Deeptalk.co.id – Memikirkan sesuatu secara kritis pada dasarnya bukan hal yang salah. Justru tindakan tersebut mampu melatih kemampuan berpikir seseorang. Namun hal ini berbeda dengan memikirkan sesuatu secara berlebihan. Walaupun keduanya sama-sama kegiatan berpikir, namun jika dilakukan secara berlebihan justru bisa mendatangkan masalah bagi kesehatan mental.
Memikirkan sesuatu secara berlebihan ini biasanya dikenal dengan istilah overthinking. Istilah overthinking sendiri tentu sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Setidaknya kita pasti pernah menjumpai satu atau dua orang yang sering overthinking. Hal tersebut menunjukkan betapa familiarkan tindakan tersebut.
Lantas apakah overthinking merupakan sesuatu yang salah atau justru bagian dari gangguan mental? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai overthinking. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah kesehatan mental atau perilaku menyimpang, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog. Tindakan tersebut akan membantu kamu dalam mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai overthinking.
Pengertian Overthinking

Istilah overthinking sendiri berasal dari Bahasa Inggris, yaitu over yang artinya lebih, dan thinking yang artinya pemikiran. Jika diartikan secara harfiah, overthinking artinya pemikiran yang berlebihan. Namun jika diartikan secara lebih spesifik, overthinking adalah kecenderungan yang dimiliki seseorang untuk berlebihan dalam memikirkan situasi, masalah, atau kejadian tertentu. Kondisi tersebut sangat susah untuk diabaikan sehingga tidak jarang mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.
Orang yang menderita overthinking akan mendapatkan berbagai kendala dalam kehidupannya, misalnya meragukan segala keputusan yang diambil sehingga mengurungkan niatnya, selalu menganalisa kemungkinan buruk sehingga lambat dalam bertindak, dan masih banyak lagi.
Overthinking sebenarnya tidak masuk dalam kategori gangguan mental. Meski demikian, overthinking menjadi salah satu gejala dalam berbagai masalah kesehatan mental seperti stress, depresi, gangguan kecemasan, dan masih banyak lagi. Maka dapat dikatakan bahwa overthinking bisa menjadi pertanda seseorang sedang mengalami masalah kesehatan mental.
Baca juga : Cognitive Behavioral Therapy : Psikoterapi Dengan Rekonstruksi Kognitif dan Perilaku
Penyebab Overthinking

Setiap orang memiliki landasan pemikiran yang berbeda-beda. Hal inilah yang akhirnya overthinking memiliki penyebab yang berbeda-beda di masing-masing penderitanya. Adapun penyebab-penyebab dari overthinking adalah sebagai berikut:
Trauma
Orang-orang yang pernah mengalami kejadian traumatis bisa saja mengalami overthinking. Terutama jika kejadian tidak menyenangkan itu terjadi berulang-ulang. Hal tersebut akan membuat seseorang meningkatkan kewaspadaannya dan pada akhirnya menjadi sosok yang overthinking.
Rasa takut akan penilaian orang
Beberapa orang memang sangat sensitif akan penilaian orang-orang disekitarnya. Sayangnya hal ini justru bisa membuat seseorang menjadi overthinking. Penilaian orang lain akan membuat orang-orang tertentu berhati-hati dalam bertindak. Mereka akan memikirkan segala konsekuensi yang mungkin saja terjadi akibat perbuatannya. Maka tidak heran jika hal tersebut bisa menjadi penyebab overthinking.
Gangguan kecemasan
Penderita gangguan kecemasan atau anxiety disorder juga rentan mengalami overthinking. Pasalnya, gangguan kecemasan akan mempengaruhi pola pikir dan bertindak seseorang. Hal tersebut dapat mengakibatkan kegelisahan, kecemasan yang sulit untuk dikendalikan, hingga overthinking.
Rasa takut dalam pengambilan keputusan
Seseorang yang memiliki rasa takut berlebih juga cenderung mengalami overthinking. Bisa dikatakan bahwa rasa takut dalam pengambilan keputusan dan overthinking adalah dua hal yang saling berkaitan satu sama lain. Orang yang takut melakukan kesalahan dalam pengambilan keputusan cenderung memikirkan banyak hal atau overthinking. Sedangkan seseorang yang overthinking juga cenderung memiliki rasa takut dalam mengambil keputusan. Dengan demikian, keduanya memiliki ikatan satu sama lain.
Kecenderungan pribadi
Setiap orang tentu memiliki pembawaannya masing-masing. Maka tidak jarang kita jumpai orang yang memang pada dasarnya adalah sosok yang overthinking. Orang semacam ini cenderung lebih teliti, dan memiliki kemampuan analisis yang kuat. Sayangnya, mereka sering kali memikirkan hal-hal yang tidak perlu untuk dipikirkan.
Perfeksionis
Beberapa orang memiliki kepribadian perfeksionis. Hal ini membuat mereka selalu mengharapkan kesempurnaan, baik untuk dirinya sendiri, situasi yang sedang dihadapi, bahkan respon orang lain terhadapnya. Sayangnya, orang-orang dengan kepribadian perfeksionis ini cenderung overthinking. Hal tersebut dikarenakan mereka yang terlalu membutuhkan kesempurnaan. Walau pada kenyataannya tidak ada yang sempurna di dunia ini.
Kebiasaan analisis yang berlebihan
Overthinking juga bisa timbul dari kebiasaan-kebiasaan tertentu. Salah satunya adalah kebiasaan dalam menganalisis segala sesuatunya secara berlebihan. Hal semacam itu membuat seseorang akan memikirkan hal-hal kecil yang sebenarnya tidak perlu dipikirkan. Dengan demikian, tidak jarang hal ini justru membuat seseorang menjadi sosok yang overthinking.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai overthinking. Dapat disimpulkan bahwa segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik, salah satunya berlebihan dalam memikirkan sesuatu atau yang kita kenal dengan overthinking. Untuk itu, pikirkan segala sesuatu dengan sewajarnya saja. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Art Therapy : Menggunakan Seni Untuk Masalah Kesehatan Mental
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



