Deeptalk.co.id – Anak kecil memang sering kali dianggap sebagai salah satu makhluk yang menyenangkan. Bagaimana tidak, sosoknya yang polos tidak jarang membuat orang lain terhibur. Maka rasanya tidak heran jika banyak orang yang menyukai sosok anak kecil.
Namun rasa suka terhadap anak kecil akan sangat berbeda dengan ketertarikan seksual terhadap anak kecil. Saat kamu menyukai anak kecil, kamu mungkin hanya sekedar senang melihat tingkahnya, atau bermain dengannya. Sedangkan ketertarikan seksual terhadap anak kecil merupakan tindakan yang menyimpang. Dimana pelaku bahkan memiliki imajinasi atau merealisasikan imajinasi tersebut untuk melakukan tindakan seksual terhadap anak-anak. Kondisi semacam itu dikenal dengan istilah pedofilia.
Istilah pedofilia memang bukan lagi istilah asing ditelinga kita. Kasus pedofilia memang tidak sebanyak kasus-kasus kekerasan lainnya. Namun karena kasus ini dipandang sebagai tindakan yang tidak berprikemanusiaan, makan banyak orang yang menyimpan simpati lebih terhadap kasus tersebut.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi pedofilia, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang-orang disekitarmu menunjukkan beberapa gejala seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater. Dari konsultasi tersebut, kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai pedofilia.
Pengertian Pedofilia

Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat di awal, pedofilia adalah salah satu bentuk penyimpangan seksual. Pedofilia ditandai dengan adanya ketertarikan secara seksual terhadap anak-anak dan remaja di bawah usia 13 tahun. Pedofilia juga merupakan bagian dari gangguan parafilia. Gangguan parafilia sendiri adalah perilaku penyimpangan seksual yang dianggap menyimpang dari budaya, agama, atau norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Penderita pedofilia selalu menjadi ketakutan terbesar bagi para orang tua. Bagaimana tidak, tindakan yang dilakukan oleh penderita bahkan bisa mengganggu kesehatan fisik maupun mental anak. Tidak heran jika kasus mengenai pedofilia selalu menjadi topik pembahasan oleh banyak orang.
Penderita pedofilia umumnya memiliki daya tarik bagi anak-anak. Mereka bisa menjadi sosok yang menyenangkan. Sayangnya hal tersebut dilakukan untuk bisa mendapatkan keuntungan dengan melakukan aktivitas seksual dengan anak-anak yang umurnya jauh dibawah mereka.
Baca juga : Aseksual : Tidak Memiliki Ketertarikan Seksual Terhadap Orang Lain
Penyebab Pedofilia

Umumnya pelaku pedofilia adalah orang dewasa dengan jenis kelamin laki-laki. Namun perempuan juga bisa saja menjadi pelaku pedofilia. Meski demikian, hingga saat ini penelitian mengenai pedofilia masih cukup minim. Hal tersebut disebabkan oleh pelaku yang cenderung tertutup dan susah untuk dideteksi.
Sayangnya penyebab pasti dari kondisi pedofilia ini juga belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, beberapa faktor dipercaya dapat memicu kondisi pedofilia. Berikut beberapa faktor yang dipercaya dapat memicu kondisi pedofilia:
Masalah perkembangan otak
Seseorang yang memiliki masalah perkembangan atau fungsi pada bagian otak tertentu dipercaya dapat menyebabkan kondisi pedofilia. Misalnya orang dengan masalah perkembangan saraf, otak, atau kelainan pada hormon tertentu.
Pernah mengalami cedera kepala
Seseorang yang pernah mengalami cedera kepala juga bisa beresiko mengalami pedofilia. Hal ini lebih spesifik lagi pada cedera kepala yang dialami di masa kanak-kanak. Dimana cedera kepala beresiko pada kerusakan otak seseorang.
Memiliki ibu dengan riwayat psikiatri
Tidak sedikit ahli yang sependapat bahwa kondisi kesehatan mental bisa saja disebabkan oleh faktor keturunan. Dalam hal ini, seseorang yang memiliki Ibu dengan riwayat psikiatri bisa beresiko mengalami pedofilia.
IQ rendah
Walaupun tidak semua orang dengan IQ rendah adalah penderita pedofilia, namun pada kenyataannya pengidap pedofilia adalah orang-orang dengan nilai IQ rendah. Maka dari itu, orang dengan IQ rendah beresiko menjadi pedofilia.
Pernah menjadi korban pedofilia pada masa kanak-kanak
Faktor pemicu yang tidak kalah familiar mengenai kondisi pedofilia ini adalah pernah menjadi korban pedofilia pada masa kanak-kanak. Terlebih lagi jika anak tidak mendapatkan penanganan secara khusus setelah menjadi korban pedofilia. Hal inilah yang membuat kasus pedofilia bagaikan lingkaran setan. Korban bisa saja menjadi pelaku dan akhirnya menciptakan korban-korban yang lebih banyak lagi.
Baik orang tua maupun orang dewasa lainnya, sudah sepantasnya untuk menjaga keselamatan anak dari para pengidap pedofilia. Kasus ini bukanlah kasus sembarangan karena dapat mengganggu kesehatan fisik, mental, bahkan kehidupan sang anak di kemudian hari.
Penderita pedofilia sama halnya dengan penderita gangguan mental lainnya, mereka perlu mendapatkan penanganan yang tepat sesegera mungkin. Sayangnya banyak dari mereka yang penyendiri dan berusaha menutupi masalah mentalnya. Selain karena hal ini cukup memalukan, mereka juga cenderung kesulitan mengontrol ketertarikan seksualnya terhadap anak-anak. Untuk itu sangat dibutuhkan kepekaan dari orang-orang sekitar.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Mengenal 5 Tipe Pembohong
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



