Deeptalk.co.id – Ketertarikan seksual terhadap mayat memang terdengar cukup mengerikan dan bukan suatu hal yang lazim. Namun tahukah kamu bahwa kondisi ini sudah ada sejak zaman Yunani Kuno. Dalam istilah medis, ketertarikan seksual terhadap mayat ini dikenal dengan sebutan necrophilia.
Untuk mengetahui secara lebih detail mengenai necrophilia, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai penyimpangan seksual yang satu ini. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Jika kamu menemukan kesamaan kondisi antara isi artikel dengan keadaan pribadi atau orang disekitar, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut penjelasan mengenai necrophilia:
Pengertian Necrophilia

Necrophilia merupakan salah satu gangguan mental yang masuk dalam kategori gangguan parafilia atau gangguan seksual dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition (DSM-5). Gangguan necrophilia ditandai dengan adanya ketertarikan secara seksual terhadap mayat.
Dalam hal ini, penderita necrophilia bisa mendapatkan kepuasan secara seksual dengan melakukan aktivitas seksual bersama mayat. Cara yang digunakan juga cukup beragam, mulai dari menggali kuburan lalu bersetubuh dengan mayat, hingga membunuh orang lalu melakukan aktivitas seksual bersama jasad yang telah meninggal tersebut.
Kondisi necrophilia ini memang bisa dikatakan sebagai gangguan parafilia yang cukup jarang ditemui. Meski demikian, gangguan yang satu ini sudah ada sejak zaman Yunani Kuno. Bahkan beberapa film dengan genre horor juga beberapa kali mengangkat tema necrophilia ke dalam alur cerita mereka.
Penderita necrophilia bisa dialami oleh laki-laki maupun perempuan. Meski demikian, pengidap necrophilia ini lebih sering ditemui pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Karena kondisi necrophilia bisa dikatakan sebagai penyimpangan seksual dan juga gangguan mental, maka orang dengan necrophilia perlu mendapatkan penanganan khusus untuk meminimalisir gejala dan resiko dari kondisi necrophilia itu sendiri.
Macam-Macam Necrophilia

Walaupun necrophilia masuk dalam kategori gangguan parafilia yang cukup jarang terjadi, namun kondisi necrophilia ini memiliki banyak sekali jenis-jenisnya. Menurut Drs. Jonathan Rosman dan Phillip Resnick, gangguan necrophilia terbagi atas 3 macam, yaitu:
Necrophilia homicide
Penderita necrophilia homicide ini memenuhi hasrat seksual mereka dengan melakukan pembunuhan untuk bisa mendapatkan akses ke mayat untuk nantinya disetubuhi, atau melakukan aktivitas seksual terhadap jasad yang telah mereka bunuh.
Regular necrophilia
Berbeda dengan necrophilia homicide yang membunuh orang lain lalu disetubuhi, penderita regular necrophilia sama sekali tidak melakukan pembunuhan. Mereka justru mengambil mayat yang sudah mati, lalu melakukan aktivitas seksual terhadap mayat tersebut. Cara mengambil mayatnya juga bisa dengan menggali kuburan, mencuri mayat dari kamar jenazah, dan lain sebagainya.
Baca juga : Tips Melindungi Anak Dari Para Pedofil
Necrophilia fantasy
Penderita necrophilia fantasy bisa dibilang kondisi necrophilia yang paling mendingan dibandingkan dengan dua jenis necrophilia sebelumnya. Dimana penderita necrophilia fantasy hanya sekedar memiliki ketertarikan seksual terhadap mayat, namun tidak benar-benar melakukan aktivitas seksual terhadap mayat. Dalam artian, mereka hanya sekedar berfantasi atau membayangkan aktivitas seksual bersama mayat.
Selain jenis-jenis gangguan necrophilia yang dikemukakan oleh Drs. Jonathan Rosman dan Phillip Resnick, Anil Aggrawal dalam jurnal yang berjudul Journal of Forensic and Legal Medicine, membagi gangguan necrophilia ke dalam 10 klasifikasi, yaitu:
Kelas 1: necrophilia roleplayer
Penderita necrophilia roleplayer tidak benar-benar melakukan aktivitas seksual dengan mayat, melainkan hanya sekedar bermain peran dimana pasangannya akan berpura-pura telah meninggal saat melakukan aktivitas seksual.
Kelas 2: necrophilia romantisme
Penderita necrophilia romantisme tidak memiliki ketertarikan seksual terhadap semua mayat. Mereka hanya tertarik terhadap mayat dari orang yang dicintainya.
Kelas 3: necrophilia fantasy
Sama dengan necrophilia fantasy menurut Drs. Jonathan Rosman dan Phillip Resnick, dalam kasus ini penderita hanya sekedar membayangkan melakukan aktivitas seksual dengan mayat.
Kelas 4: necrophilia taktil
Penderita necrophilia taktil akan mendapatkan kepuasan seksual dengan menyentuh, mengelus, atau menjilati mayat.
Kelas 5: necrophilia fetish
Penderita necrophilia fetish akan memotong bagian tubuh mayat untuk disimpan dan dijadikan media pemuasan hasrat seksual mereka.
Kelas 6: nekromutilomania
Jenis necrophilia yang satu ini merupakan gabungan antara necrophilia dan mutilasi. Dimana penderitanya mendapatkan kepuasan seksual dengan memutilasi atau memotong mayat.
Kelas 7: necrophilia oportunistik
Penderita necrophilia oportunistik hanya akan bersetubuh dengan mayat untuk memenuhi hasrat seksualnya jika mendapatkan kesempatan.
Kelas 8: necrophilia regular
Penderita necrophilia regular memiliki ketertarikan seksual dengan melakukan aktivitas bersetubuh dengan mayat. Meski demikian mereka masih berhubungan intim dengan orang yang masih hidup, meskipun kurang menikmati aktivitas seksual tersebut.
Kelas 9: necrophilia pembunuhan
Jenis necrophilia yang satu ini bisa dibilang sangat berbahaya, karena penderitanya memiliki ketertarikan seksual terhadap mayat yang baru saja dibunuh karena masih memiliki suhu tubuh yang hangat.
Kelas 10: necrophilia eksklusif
Jenis necrophilia yang terakhir ini merupakan kondisi dimana seseorang hanya mendapatkan kenikmatan seksual dengan mayat dan tidak bisa dengan orang yang masih hidup. Dengan demikian, mereka akan melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan mayat, termasuk menggali kuburan, mencuri dari kamar mayat, dan lain sebagainya.
Seperti itulah penjelasan mengenai gangguan necrophilia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Dampak Kesehatan Mental Pada Korban Pedofilia
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



