Deeptalk.co.id – Jika istilah depresi postpartum yang asing di telinga mu, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah depresi pasca melahirkan. Kedua hal tersebut merupakan kondisi yang sama, dimana depresi postpartum merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kesedihan yang berkepanjangan dan gejala depresi lainnya setelah proses melahirkan.
Banyak orang yang beranggapan bahwa depresi postpartum sama dengan baby blues syndrome. Hal tersebut tidak mengherankan jika mengingat gejala yang ditimbulkanpun hampir sama. Namun perlu diketahui bahwa depresi postpartum merupakan tahap lanjutan dari baby blues syndrome yang tidak ditangani dengan baik. Dengan demikian, penderita depresi postpartum akan mengalami baby blues syndrome sebelum akhirnya mengalami depresi postpartum.
Seperti yang sudah diungkapkan di atas, gejala depresi postpartum dan baby blues syndrome memang hampir sama. Namun gejala pada depresi postpartum berlangsung lebih lama dan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan baby blues syndrome.
Seseorang yang menunjukkan gejala depresi postpartum lebih dari 2 minggu disarankan untuk segera melakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi mental dan penanganan apa yang bisa didapatkan. Pasalnya, depresi postpartum dapar berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Berikut beberapa dampak dari depresi postpartum:
Ayah Mengalami Depresi Postpartum

Depresi postpartum memang umumnya dialami oleh Ibu setelah melahirkan. Meski demikian, tidak menuntut kemungkinan kondisi yang sama juga dialami oleh Ayah. Hal ini akan lebih beresiko jika Ibu juga mengalami depresi postpartum. Dengan kata lain, Ibu yang mengalami depresi postpartum dapat membuat Ayah mengalami kondisi yang sama.
Seperti yang diketahui bahwa menghadapi seseorang dengan kondisi mental yang tidak stabil memang bukanlah hal yang mudah. Terlebih lagi Ayah perlu merawat bayi lebih intens saat Ibu tidak bisa memegang bayinya sendiri dan juga Ayah perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Hal ini akan memicu stress dan berdampak pada kondisi depresi.
Pikiran Untuk Menyakiti Diri dan Bunuh Diri

Saat mengalami depresi khususnya pada kasus depresi postpartum dalam kasus yang cukup berat, beberapa penderita akan memikirkan cara untuk menyakiti diri sendiri bahkan pikiran untuk bunuh diri. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap rasa sedih yang dialami.
Tidak jarang beberapa penderita bahkan benar-benar merealisasikan pemikiran mereka. Hal ini akan berdampak pada kondisi fisik yang terluka, atau bahkan kematian. Untuk itulah penderita depresi postpartum perlu mendapatkan penanganan yang tepat sedini mungkin.
Menghindari Bayi

Depresi postpartum membuat penderita mengalami kesedihan yang mendalam. Hal ini membuat seseorang tidak percaya diri dan merasa sebagai orang tua yang gagal. Dalam beberapa kasus, penderita depresi postpartum justru menghindari bayi mereka, mereka enggan untuk menyentuh, apalagi merawat bayi yang baru saja dilahirkan. Hal ini tentu akan membuat kelekatan antara orang tua dan anak menjadi sangat minim.
Baca juga : Kenali Gejala dan Penanganan Depresi Postpartum
Mempengaruhi Keterlibatan Sosial, Tingkat Stres dan Reaktivitas Rasa Takut Bayi

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of American Academy of Child and Adolescent Psychiatry pada Agustus 2009 menyatakan bahwa depresi postpartum dapat berhubungan dengan keterlibatan sosial, tingkat stress, dan reaktivitas rasa takut pada bayi.
Hal ini terjadi akibat bayi membutuhkan proses adaptasi setelah lahir di dunia. Proses adaptasi ini seharusnya dibantu oleh Ibu yang dianggap sebagai sosok ternyaman bagi bayi. Dengan kecenderungan penderita depresi postpartum yang enggan untuk bertemu bayinya, hal ini akhirnya akan berdampak pada keterlibatan sosial, tingkat stress, dan reaktivitas rasa takut pada bayi.
Mempengaruhi Perkembangan Kognitif Bayi

Penelitian lain yang dimuat dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry menyatakan bahwa kondisi depresi postpartum pada orang tua akan berdampak pada kurang maksimalnya perkembangan kognitif pada bayi yang baru saja dilahirkan.
Kondisi depresi yang dialami oleh orang tua khususnya Ibu, akan memberikan stimulasi yang tidak terarah kepada bayi yang baru saja dilahirkan. Seperti yang telah diketahui bahwa Ibu merupakan media pertama anak untuk mendapatkan berbagai informasi dan stimulus-stimulus yang diberikan. Hal inilah yang akhirnya membuat perkembangan kognitif bayi menjadi tidak maksimal.
Perkembangan kognitif yang tidak maksimal ini bisa membuat bayi di masa depan mengalami masalah pada perkembangan akademik mereka. Seperti yang diketahui bahwa kognitif yang dimiliki seseorang sedikit banyak mempengaruhi perkembangan akademik anak. Sebuah penelitian menyatakan bahwa anak yang tumbuh dengan Ibu yang pernah mengalami depresi postpartum memiliki IQ yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang tumbuh dengan orang tua tanpa masalah kesehatan mental.
Seperti itulah dampak dari depresi postpartum. Setelah mengetahui hal ini, harapannya kondisi ini tidak lagi diabaikan dan bisa mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Kamu bisa melakukan konsultasi lebih lanjut perihal kondisi ini dengan Psikolog atau Psikiater. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Ini Dia Penyebab dan Gejala Gangguan Depresi Postpartum
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



