Semua artikel
Seksual

Pedofilia : Obsesi Terhadap Anak Kecil Sebagai Objek Seks

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Tidak jarang orang tua merasa khawatir jika anak bepergian sendiri atau bersama teman-temannya tanpa didampingi oleh orang dewasa. Hal ini dikarenakan di luar sana banyak sekali kejahatan-kejahatan yang bisa saja menyerang anak. Salah satunya adalah orang dengan penyimpangan seksual pedofilia.

Bagaimana tidak menjadi kekhawatiran orang tua, seorang pedofilia ini memiliki ketertarikan atau nafsu seksual terhadap anak-anak dan remaja. Tindakan mereka bahkan bisa membahayakan anak seperti melakukan kekerasan seksual terhadap anak.

Sudah sepantasnya pengetahuan seputar pedofilia ini disebarluaskan ke masyarakat. Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai pedofilia. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.

Jika kamu menemukan orang dengan kriteria yang sama dengan penjelasan pada artikel ini, maka sebaiknya arahkan orang tersebut untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Berikut penjelasan mengenai pedofilia.

Pengertian Pedofilia

Pedofilia merupakan salah satu gangguan mental, lebih tepatnya gangguan seksual atau gangguan parafilia yang ditandai dengan adanya nafsu atau ketertarikan secara seksual terhadap remaja atau anak-anak dibawah usia 14 tahun. Orang yang mengalami kondisi pedofilia ini mendapatkan julukan pedofil. Walaupun ketertarikan seksual mereka ditujukan kepada anak dibawah umur, namun orang bisa dikatakan sebagai pedofil jika usianya minimal 16 tahun.

Para pedofil awalnya hanya menaruh perasaan terhadap anak-anak di bawah umur, namun jika kondisi ini tidak mendapatkan penanganan yang tepat, perilaku mereka bisa berkembang menjadi pelecehan atau kekerasan terhadap anak. Tindakan semacam ini memang dianggap cukup keji dan tidak berprikemanusiaan.

Namun perlu diingat bahwa pedofilia bukanlah sebuah dosa, melainkan kelainan mental. Untuk itu, agar meminimalisir perilaku pedofilia ini, tidak cukup hanya melewati jalur hukum, melainkan juga perlu mendapatkan perawatan secara medis. Namun perlu diketahui juga bahwa tidak semua kasus kekerasan pada anak dilakukan oleh para pedofil. Untuk itu perlu diperiksa lebih lanjut lagi apakah tindakan kekerasan tersebut dikarenakan gangguan mental atau memang sekedar berlandaskan pada perilaku yang tidak terpuji.

Sayangnya para penderita pedofilia tidak secara terang-terangan mengakui ada yang lain terhadap dirinya. Hal tersebut tidak mengherankan jika mengingat kondisi ini dianggap tidak lazim untuk dialami. Namun justru karena itu, mereka yang mengalami pedofilia akhirya tidak bisa mendapatkan penanganan sebelum akhirnya terjerat kasus kekerasan seksual pada anak.

Kasus pedofilia ini juga lebih sering ditemui pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Meski demikian, tidak menuntut kemungkinan juga kasus tersebut dialami oleh perempuan. Pernyataan tersebut juga tidak 100% akurat mengingat bisa jadi masih banyak penderita pedofilia yang tidak terdeteksi hingga saat ini.

Baca juga : Voyeurisme : Kecenderungan Mengintip Untuk Kepuasan Seksual

Penyebab Pedofilia

Hingga saat ini penyebab pasti dari pedofilia belum diketahui. Meski demikian, banyak ahli yang beranggapan bahwa beberapa faktor dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami pedofilia. Berikut beberapa faktor yang dimaksud:

·         Pernah mengalami pelecehan seksual pada masa kanak-kanak.

·         Mengalami masalah pada perkembangan saraf, otak, atau kelainan pada hormon.

·         Pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cedera serius pada kepala sebelum usia 6 tahun.

·         Memiliki tingkat IQ yang rendah

·         Kekurangan hormon testosteron

Setiap orang yang mengalami gangguan pedofilia bisa jadi memiliki penyebab yang berbeda-beda. Hal ini juga bisa dipengaruhi oleh karakteristik dan latar belakang orang tersebut. Dengan demikian, tidak semua orang yang mengalami beberapa kondisi di atas bisa dikategorikan sebagai pengidap pedofilia.

Ciri-Ciri Pedofil

Pada dasarnya kecenderungan pedofilia sudah dapat dideteksi setelah masa pubertas. Namun hal tersebut hanya bisa diketahui oleh penderita pedofilia tersebut. Pasalnya, hanya penderita yang paham betum dimana ranah ketertarikan seksual mereka. Namun kembali lagi, karena kondisi cukup tabu, maka beberapa orang perlu lebih peka dan mengawasi anak-anak dengan lebih intens. Untuk itu, baik orang tua, guru, atau orang dewasa lainnya perlu mengetahui ciri-ciri pedofil berikut:

·         Mendekatkan diri pada anak-anak.

·         Sering menonton konten pornografi anak.

·         Melakukan aktivitas seksual terhadap anak.

·         Selalu mencari kesempatan untuk bisa menyentuh anggota tubuh anak, mulai dari anggota tubuh yang tidak intim, hingga akhirnya menyentuh alat kelamin anak.

·         Memiliki kecenderungan antisosial.

·         Terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dan mengkonsumsi alkohol berlebih.

Anak yang menjadi korban dari para pedofil bisa jadi mengalami trauma dan berujung pada masalah kelainan seksual, termasuk pedofilia. Untuk itu orang-orang dengan beberapa kriteria di atas perlu diwaspadai dan dijauhkan dari anak-anak. Namun untuk dapat memastikan apakah orang tersebut mengalami kecenderungan pedofilia, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater.

Seperti itulah penjelasan mengenai penyimpangan seksual pedofilia. Intinya pedofilia adalah kecenderungan ketertarikan seksual terhadap anak di bawah umur. Dimana kondisi ini bisa berbahaya bagi anak-anak dan bisa berujung pada kekerasan seksual terhadap anak. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Perbedaan Hiperseks dan Libido Tinggi

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Pedofilia : Obsesi Terhadap Anak Kecil Sebagai Objek Seks — DeepTalk