Deeptalk.co.id – Kebiasaan manusia masa kini cenderung menilai bahwa emosi negatif adalah hal yang buruk. Sehingga mereka berusaha untuk mengabaikannya atau bahkan berusaha menghilangkannya agar tidak merasakan kembali emosi negatif tersebut. Ini dapat diartikan seperti, “jika terasa buruk dan menyakitkan, hentikan.”
Padahal kenyataannya orang-orang mengalami lebih dari sekedar perasaan buruk setiap harinya. Entah dari yang kehilangan pekerjaan, hingga orang-orang terkasih atau bahkan merasakan kehancuran atas suatu tragedi. Semua perasaan sulit pernah dirasakan setiap orang dan hal itu merupakan suatu yang wajar dan perlu diterima.
Selain itu, merasakan emosi negatif juga sebenarnya memiliki beberapa kegunaan. Oleh karenanya, setiap orang memiliki kesempatan untuk menilai manfaat dari emosi serta pengalaman negatifnya. Juga bagaimana seseorang dapat menggunakannya untuk perbaikan pribadi dan bukan malah menjauhkannya.

Mengenal Apa Itu Emosi Negatif
Amarah, frustasi, ketakutan dan “emosi negatif” lainnya adalah bagian dari pengalaman manusia. Semua itu dapat menyebabkan stres dan sering dilihat sebagai emosi yang harus dihilangkan, dihindari atau diabaikan. Padahal merasakan dan mengalaminya merupakan suatu hal yang menyehatkan. Sehingga ada alasan mengapa manusia tidak boleh menyangkal emosi negatif yang dirasakan.
Ketika kita berbicara tentang apa yang disebut emosi negatif, penting untuk diingat bahwa emosi ini, pada dasarnya, tidak negatif seperti dalam konotasi makna yang “buruk”. Ini lebih dari mereka berada di ranah negatif sebagai lawan positif.
Emosi tidak selalu baik atau buruk, dan itu hanyalah keadaan serta sinyal yang memungkinkan seseorang untuk lebih memperhatikan peristiwa yang menciptakannya. Ini bisa memotivasi diri untuk menciptakan lebih banyak atau lebih sedikit pengalaman tertentu.
Tidak seperti beberapa emosi, emosi negatif tidak selalu menyenangkan dan tidak nyaman untuk dialami. Oleh karenanya emosi ini mendapatkan penamaan dengan konotasi yang buruk. Akan tetapi, seperti kebanyakan emosi, mereka ada karena suatu alasan dan sebenarnya bisa sangat berguna untuk dirasakan.
Baca juga: Cara Mengurangi Kebiasaan Negative Self-Talk
Mengapa Kita Harus Tetap Merasakan Emosi Negatif?
Kemarahan, ketakutan, kebencian, frustrasi, dan kecemasan adalah keadaan emosi negatif yang dialami banyak orang secara teratur, tapi berusaha untuk dihindari. Dan ini bisa dimengerti karena emosi ini dirancang untuk membuat kita tidak nyaman.
Namun, emosi negatif tetap ada untuk menjaga seseorang tetap aman. Setiap orang mengalaminya secara tidak sadar sebagai respons terhadap rangsangan lingkungan. Seperti emosi ketakutan yang bisa memberikan reaksi untuk melawan atau berlari. Juga rasa jijik yang mengingatkan diri sendiri pada potensi patogen.
Emosi negatif juga dapat membuat seorang individu lebih efektif dalam aktivitas sehari-hari. Dalam sebuah artikel tahun 2009 yang berpengaruh di jurnal Psychological Review, psikolog evolusi Paul W. Andrews dan J. Anderson Thomson berpendapat bahwa kesedihan atau bahkan depresi tetap bertahan dalam menghadapi evolusi karena membawa manfaat kognitif.
Ada bukti bahwa kesedihan membuat seseorang lebih baik dalam menilai realitas dalam situasi sosial. Ini dikarenakan manusia cenderung menyanjung diri sendiri atau mengabaikan kebenaran negatif. Kesedihan bahkan bisa membuat diri sendiri lebih produktif di tempat kerja dengan meningkatkan fokus dan membantu untuk belajar dari kesalahan.
Selain itu, ahli psikolog telah menemukan bahwa banyak pengalaman paling bermakna dalam hidup ternyata yang memiliki rasa cukup menyakitkan. Dalam satu studi tahun 2018, misalnya, dua psikolog di Western Illinois University meminta sekelompok besar mahasiswa untuk melaporkan emosi positif dan negatif serta kebermaknaannya, yang mereka kaitkan dengan pendidikan dan hubungan mereka.
Para siswa melaporkan bahwa hal-hal ini memberi mereka makna yang luar biasa, tetapi biayanya tinggi. Saat para peneliti meringkas temuan mereka, yakni makna melibatkan pengaruh negatif dan kekhawatiran akan kehilangan.
Lalu ada juga penelitian yang menyebutkan paparan emosi negatif membuat seseorang lebih kuat ketika ada krisis yang sebenarnya. Penelitian menunjukkan bahwa “pelatihan inokulasi stres” di mana orang belajar mengatasi kemarahan, ketakutan, dan kecemasan dengan terpapar rangsangan yang menimbulkan perasaan tersebut, efektif dalam menciptakan ketahanan emosional.
Sangat mudah untuk membayangkan bahwa upaya untuk menghilangkan perasaan buruk dari kehidupan sehari-hari dapat menyebabkan semacam “alergi emosional”. Yaitu ketika masa sulit datang dan seseorang merasakan kesedihan atau ketakutan yang tidak mungkin diabaikan, orang tersebut tidak akan memiliki alat untuk menghadapi perasaan ini.
Singkatnya, jika Anda menginginkan kehidupan yang penuh makna, cinta sejati, dan kekuatan emosional, itu akan melibatkan risiko (dan seringkali kenyataan) ketidaknyamanan, konflik, dan kehilangan. Artinya akan ada rasa sedih, takut, marah, dan muak. Jika Anda menghilangkan emosi dan pengalaman negatif dari hidup, Anda akan menjadi semakin miskin dan lemah karena melakukannya.
Baca juga: Penelitian: Ngobrol Bisa Membuat Suasana Hati Lebih Bahagia
Sumber:
Brooks, A. C. (2022, April 7). Don’t Push Away Your Negative Emotions. The Atlantic. https://www.theatlantic.com/family/archive/2020/06/dont-push-away-your-negative-emotions/613180/
Scott, E., PhD. (2022a, February 16). How Negative Emotions Affect Us. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/embrace-negative-emotions-4158317
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



