Semua artikel
Gangguan Perilaku

Oppositional Defiant Disorder : Gangguan Perilaku Pada Anak dan Remaja

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Anak-anak memang masih susah untuk dipahami keinginannya. Selain karena cara penyampaian yang belum sempurna, anak juga belum memiliki manajemen emosi sebaik orang dewasa. Maka tidak heran jika kita sering menjumpai anak-anak yang tantrum di tempat-tempat umum.

Anak tantrum memang hampir dialami oleh setiap anak. Namun jika kondisi ini terlalu sering terjadi, maka orang tua perlu menjadikan hal tersebut sebagai sebuah peringatan. Pasalnya, kondisi dimana anak mudah marah bisa jadi pertanda salah satu masalah kesehatan mental, yang kita kenal dengan istilah oppositional defiant disorder.

Oppositional defiant disorder merupakan salah satu gangguan perilaku yang umum dijumpai pada anak-anak hingga remaja. Lantas seperti apa oppositional defiant disorder itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai oppositional defiant disorder.

Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Berikut penjelasan mengenai oppositional defiant disorder.

Pengertian Oppositional Defiant Disorder

Oppositional defiant disorder (ODD) adalah suatu kondisi mental yang sering kali dialami oleh anak-anak dan remaja. Kondisi tersebut biasanya ditandai dengan pola dimana anak menjadi mudah marah, tersinggung, menantang argumentasi, atau dalam kondisi suasana hati yang tidak baik.

Melihat dari pengertian oppositional defiant disorder itu sendiri, beberapa orang akan menganggap bahwa kondisi tersebut sama dengan tantrum pada umumnya. Namun penderita oppositional defiant disorder lebih dari sekedar tantrum. Tantrum biasanya terjadi pada anak yang memasuki usia 1,5-2 tahun. Kondisi tersebut akan semakin parah di usia 2-3 tahun, dan meredah di usia 4 tahun. Sedangkan oppositional defiant disorder muncul pada usia 6-8 tahun, dan bisa terus berlangsung hingga usia remaja, bahkan dewasa.

Seperti yang kita ketahui bahwa seiring bertambahnya usia, anak sudah seharusnya pandai dalam memanajemen emosi mereka. Namun hal tersebut tidak berlaku pada anak dengan kondisi oppositional defiant disorder.

Usia munculnya oppositional defiant disorder ini adalah usia dimana anak mulai memasuki lingkungan sosial, dalam hal ini sekolah dan lingkungan bermain. Maka kondisi yang dialami anak justru akan mengganggu perkembangan kemampuan sosial anak. Bahkan beberapa anak mengembangkan kondisinya menjadi berbagai macam masalah kesehatan mental lainnya.

Baca juga : Kenali Gejala dan Penanganan Pada Kondisi Cinderella Complex Syndrome

Penyebab Oppositional Defiant Disorder

Demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan terjadi pada anak, orang tua sudah sepantasnya membekali diri dengan informasi mengenai oppositional defiant disorder ini. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah mengenai apa penyebab timbulnya kondisi oppositional defiant disorder pada anak.

Sayangnya, hingga saat ini belum ditemukan penyebab pasti dari kondisi oppositional defiant disorder ini. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang diyakini bisa memicu kondisi oppositional defiant disorder pada anak. Adapun faktor-faktor yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Faktor genetik

Beberapa penelitian menyatakan bahwa anak yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi oppositional defiant disorder akan berpotensi lebih besar mengalami kondisi yang sama. Selain kondisi oppositional defiant disorder, riwayat keluarga dengan kondisi gangguan suasana hati, gangguan kepribadian, dan gangguan kecemasan juga bisa  beresiko mengalami oppositional defiant disorder.

Kelainan fungsi otak

Anak yang mengalami kelainan fungsi otak juga beresiko mengalami oppositional defiant disorder. Misalnya kelainan pada fungsi zat kimia dalam otak (neurotransmitter). Selain itu, cedera pada otak yang bisa menyebabkan adanya gangguan di bagian otak yang berfungsi sebagai kontrol emosi.

Kekurangan nutrisi

Perlu diketahui bahwa usia anak adalah usia dimana terjadi banyak sekali perkembangan. Baik itu dari segi fisik maupun mental. Untuk itu anak membutuhkan asupan nutrisi yang baik demi menunjang segala perkembangan tersebut. Nutrisi yang dibutuhkan tidak saja saat anak lahir di dunia, namun juga sejak anak di dalam kandungan.

Dengan demikian, anak yang kekurangan nutrisi akan mengalami kendala dalam proses perkembangannya. Salah satunya proses perkembangan emosi anak. Hal inilah yang akhirnya bisa memicu kondisi oppositional defiant disorder pada anak.

Faktor lingkungan

Tidak bisa dipungkiri bahwa faktor lingkungan sangat berperan dalam pembentukan kepribadian seseorang. Dalam hal ini, anak yang tinggal di lingkungan yang tidak mendukung bisa mengalami masalah dalam kepribadian mereka.

Misalnya anak yang mendapatkan banyak penolakan dari lingkungannya, memiliki teman dengan perilaku menyimpang, masalah ekonomi, menjadi korban KDRT, tidak mendapatkan perhatian dari orang tua, dan lain sebagainya. Kondisi semacam itu bisa memicu kondisi oppositional defiant disorder pada anak.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai kondisi oppositional defiant disorder. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Cinderella Complex Syndrome : Rasa Takut Menjadi Independen Bagi Wanita

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Oppositional Defiant Disorder : Gangguan Perilaku Pada Anak dan Remaja — DeepTalk