Semua artikel
Fenomena Psikologi 2

Pemimpin yang Terjebak Ilusi: Dunning-Kruger Effect dalam Kepemimpinan dan Politik

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Orang yang selalu berbicara melebihi kemampuannya memang sering kali menjengkelkan. Tapi, bagaimana jika orang tersebut adalah atasan atau pemimpin mu. Tentu akan sulit, terutama pemimpin tersebut sudah mengambil sebuah keputusan yang keliru.

Orang yang mengalami bisa kognitif misalnya ia menganggap dirinya berkemampuan tinggi padahal tidak kompeten, atau memiliki kemampuan tinggi namun ragu akan kemampuannya, dikenal dengan istilah dunning kruger effect. Fenomena dunning kruger effect yang dialami oleh para pemimpin tentu akan menimbulkan dampak yang tidak sederhana. Artikel kali ini akan secara khusus membahas dunning kruger effect pada pemimpin, dan dampak yang ditimbulkan.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami gejala gangguan mental. Cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Gambaran Pemimpin Dengan Dunning Kruger Effect

Rakyat, Bisnis, Pertemuan

Dunning kruger effect adalah fenomena psikologi yang pertama kali dikemukakan pada tahun 1999 oleh Dunning dan Kruger. Kedua psikolog tersebut meneliti dan menemukan kesimpulan bahwa terdapat fenomena dimana individu dengan kemampuan yang rendah cenderung melebih-lebihkan kemampuannya, sedangkan individu dengan kemampuan tinggi cenderung meragukan kemampuannya. Fenomena tersebut diberi nama dunning kruger effect, sesuai dengan nama kedua penemunya.

Dalam konteks kepemimpinan, pemimpin yang mengalami dunning kruger effect umumnya akan memiliki beberapa ciri-ciri berikut:

Kurang kompeten tapi memiliki rasa percaya diri yang berlebihan

Pemimpin dengan dunning kruger effect cenderung kurang kompeten, namun memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Hal inilah yang seringkali membuat mereka mengambil keputusan yang salah. Mereka enggan menerima masukan atau mempertimbangkan sebuah keputusan, dan dengan percaya diri mengambil sebuah keputusan yang salah. Sayangnya, penampilan mereka membuat orang lain terlalu yakin. Pada akhirnya memberikan dampak buruk di akhir.

Enggan menerima masukan

Rasa percaya diri yang begitu tinggi membuat pemimpin dengan dunning kruger effect enggan menerima masukan dari orang lain. Mereka terlalu yakin dengan kemampuannya yang sebenarnya tidak ada apa-apanya. Mereka juga merasa selalu “paling benar” sehingga mengabaikan kritik maupun masukan dari orang lain.

Gagal mengenali ketidakmampuannya

Pemimpin dengan dunning kruger effect umumnya akan gagal mengenali ketidakmampuannya. Padahal hal ini cukup penting bagi seorang pemimpin. Namun, rasa percaya diri yang terlalu tinggi membuatnya merasa bisa melakukan apapun.

Mengabaikan pelatihan dan pengembangan diri

Sekompeten apapun seorang pemimpin, latihan dan pengembangan diri perlu terus dilakukan. Pasalnya, latihan dan pengembangan dirilah yang membantu pemimpin untuk terus berinovasi. Namun, pemimpin dengan dunning kruger effect cenderung mengabaikan pelatihan dan pengembangan diri karena terlalu percaya diri akan kemampuannya.

Baca juga: Antara Ilusi dan Realita: Bagaimana Dunning-Kruger Effect Menghambat Pertumbuhan Pribadi

Dampak Kepemimpinan Dengan Dunning Kruger Effect

Rintisan, Pertemuan, Brainstorming

Kepemimpinan dengan dunning kruger effect bisa memicu banyak sekali masalah, diantaranya:

Kualitas pengambilan keputusan yang buruk

Dampak pertama adalah memungkinkan pengambilan keputusan yang salah atau memiliki kualitas buruk. Hal ini didasari oleh kurangnya pembanding sebelum mengambil keputusan. Selain itu, pemimpin dengan dunning kruger effect juga sulit menerima masukan maupun kritik dari orang-orang sekitarnya.

Penurunan moral tim

Dampak kedua adalah memungkinkan terjadinya penurunan moral tim. Pasalnya, tim yang dipimpin oleh pemimpin dengan dunning kruger effect akan merasa frustasi dengan segala tekanan dan masukan yang tidak pernah diterima. Tim akan merasa tidak dihargai dan kehilangan motivasi mereka. Hal tersebut memungkinkan terjadinya konflik internal, bahkan membesarnya kasus turnover karyawan.

Budaya organisasi yang tidak sehat

Dampak ketiga adalah mampu membentuk budaya organisasi yang tidak sehat. Bagaimana tidak, pemimpin dengan dunning kruger effect terkenal anti kritik, tertutup akan inovasi, dan tidak menghargai kolaborasi. Lama kelamaan, organisasi akan menjadi stagnan.

Kehilangan kredibilitas dan kepercayaan

Dampak keempat adalah pemimpin akan kehilangan kredibilitas dan kepercayaan dari orang-orang sekitarnya. Padahal, kredibilitas dan kepercayaan merupakan hal penting bagi seorang pemimpin, terutama dari anggota timnya. Meski demikian, anggota tim akan memaksakan kepercayaan, kepercayaan, dan respek walaupun rasa tersebut terkadang hanya ditampakkan di depan pemimpin saja.

Kesalahan berulang

Dampak kelima adalah pemimpin akan membawa anggota tim ke dalam kesalahan yang berulang. Hal ini dikarenakan mereka yang anti kritik, dan terlalu percaya diri akan kemampuannya. Padahal kenyataannya mereka tidak memiliki kemampuan yang memadai.

Itu dia penjelasan tentang gambaran pemimpin dengan dunning kruger effect, dan dampak yang bisa diciptakannya. Dari semua penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kondisi dunning kruger effect bisa menghambat suatu kepemimpinan. Maka dari itu, jika kamu seorang pemimpin yang terjebak dalam fenomena dunning kruger effect. Cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Percaya Diri Tapi Salah: Efek Dunning-Kruger di Era Media Sosial dan Informasi Cepat

 

Sumber:

Kruger, J., & Dunning, D. (1999). Unskilled and unaware of it: How difficulties in recognizing one's own incompetence lead to inflated self-assessments. Journal of Personality and Social Psychology, 77(6), 1121–1134. https://doi.org/10.1037/0022-3514.77.6.1121
Ehrlinger, J., Johnson, K., Banner, M., Dunning, D., & Kruger, J. (2008). Why the unskilled are unaware: Further explorations of (absent) self-insight among the incompetent. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 105(1), 98–121.
Ames, D. R., & Kammrath, L. K. (2004). Mind-reading and metacognition: Narcissism, not actual competence, predicts self-estimated ability. Journal of Nonverbal Behavior, 28(3), 187–209.
Goleman, D. (1998). Working with Emotional Intelligence. Bantam Books.
Maxwell, J. C. (2007). The 21 Irrefutable Laws of Leadership: Follow Them and People Will Follow You. Thomas Nelson.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait