Semua artikel
Gangguan Perilaku

Mengapa Gen Z Begitu Sulit Menghindari Prokrastinasi?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Pernahkah kamu mendengar istilah prokrastinasi? Istilah yang satu ini sebenarnya bukan istilah baru lagi. Hanya saja, istilah prokrastinasi dulunya hanya digunakan oleh para profesional di bidang kesehatan mental. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi. Penyebaran informasi menjadi sangat mudah. Alhasil, istilah yang dulunya hanya digunakan oleh para profesional juga menjadi bahasa sehari-hari. Hal serupa berlaku untuk istilah prokrastinasi.

Gen z adalah generasi yang cukup familiar dengan istilah yang satu ini. Tidak hanya familiar dengan istilah prokrastinasi. Banyak diantara mereka yang juga menjadi pelaku prokrastinasi. Lantas, apa sebenarnya prokrastinasi itu? Untuk mengenal istilah prokrastinasi, artikel ini akan secara khusus membahas tentang prokrastinasi dan alasan gen z sering menjadi pelaku prokrastinasi.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami prokrastinasi dan ingin lepas dari perilaku tersebut. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Prokrastinasi

Brunette woman sitting at desk surrounded with gadgets and papers

Prokrastinasi adalah istilah untuk menggambarkan perilaku menunda pekerjaan atau tugas. Prokrastinasi akan sangat berdampak dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk pendidikan dan juga pekerjaan. Sayangnya, prokrastinasi justru banyak dilakukan oleh para gen z yang seharusnya dalam usia produktif.

Perilaku prokrastinasi ini bisa menjadi sebuah kebiasaan yang semakin menjadi tabiat, jika tidak segera melakukan penanganan. Pelaku prokrastinasi umumnya menunda pekerjaan untuk alasan-alasan yang tidak jelas. Bahkan banyak diantara alasan itu yang dibuat-buat. Hal semacam ini tentu akan berdampak pada produktivitas.

Beberapa sumber menyatakan bahwa prokrastinasi terbagi atas dua jenis, yaitu prokrastinasi aktif, dan prokrastinasi pasif. Prokrastinasi aktif adalah perilaku menunda pekerjaan karena merasa memiliki motivasi untuk bekerja saat mepet deadline. Sedangkan prokrastinasi pasif adalah perilaku menunda pekerjaan karena mengalami kesulitan atau hambatan dalam menyelesaikan tugas.

Prokrastinasi tidak sekedar penundaan dalam mengerjakan tugas, melainkan juga penundaan dalam menyelesaikan tugas. Artinya bisa saja tugas sudah dikerjakan, namun menunda untuk menyelesaikannya dengan berbagai alasan. Terlepas dari itu, tentu keduanya akan sangat berdampak untuk pekerjaan dan diri sendiri.

Prokrastinasi akademik akan mempengaruhi prestasi akademik seseorang. Sedangkan prokrastinasi di lingkungan kerja akan mempengaruhi karir seseorang. Selain kedua itu, banyak juga contoh prokrastinasi dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya menunda membersihkan rumah, menunda keluar rumah, menunda janji temu, dan masih banyak lagi. Semua itu tentu akan berdampak pada kehidupan pelaku prokrastinasi tersebut.

Baca juga: Gen Z dan Gaslighting: Cara Menghadapi Manipulasi Emosional dalam Hubungan

Penyebab Prokrastinasi Pada Gen Z

Annoyed freelancer gestures in front of laptop computer, has much paperwork, works overtime, cries desperately

Pada dasarnya prokrastinasi bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa mengenal generasi mereka. Namun, terdapat beberapa faktor yang membuat para gen z lebih sulit untuk menghindari prokrastinasi, jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Berikut beberapa penyebab prokrastinasi pada gen z:

Ketergantungan terhadap teknologi

Seperti yang kita ketahui, gen z adalah generasi yang lahir di era perkembangan teknologi. Walaupun teknologi membawa banyak dampak positif. Namun teknologi juga bisa membuat manusia ketergantungan. Ketergantungan teknologi ini membuat para gen z mengalami kesulitan untuk fokus, dan sulit menghindari perilaku prokrastinasi.

Kurangnya kemampuan mengatur waktu

Bisa dikatakan bahwa gen z saat ini adalah generasi muda yang perlu banyak belajar. Salah satu yang perlu dipelajari adalah tentang bagaimana cara mengatur waktu agar bisa lebih produktif. Pasalnya, kurangnya kemampuan mengatur waktu ini juga membuat banyak gen z melakukan prokrastinasi.

Stress dan kecemasan berlebih

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang hanya bersaing dengan sesama manusia. Gen z justru juga bersaing dengan teknologi yang ada. Hal semacam ini tidak jarang menimbulkan tekanan berlebih bagi para gen z. Tekanan berlebih itu bisa memicu stress dan juga kecemasan berlebih yang akan menghambat aktivitas para gen z. Dengan demikian tidak jarang berujung pada perilaku prokrastinasi.

Pengaruh media sosial

Gen z tentu sangat akrab dengan penggunaan media sosial. Sayangnya, media sosial tidak berhenti memberikan notifikasi yang bisa mengganggu fokus para gen z. Setiap notif yang bunyi bisa menjadi alasan prokrastinasi bagi para gen z.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai prokrastinasi, dan alasan mengapa gen z sulit menghindar dari prokrastinasi. Terlepas dari semua kondisi di atas, prokrastinasi bukan hal yang bisa dibiarkan begitu saja. Jika kamu memerlukan bantuan profesional dalam hal ini. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id untuk berjumpa dengan para profesional di bidang kesehatan mental.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Manipulasi Emosional: Bagaimana Gaslighting Mempengaruhi Gen Z?

 

Sumber:

Talenta. (n.d.). Hubungan Antara Prokrastinasi Akademik dengan Prestasi Belajar Mahasiswa. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 2(2), 123-132.

Fadillah, A. (n.d.). Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Siswa Kelas Xi Di Sma X. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(8), 32-43.

Anggraeni, L. F., & Soetjiningsih, C. H. (2023). Kontrol Diri Akademik dengan Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMA di Kota X yang Kecanduan Game Online.

Király, O., Potenza, M. N., Stein, D. J., King, D. L., Hodgins, D. C., Saunders, J. B., ... & Demetrovics, Z. (2019). Mental health and addictive behaviors in young people: A systematic review of clinical and neurobiological findings. Journal of Behavioral Addictions, 8(3), 537-553.

Twenge, J. M., & Campbell, W. K. (2018). Associations between screen time and lower psychological well-being in children and adolescents: Evidence from a population-based study. Journal of Epidemiology and Community Health, 72(3), 239-245.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengapa Gen Z Begitu Sulit Menghindari Prokrastinasi? — DeepTalk