Semua artikel
Gangguan Kecemasan

Pediophobia : Rasa Takut Berlebih Terhadap Boneka

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Boneka merupakan sebuah mainan yang sering kali diminati oleh anak perempuan. Selain bentuknya yang menarik, ragam karakter yang ditawarkan juga cukup beragam dan cenderung lucu. Bahkan, boneka-boneka yang berbulu lembut dan empuk sering kali menjadi media terapi bagi anak berkebutuhan khusus.

Sayangnya tidak semua orang menyukai boneka. Bahkan beberapa orang memiliki ketakutan berlebih terhadap benda yang satu ini. Kondisi ini biasa dikenal dengan istilah pediophobia. Gangguan pediophobia merupakan salah satu bagian dari fobia spesifik. Gangguan fobia memang cukup menarik untuk dibahas. Pasalnya, apa yang menjadi sumber rasa takut bagi penderita gangguan fobia biasanya hal yang biasa saja bagi orang pada umumnya dan tidak mengancam jiwa seseorang.

Artikel ini akan membahas secara khusus mengenai gangguan pediophobia. Namun sebelum itu perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk sebagai patokan untuk melakukan self diagnosis.

Jika terdapat beberapa kondisi serupa antara isi artikel dan kondisi pembaca atau orang disekitar, sebaiknya segera konsultasikan dengan Psikolog agar mendapatkan diagnosis dan juga penanganan yang tepat.

Pengertian Gangguan Pediophobia

Istilah pediophobia berasal dari Bahasa Yunani, yaitu paidion yang artinya anak kecil, dan phobos yang artinya rasa takut. Untuk pengertian lebih detailnya sendiri, gangguan pediophobia merupakan rasa takut berlebih terhadap boneka atau benda mati yang tampak nyata.

Gangguan pediophobia merupakan salah satu dari gangguan kesehatan mental yang masih masuk dalam kategori gangguan fobia spesifik. Rasa takut yang dialami oleh penderita gangguan pediophobia bisa terbilang cukup ekstrim dan tidak masuk akal. Bagaimana tidak, boneka yang tidak mengancam jiwa justru menjadi sumber rasa takut tersendiri bagi pengidap gangguan pediophobia.

Gangguan pediophobia bisa terjadi pada orang dengan usia berapapun. Meski demikian, gangguan ini lebih sering ditemui pada anak-anak. Beberapa orang tua tidak menyadari hal ini dan menganggap anak hanya tidak menyukai boneka. Hal ini mengakibatkan gangguan pediophobia menjadi lebih sulit untuk dideteksi.

Penyebab Gangguan Pediophobia

Sama halnya dengan kebanyakan gangguan mental lainnya, penyebab pasti dari gangguan pediophobia ini juga belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, dipercaya beberapa faktor berikut dapat meningkatkan resiko gangguan pediophobia:

Pengalaman traumatis

Seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis di masa lalu yang berhubungan dengan boneka, akan beresiko mengalami gangguan pediophobia. Misalnya, anak yang sering ditakut-takuti atau dikagetkan dengan boneka saat masih kecil.

Genetik

Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan, jenis gangguan fobia lainnya, atau gangguan pediophobia itu sendiri, akan beresiko lebih besar mengalami gangguan pediophobia.

Baca juga : Dampak Kecanduan Pornografi Pada Anak dan Remaja

Lingkungan

Tidak bisa dipungkiri bahwa faktor lingkungan berkontribusi terhadap kesehatan mental seseorang. Anak yang dirawat dengan orang tua atau orang dewasa dengan gangguan pediophobia bisa jadi mempelajari rasa takut tersebut dari perawatnya dan akhirnya tumbuh bersama gangguan pediophobia.

Gejala Gangguan Pediophobia

Seperti halnya pengertian dari pediophobia itu sendiri, gejala utama yang ditunjukkan oleh penderita gangguan pediophobia adalah adanya rasa takut berlebih terhadap boneka dan benda mati lainnya yang terlihat nyata.

Meski demikian, penderita gangguan pediophobia juga menunjukkan beberapa gejala fisik dan psikologis sebagai berikut:

Gejala fisik

Penderita gangguan pediophobia yang berhadapan dengan faktor pemicu rasa takut seperti boneka atau patung akan menunjukkan gejala fisik berupa jantung berdebar kencang, keringat berlebih, gemetar, kesulitan bernafas, sakit pada dada, sakit perut, mual, hingga dalam kondisi serius akan kehilangan kesadaran.

Gejala psikologis

Sedangkan gejala psikologis yang ditunjukkan oleh penderita gangguan pediophobia berupa adanya perasaan takut dan cemas berlebih saat berhadapan dengan boneka atau benda mati yang terlihat nyata. Selain itu, mereka juga cenderung melakukan kegiatan menghindar akan hal-hal yang menimbulkan rasa takut.

Penanganan Pada Penderita Gangguan Pediophobia

Untuk mendapatkan penanganan yang tepat, jika kamu atau orang sekitar merasa beberapa gejala di atas sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan Psikolog agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah mendapatkan diagnosis yang tepat, akan diberikan penanganan yang telah disesuaikan dengan gejala yang dimunculkan. Penanganan yang diberikan oleh psikolog umumnya akan berupa Psikoterapi. Jika diperlukan bantuan obat-obatan, maka pasien akan dirujuk untuk melakukan pemeriksaan dengan Psikiater.

Psikoterapi yang sering digunakan untuk penderita gangguan pediophobia biasanya berupa terapi perilaku kognitif (CBT) dan juga terapi paparan. Terapi perilaku kognitif bertujuan untuk membentuk pola pikir mengenai rasa takut yang tidak rasional agar tidak menjadi rasa takut lagi. Sedangkan terapi paparan bertujuan untuk membantu penderita belajar menghadapi rasa takut dan secara berangsur-angsur menghilangkan rasa takut tersebut.

Selain penanganan dari para ahli, kamu juga bisa mencoba beberapa teknik untuk mengurangi rasa takut dan kecemasan yang kamu alami, seperti relaksasi, visualisasi, atau mengikuti terapi kelompok.

Seperti itulah penjelasan mengenai gangguan pediophobia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Aquaphobia : Rasa Takut Berlebih Terhadap Air

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait