Semua artikel
Gangguan Perilaku

Komplikasi dan Perawatan Pada Penderita Sindrom Diogenes

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Beberapa diantara kita mungkin pernah menjumpai lansia dengan kondisi yang sangat kotor, berantakan, dan tampak seakan tidak terawat. Namun mirisnya lagi, lansia-lansia tersebut justru menolak untuk mendapatkan perawatan. Walaupun hanya sekedar membantu mereka untuk hidup dengan layak. Lansia dengan kondisi semacam itu bisa saja mengalami masalah psikologis yang dikenal dengan sindrom diogenes.

Sindrom diogenes merupakan kondisi psikologis yang memang pada umumnya ditemui pada lansia. Kondisi tersebut bukan salah satu dari jenis gangguan mental, namun merupakan sindrom atau kumpulan gejala dari beberapa gangguan mental. Sindrom diogenes adalah gangguan perilaku dimana seseorang cenderung mengabaikan kebersihan, kerapian, hingga perawatan dirinya, bahkan sampai pada tingkat yang cukup ekstrim. Akibatnya, tidak sedikit dari penderita sindrom diogenes yang juga mengalami masalah pencernaan, gangguan pada kulit, masalah mulut dan gusi, dan berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan kebersihan.

Penderita sindrom diogenes sangat mengabaikan kebersihan mereka. Tidak hanya kondisi tubuh mereka, namun juga tempat tinggalnya. Maka dari itu, banyak penderita sindrom diogenes yang tinggal di rumah atau kamar yang kotor dan berantakan. Dalam beberapa kasus, penderita sindrom juga mengalami hoarding disorder, yaitu kebiasaan menyimpan barang-barang yang tidak berguna.

Penderita sindrom diogenes pada dasarnya sangat membutuhkan bantuan dari orang-orang terdekatnya. Walaupun bantuan sederhana untuk membuat mereka tampak lebih rapi dan bersih. Sayangnya, mereka justru menarik diri dari lingkungan, menolak orang lain untuk membersihkan kamar, rumah, atau dirinya sendiri. Mereka juga cenderung menolak ajakan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Hal inilah yang terkadang membuat perawatan pada penderita sindrom diogenes menjadi lebih sulit.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi sindrom diogenes, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai komplikasi dan perawatan pada penderita sindrom diogenes. Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Komplikasi Sindrom Diogenes

Portrait of a sad aged woman close-up

Sindrom diogenes umumnya tidak berdiri sendiri sebagai satu kondisi mental, melainkan cenderung berkompilasi dengan berbagai masalah kesehatan, baik itu fisik maupun mental. Berikut beberapa komplikasi dari sindrom diogenes:

Masalah kesehatan pada kulit, pencernaan, gigi, dan mulut

Penderita sindrom diogenes memiliki pemahaman yang salah akan kebersihan dan penampilan. Hal ini membuat mereka jarang menjaga kebersihan dan kerapian tubuh juga tempat tinggalnya. Kondisi semacam itu tidak jarang memicu berbagai masalah kesehatan pada kulit, pencernaan, gigi, dan juga mulut.

Hoarding disorder

Seperti yang sudah dipaparkan di awal, penderita sindrom diogenes juga umumnya mengalami hoarding disorder, atau kebiasaan mengumpulkan atau menimbun barang-barang yang tidak berguna. Kondisi semacam itu akan semakin membuat tempat tinggal lebih berantakan. Tidak jarang mereka menimbun sampah yang menimbulkan bau tidak sedap.

Demensia

Beberapa penderita sindrom diogenes juga mengalami demensia, yaitu penurunan kemampuan berpikir dan daya ingat seseorang yang umumnya dialami oleh para lansia.

Depresi

Gangguan mental lainnya yang juga bisa berkomplikasi dengan sindrom diogenes adalah depresi. Depresi sendiri merupakan kondisi mental dimana seseorang mengalami kesedihan mendalam, sehingga kehilangan minat akan aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Gejala dan Diagnosa Sindrome Diogenes

Perawatan Pada Penderita Sindrom Diogenes

Portrait of a sad aged woman close-up

Salah satu kondisi mental yang cukup menantang untuk dirawat adalah penderita sindrom diogenes. Pasalnya kebanyakan dari mereka justru menarik diri dari lingkungan sosial, dan menolak sebagai jenis perawatan. Meski demikian, orang terdekat tetap harus memberikan perhatian mereka. Berikut beberapa jenis perawatan yang bisa diberikan pada penderita sindrom diogenes:

Orang terdekat sebagai pemberi semangat

Walaupun menolak segala jenis bantuan, namun penderita sindrom diogenes justru sangat membutuhkan bantuan tersebut. Untuk itu, sebagai orang terdekat sudah sepantasnya menjadi orang yang memberikan semangat dan dukungan kepada penderita sindrom diogenes.

Memberikan obat sesuai dengan anjuran dari dokter

Penderita sindrom diogenes juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan fisik dan juga mental. Beberapa diantaranya memang harus ditangani dengan mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Untuk itu, pastikan penderita sindrom diogenes mengkonsumsi obat sesuai dengan anjuran dari dokter atau psikiater.

Dapatkan layanan kesehatan khusus lansia

Dalam beberapa kasus, penderita sindrom diogenes perlu mendapatkan perawatan kesehatan khusus. Terutama jika kondisinya sudah berkomplikasi dengan berbagai jenis kesehatan fisik dan juga mental. Jika memang dibutuhkan, tidak ada salahnya untuk mendapatkan layanan kesehatan khusus untuk lansia.

Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan

Walaupun tidak masuk dalam kategori gangguan mental, penderita sindrom diogenes juga tetap harus melakukan pemeriksaan kesehatan. Pasalnya, dalam banyak kasus kondisi ini juga berkomplikasi dengan berbagai masalah kesehatan fisik dan juga mental. Terutama jika mengingat kondisi ini didominasi oleh lansia yang rentan akan penyakit.

Itu dia penjelasan singkat mengenai komplikasi dan perawatan pada penderita sindrom diogenes. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Sindrom Diogenes: Gangguan Perilaku Pada Lansia

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Komplikasi dan Perawatan Pada Penderita Sindrom Diogenes — DeepTalk