Deeptalk.co.id – Usia anak merupakan masa dimana mereka mempelajari banyak hal dari orang dewasa. Hal ini membuat mereka membutuhkan sosok orang dewasa untuk mengayomi dan mendampingi masa kan-kanak mereka. Tidak sedikit dari orang dewasa yang akan dengan senang hati membantu anak-anak.
Anak sering kali membawa berbagai kebahagiaan bagi kebanyakkan orang dewasa. Tidak jarang anak bahkan menjadi pelipur lara di saat orang dewasa sedang merasa kelelahan atau kesedihan. Sayangnya, tidak semua orang beranggapan bahwa anak-anak itu cukup menyenangkan. Bahkan beberapa orang justru menunjukkan ketidaksukaannya terhadap anak-anak. Kondisi ini bisa menjadi pertanda adanya gangguan pedophobia.
Untuk memahami lebih dalam mengenai gangguan pedophobia, artikel ini akan membahas secara khusus mengenai gangguan tersebut. namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Jika pembaca menemukan beberapa kesamaan kondisi antara isi artikel dengan keadaan pribadi atau orang sekitar, sebaiknya segera konsultasikan keadaan tersebut dengan para ahli seperti Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Pengertian Gangguan Pedophobia
Istilah pedophobia sendiri berasal dari Bahasa Yunani, yaitu pais yang artinya anak-anak, dan phobos yang artinya rasa takut atau ketakutan. Dengan demikian, gangguan pedophobia merupakan salah satu gangguan mental yang juga bagian dari gangguan fobia spesifik yang ditandai dengan adanya rasa takut atau kecemasan berlebih terhadap anak-anak dan bayi.
Gangguan pedophobia juga dikenal dengan istilah childphobia atau fobia anak-anak. Belum lama ini istilah tersebut menjadi trending di internet dan disandingkan dengan istilah childfree. Tentu saja keduanya merupakan dua hal yang berbeda.
Penderita gangguan pedophobia cenderung akan menghindari anak-anak dan sebisa mungkin tidak terlibat dengan anak-anak. Beberapa penderita gangguan pedophobia bahkan memutuskan untuk tidak memiliki anak karena rasa takutnya tersebut.
Gangguan pedophobia dan perasaan tidak menyukai anak-anak pada umumnya dua hal yang hampir mirip, namun tidak sama. Saat seseorang tidak menyukai anak-anak, mereka akan menunjukkan ketidaksukaan mereka dan cenderung kasar dengan anak-anak. Berbeda dengan penderita gangguan pedophobia yang bisa jasa mengalami serangan panik karena perasaan cemas atau takut berlebih terhadap anak-anak.
Penyebab Gangguan Pedophobia

Sayangnya, gangguan pedophobia belum diketahui penyebab pastinya hingga saat ini. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang dipercaya dapat meningkatkan resiko gangguan pedophobia, yaitu:
Genetik
Banyak ahli yang percaya bahwa gangguan kecemasan, termasuk gangguan fobia dan gangguan pedophobia dapat diturunkan melalui garis keturunan. Dengan demikian, seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan, jenis gangguan fobia lain, atau gangguan pedophobia dapat meningkatkan resiko gangguan pedophobia.
Baca juga : Coulrophobia : Rasa Takut Berlebih Terhadap Badut
Masa kecil tidak menyenangkan
Anak-anak yang tumbuh dengan keluarga yang tidak harmonis dan sering mengalami kekerasan baik itu verbal maupun non verbal akan merasa bahwa hidupnya tidak seberuntung anak-anak pada umumnya. Mereka akan merasa iri saat melihat anak seusianya yang mendapatkan cinta dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Hal ini akan membuat mereka menghindari anak-anak karena akan membuatnya teringat akan kejadian tidak menyenangkan yang Ia alami.
Didikan orang tua
Setiap orang tua tentu memiliki cara mendidik yang berbeda-beda. Sayangnya, beberapa metode mendidik anak justru membuat anak rentan terhadap beberapa kondisi gangguan mental. Misalnya pada anak yang terlalu dimanja atau orang tua yang overprotective bisa jadi membuat anak mudah merasa cemas dan mengalami berbagai gangguan kecemasan. Termasuk gangguan pedophobia.
Gejala Gangguan Pedophobia

Untuk mengenal lebih dalam mengenai gangguan pedophobia, tentunya kita perlu mengetahui gejala apa saja yang ditimbulkan oleh penderita gangguan ini. Umumnya gejala fisik yang ditunjukkan sama halnya dengan gejala pada gangguan fobia spesifik lainnya, seperti jantung berdebar lebih cepat, keringat berlebih, gemetar, pusing, mual, dan lain sebagainya saat berhadapan dengan faktor pemicu rasa takut.
Selain itu, penderita gangguan pedophobia juga menunjukkan beberpa gejala psikologis seperti adanya perasaan cemas dan takut berlebih saat bertemu atau bahkan sekedar memikirkan anak-anak. Penderita gangguan pedophobia juga melakukan perilaku menghindari anak-anak, dan beberapa kasus bahkan mengalami serangan panik saat bertemu dengan anak-anak.
Walaupun penderita gangguan pedophobia memahami bahwa kondisi ini sangat tidak rasional, namun mereka tidak mampu untuk mengontrol rasa takut yang mereka rasakan. Dengan demikian, kondisi ini perlu mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jika kamu atau orang sekitar mu memiliki beberapa gejala di atas, sebaiknya segera konsultasikan kondisi tersebut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Setelah itu, penanganan yang tepat juga bisa didapatkan. Pasalnya setiap penderita gangguan pedophobia bisa saja mengalami gejala dan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda. Untuk itu penanganan akan disesuaikan dengan gejala yang ada.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Nomophobia : Rasa Takut Berlebih Saat Tidak Memegang Ponsel
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



