Deeptalk.co.id – Menjadi makhluk sosial membuat kita tidak bisa menghindari keikutsertaan orang lain, dalam memberikan pendapat terhadap hidup kita. Hal semacam itu tidak jarang memberikan pengaruh besar dalam proses kehidupan seseorang. Bahkan dalam beberapa kondisi, kita sampai susah membedakan, mana komentar yang peduli akan kondisi kita, dan mana komentar yang justru menjatuhkan kita.
Tahukah kamu bahwa, tekanan yang diberikan oleh kelompok orang terhadap seseorang agar sesuai dengan harapan kelompok dikenal dengan istilah peer pressure. Selain dikenal dengan istilah peer pressure, kondisi serupa juga dikenal dengan istilah “tekanan teman sebaya”. Dalam hal ini, teman sebaya artinya seseorang yang berada dalam satu kelompok yang sama.
Kondisi semacam itu bisa beresiko terhadap masalah kesehatan fisik maupun mental seseorang. Meski demikian, peer pressure juga bisa berdampak positif bagi kehidupan. Untuk itu, penting bagi kita mengenal mengenai peer pressure. Sehingga bisa memilah mana hal baik yang bisa diambil, dan mana hal buruk yang bisa ditinggalkan.
Kondisi peer pressure ini cukup sering terjadi di usia remaja. Seperti yang kita ketahui bahwa, usia remaja adalah usia peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pada masa tersebut seseorang akan berinteraksi banyak dengan teman kelompoknya. Dengan kata lain, usia remaja adalah usia yang menyenangkan untuk menjalin pertemanan. Selain itu, usia remaja adalah momen dimana anak akan memulai eksplorasi yang lebih luas terhadap lingkungan sosial.
Jenis-Jenis Peer Pressure

Pada dasarnya, tekanan teman sebaya atau peer pressure ini memiliki banyak sekali cabang. Untuk mengenal lebih jauh mengenai peer pressure, tidak kalah penting bagi kita untuk mengetahui jenis-jenis peer pressure berikut:
· Spoken peer pressure (tekanan teman sebaya yang diucapkan), yaitu kondisi dimana kelompok teman sebaya secara langsung mengemukakan hal-hal yang perlu atau tidak perlu kamu lakukan.
· Unspoken peer pressure (tekanan teman sebaya yang tak terucapkan), yaitu kondisi dimana kelompok teman sebaya akan menunjukan dengan tindakan dan kamu bisa memilih untuk mengikuti keinginannya atau tidak.
· Direct peer pressure (tekanan teman sebaya secara langsung), yaitu kondisi dimana kelompok teman sebaya akan secara langsung menunjukan perilaku mereka, dan kamu akan diminta untuk langsung membuat keputusan.
· Indirect peer pressure (tekanan teman sebaya tidak langsung), yaitu kondisi dimana kelompok teman sebaya tidak secara langsung menunjukan perilaku mereka, namun kamu tetap harus membuat keputusan saat itu juga.
· Negative peer pressure (tekanan rekan negatif), yaitu kondisi dimana kelompok teman sebaya mengarahkan kamu ke hal-hal yang positif
· Positive peer pressure (tekanan rekan positif), yaitu kondisi dimana kelompok teman sebaya mengarahkan kamu ke hal-hal yang negatif.
Baca juga : Amylophagia: Kebiasaan Mengkonsumsi Terigu Mentah
Dampak Peer Pressure

Mengalami peer pressure bisa memberikan berbagai dampak, baik itu positif, maupun negatif. Untuk itu, berikut beberapa dampak dari peer pressure:
Kondisi akademis
Saat anak mengalami peer pressure dari teman sebayanya, tentu hal ini bisa berdampak kepada kondisi akademis mereka di sekolah. Jika peer pressure yang didapatkan merupakan hal-hal positif, maka anak akan semakin semangat untuk sekolah. Anak juga bisa mengalami peningkatan nilai akademik akibat dorongan positif dari teman-teman sebayanya. Tidak hanya itu, pola komunikasi yang terjalin dengan teman sebaya juga akan memperbaiki kemampuan komunikasi dan interaksi anak.
Namun, peer pressure juga bisa berdampak buruk pada kondisi akademis anak. Hal ini akan terjadi jika anak mendapatkan tekanan negatif. Misalnya, anak mengalami perundungan, di dorong untuk bolos sekolah, atau melakukan hal-hal nakal lainnya. Maka tidak jarang anak yang mengalami peer pressure cenderung melakukan kenakalan-kenakalan remaja. Walaupun anak menolak hal tersebut, namun anak tetap merasa tertekan, dan mengalami penurunan kualitas akademik.
Interaksi sosial
Selain kondisi akademik, peer pressure juga memberikan dampak kepada interaksi sosial seseorang. Sama halnya dengan kondisi akademik, interaksi sosial ini juga bisa berdampak positif dan negatif. Positif jika tekanan yang diberikan baik, artinya seseorang bisa memperbaiki pola komunikasi dengan saran yang diberikan. Juga negatif jika tekanan yang diberikan buruk, artinya seseorang cenderung menarik diri karena tidak nyaman dengan perilaku-perilaku negatif yang didapatkan.
Rasa percaya diri
Peer pressure juga berkontribusi dan pembentukan rasa percaya diri seseorang. Dalam hal ini, bisa positif dan negatif juga. Rasa percaya diri bisa meningkat jika tekanan yang diberikan mengarah ke hal-hal positif. Misalnya memberikan saran dalam berpenampilan, atau cara bersikap yang baik. namun rasa percaya diri juga bisa menurun jika diberikan tekanan negatif. Misalnya dengan body shaming, mengejek cara berbicara, dan lain sebagainya.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai peer pressure. Jika kondisi peer pressure yang dialami cenderung negatif dan mempengaruhi kualitas hidup seseorang, maka sebaiknya segera minta penanganan tepat kepada psikolog atau psikiater.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Gejala dan Cara Mengatasi Kondisi Pistanthrophobia
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



