagai media untuk menyalurkan emosi atau energi positif kepada orang-orang disekitar. Itulah mengapa kita selalu dianjurkan untuk bergaul atau berelasi dengan orang-orang yang memiliki energi positif.

Positive vibes tidak hanya tentang pola pikir yang positif, namun juga tentang bagaimana seseorang menyikapi kondisi dengan realistis dan optimis. Selain itu, positive vibes juga berhubungan dengan empati terhadap orang lain dan diri sendiri. Orang atau lingkungan dengan positive vibes juga akan menularkan semangat dan ketenangan emosional secara tulus. Dalam konteks psikologis, positive vibes berhubungan dengan kebahagiaan, haran, dan keterhubungan sosial.

Baca juga: Toxic Positivity vs Positive Vibes: Menemukan Batas Sehat dalam Berpikir Positif

Pengertian Strategi Koping

Back view of woman wearing hat and posing in the fields

Strategi koping adalah upaya yang dilakukan manusia untuk mengatasi tekanan, stress, maupun emosi-emosi negatif lainnya saat dalam kondisi sulit. Pada dasarnya strategi koping bukanlah hal yang buruk. Pasalnya, dengan strategi koping seseorang mampu melewati tekanan dalam kehidupan yang tidak selalu damai ini.

Strategi koping sendiri memiliki dua sifat yang sangat bertolak belakang. Sifat strategi koping pertama adalah adaptif/konstruktif, yaitu membantu individu untuk mengatasi masalah, stress, atau tekanan yang dirasakan. Sedangkan sifat strategi koping kedua adalah maladaptif/destruktif, yaitu menambah stress karena menghindari stress tanpa adanya solusi.

Setiap orang tentu memiliki strategi kopingnya masing-masing. Maka dari itu, walaupun memiliki strategi koping, tidak semua orang mampu untuk mengatasi tekanan, stress, atau cobaan hidup dengan baik.

Positive Vibes Sebagai Strategi Koping

Smiley female friends having fun by the lake

Seperti yang sudah dipaparkan pada posisi sebelumnya, strategi koping bisa bersifat positif maupun negatif. Hal yang sama berlaku untuk positive vibes sebagai strategi koping. Jika diarahkan ke sifat strategi koping adaptif, maka positive vibes justru bisa menjadi solusi baik untuk kesehatan mental. Sedangkan jika positive vibes sebagai strategi koping yang bersifat maladaptif, justru akan mengarah pada toxic positivity.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan agar positive vibes bisa sebagai strategi koping yang bersifat adaptif:

Positive reappraisal (penilaian ulang positif)

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan positive reappraisal atau penilaian ulang positif, yaitu mengubah cara pandang terhadap stress atau tekanan menjadi lebih positif. Misalnya dengan “saya akan belajar dari kegagalan ini”, bukan “kegagalan ini adalah akhir dari segala-galanya”. Namun perlu diingat bahwa penilaian ulang positif ini bukan berarti mengabaikan perasaan negatif yang timbul. Langkah ini bisa membantu seseorang untuk menjaga suasana hati, dan tetap optimis dengan situasi yang sedang dihadapi.

Emotional regulation (pengaturan emosi)

Hal kedua yang bisa dilakukan adalah dengan emotional regulation atau pengaturan emosi, yaitu meredakan emosi-emosi negatif seperti perasaan sedih, kecewa, cemas, dan lain-lain, dengan menyeimbangkan emosi positif, seperti rasa syukur, harapan, humor, dan lain-lain.

Broaden and build theory

Hal ketiga yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan broaden and build theory, yang dikenalkan oleh Barbara Fredrickson. Broaden and build theory menjelaskan bahwa emosi positif mampu memperluas cara berpikir seseorang. Artinya, dengan positive vibes seseorang memiliki kemampuan berpikir kreatif dalam mencari solusi terhadap permasalah yang tengah dihadapi.

Social support activation

Hal keempat yang bisa dilakukan adalah dengan social support activation. Perlu diingat bahwa menjadi orang dengan positive vibes cenderung akan disenangi oleh orang-orang sekitar. Jika kita bisa membangun lingkungan yang positif, maka akan sangat mungkin bagi kita mendapatkan support atau dukungan sosial. Dukungan sosial inilah yang bisa membantu seseorang menghadapi tekanan atau stress.

Itu dia penjelasan mengenai positive vibes sebagai strategi koping. Jika kamu mengalami masalah mental, cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Mengapa Positive Vibes Bisa Menular? Perspektif Psikologi Sosial

 

Sumber:

Fredrickson, B. L. (2001). The Role Of Positive Emotions In Positive Psychology: The Broaden-And-Build Theory Of Positive Emotions. American Psychologist, 56(3), 218–226.

Folkman, S., & Moskowitz, J. T. (2000). Positive Affect and the Other Side of Coping. American Psychologist, 55(6), 647–654.

Gross, J. J. (1998). The Emerging Field Of Emotion Regulation: An Integrative Review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Positive Vibes Sebagai Strategi Koping: Apakah Baik Untuk Kesehatan Mental? — DeepTalk