Semua artikel
Gangguan Psikotik

Parafrenia : Gangguan Skizofrenia Pada Lansia

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Gangguan mental memiliki jenis yang berbagai macam, mulai dari gangguan mental ringan hingga yang berat. Apapun jenisnya, setiap gangguan mental beresiko menjadi kondisi yang lebih serius jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Gangguan mental juga bisa dialami oleh anak-anak hingga lansia. Namun kenalkah kamu dengan gangguan mental yang dikenal dengan nama parafrenia? Gangguan parafrenia umumnya dialami oleh orang-orang dengan usia lanjut atau lansia.

Penderita gangguan parafrenia umumnya memiliki ide atau pemikiran yang tidak rasional dan cenderung bertolak belakang dengan keadaan sebenarnya. Bisa dibilang penderita gangguan parafrenia mengalami delusi. Kondisi delusi ini bisa iringi dengan halusinasi, atau juga tidak.

Untuk penjelasan lebih detail, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai gangguan parafrenia. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.

Jika pembaca menemukan orang dengan kondisi yang sama seperti apa yang dijelaskan dalam artikel ini, maka sebaiknya segera bawa dan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu, orang tersebut akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Pengertian Parafrenia

Istilah parafrenia atau dalam Bahasa Inggris dikenal dengan paraphrenia berasal dari Bahasa Yunani Kuno, yaitu παρά yang artinya dekat, dan φρήν yang artinya pikiran. Parafrenia sendiri merupakan salah satu gangguan mental yang memiliki gejala yang sama dengan gejala positif dari skizofrenia, tanpa adanya gejala negatif. Gejala positif yang dimaksud adalah delusi dan halusinasi.

Walaupun memiliki gejala yang sama dengan skizofrenia, gangguan parafrenia ini tidak menyerang pikiran dan kecerdasan seseorang. Penderita hanya sekedar mengalami delusi dan juga halusinasi. Selebihnya mereka bisa menjalani hidup sebagaimana mestinya. Meski demikian, jika kondisi ini tidak ditangani, penderita bisa saja mengalami gangguan pada fungsi kognitifnya dan mengharuskan penderita untuk mendapatkan perawatan khusus.

Gangguan parafrenia juga umumnya dialami oleh orang dengan usia di atas 60 tahun. Gangguan yang satu ini juga memiliki resiko kecil untuk diwariskan. Dengan demikian, tidak banyak penderita parafrenia yang didapatkan akibat genetik.

Penyebab Parafrenia

Berbeda dengan gangguan mental pada umumnya yang cukup banyak dipengaruhi oleh faktor genetik, gangguan parafrenia justru lebih disebabkan oleh faktor predisposisi dan neurologis. Berikut penjelasannya:

Faktor predisposisi

Faktor yang satu ini mencakup defisit sensorik, seperti masalah penglihatan dan pendengaran. Karena keterbatasan lansia dalam hal-hal tersebutlah yang mengakibatkan kondisi ini lebih sering dialami oleh lansia.

Faktor predisposisi ini akan lebih beresiko pada orang-orang dengan kurangnya kontak sosial, tidak memiliki rumah permanen, belum menikah, tidak memiliki anak, dan berkepribadian maladaptif. Walaupun tidak secara langsung mengakibatkan seseorang mengalami parafrenia, namun kondisi ini dapat meningkatkan faktor resiko dari parafrenia itu sendiri.

Baca juga : Mengenal Jenis-Jenis Gangguan Psikotik yang Paling Umum 

Neurologis

Orang-orang yang mengalami perubahan sistem saraf di otak akan beresiko mengalami parafrenia. Kondisi ini biasanya sering kali dikaitkan dengan stroke, tumor, neurodegenerative atau pembesaran ventrikel.

Adanya gangguan pada sistem saraf tentu akan mengakibatkan disfungsi terhadap berbagai bagian tubuh. Hal inilah yang akhirnya membuat seseorang mengalami delusi dan halusinasi, atau yang dikenal dengan gangguan parafrenia.

Gejala Parafrenia

Penderita gangguan parafrenia bisa jadi menunjukkan gejala yang berbeda-beda dengan tingkat keparahan yang berbeda pula. Meski demikian, umumnya penderita gangguan parafrenia mengalami gejala sebagai berikut:

Tidak mudah percaya

Penderita gangguan parafrenia umumnya tidak percaya dengan orang lain. Bahkan dalam beberapa kasus, mereka akan secara blak-blakan menunjukkan ketidakpercayaan mereka. Hal inilah yang sering kali membuat penanganan pada penderita parafrenia menjadi lebih sulit.

Delirium erotis

Gejala selanjutnya adalah delirium erotis. Delirium erotis ini merupakan kondisi dimana penderita merasa dirinya dapat membangkitkan gairah orang lain. Hal tersebut membuat dirinya seakan memiliki pengagum rahasia yang berniat untuk mencelakai dirinya. Sayangnya kondisi tersebut tidak dilandaskan oleh bukti yang jelas.

Delirium kebesaran

Gejala selanjutnya adalah delirium kebesaran yang merupakan kondisi dimana penderita merasa bahwa dirinya adalah orang yang penting atau berkuasa. Penderita merasa dirinya sangat berpengaruh dan superior. Kembali lagi, kondisi ini tidak dilandaskan oleh bukti yang jelas.

Delirium hypochondriacal

Delirium hypochondriacal merupakan kondisi dimana penderita merasa memiliki penyakit yang cukup serius dan terus meminta pertolongan secara medis. Dalam kondisi tertentu, penderita tidak ragu untuk menjalani berbagai pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatannya. Namun saat diperiksa, hasilnya penderita tidak memiliki masalah kesehatan apapun.

Halusinasi

Seperti yang sudah diketahui, halusinasi sendiri merupakan kondisi dimana seseorang dapat melihat, mendengar, merasakan, dan mencium hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Beberapa penderita parafrenia juga mengalami kondisi yang satu ini.

Seperti itulah sekilas penjelasan mengenai gangguan parafrenia. Jika kamu menemukan orang dengan beberapa gejala di atas, maka jangan ragu untuk mengantar orang tersebut untuk berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Ini Dia Penanganan Pada Penderita Gangguan Skizofrenia Paranoid

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Parafrenia : Gangguan Skizofrenia Pada Lansia — DeepTalk