Deeptalk.co.id – Fobia merupakan gangguan ketakutan yang berlebihan dan mewakili jenis gangguan kecemasan yang signifikan. Ini sering didefinisikan juga sebagai ketakutan yang berlebihan dan tidak rasional akan suatu objek atau situasi yang dialami oleh seorang individu. Fobia biasanya terkait dengan sesuatu yang spesifik, namun tidak menutup kemungkinan juga bahwa seseorang bisa memiliki lebih dari satu jenis fobia.
Pada artikel kali ini kami akan mengulas lebih lanjut mengenai fobia, termasuk pada jenis-jenis fobia seperti fobia spesifik dan fobia kompleks serta menjawab pertanyaan adanya kemungkinan seseorang bisa mengidap lebih dari satu jenis fobia.
Mengalami Lebih Dari Satu Fobia

Fobia merupakan gangguan kecemasan yang relatif umum dialami. Seseorang tidak akan menampakkan gejala apapun sampai mereka benar-benar bersentuhan dengan sumber fobia. Mereka bisa menjadi panik saat menghadapi sumber ketakutan, yang bisa berupa tempat, situasi, atau objek.
Fobia juga umumnya muncul dari pengalaman yang sangat traumatis. Ketakutan yang dialami pun berpindah dari situasi ke situasi lainnya, atau terulang kembali sepanjang hidup. Misalnya, orang tersebut mengembangkan rasa takut akan air saat melihat kejadian tenggelam yang tak terlupakan.
Selain itu, seseorang dapat memiliki lebih dari satu fobia. Ini dikarenakan fobia merupakan respons yang berlebihan dan tidak proporsional terhadap stimulus tertentu. Sehingga seseorang dapat mengembangkan fobia terhadap beberapa objek atau situasi yang berbeda. Misalnya, seseorang mungkin memiliki fobia terhadap laba-laba (arachnophobia) dan juga fobia terhadap ketinggian (acrophobia) secara bersamaan.
Setiap fobia dapat memiliki gejala dan reaksi yang unik pada individu yang mengalaminya. Beberapa orang mungkin hanya memiliki satu fobia yang signifikan, sementara yang lain mungkin memiliki beberapa fobia yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Penting untuk dicatat bahwa fobia dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang jika tidak diatasi atau dikelola dengan baik.
Baca juga: Mengetahui Arti Sesunguhnya Dari Inner Child
Dua Bentuk Kategori Fobia

Kebanyakan fobia memiliki gejala yang serupa. Beberapa gejala yang umum adalah rasa takut yang berlebihan terhadap objek atau situasi tertentu, menghindari objek atau situasi yang menyebabkan penderitaan hebat, serta adanya perubahan fisik seperti mual, berkeringat, gemetar, kesulitan bernapas, pusing, dan kepala terasa ringan (ditandai dengan sebagai serangan panik).
Namun, ada beberapa perbedaan juga dengan banyak objek atau situasi yang menyebabkan seseorang dapat mengembangkan fobia. Oleh karenanya fobia pun dapat dikategorikan menjadi dua bentuk utama, yakni fobia spesifik atau sederhana dan fobia kompleks.
Fobia Spesifik atau Sederhana
Jenis fobia ini didefinisikan sebagai ketakutan yang tidak masuk akal yang disebabkan oleh adanya situasi atau objek tertentu. Jenis fobia ini diketahui dapat menyebabkan bahaya ringan atau tidak berbahaya, dan sering kali berkembang selama masa kanak-kanak, yakni antara usia 4 dan 8 tahun. Ini bisa menjadi tidak terlalu parah seiring bertambahnya usia individu.
Jenis fobia sederhana yang termasuk umum ini meliputi ketakutan atau fobia dengan hewan tertentu, fobia dengan lingkungan, fobia dengan situasi seperti mengunjungi dokter, hingga fobia tubuh atau ketakutan yang muncul karena prosedur medis invasif dan terkadang dengan menyaksikan cedera atau darah.
Fobia Kompleks
Fobia ini diketahui sangat menganggu atau menciptakan dampak yang lebih melumpuhkan pada kehidupan jika dibandingkan dengan fobia spesifik. Sebagian besar fobia ini berkembang pada masa remaja atau diciptakan oleh jejak pengalaman anak usia dini dan dikaitkan dengan ketakutan yang mengakar tentang situasi atau keadaan tertentu.
Untuk penyebabnya sendiri hingga kini masih belum diketahui pasti, termasuk seperti agorafobia dan fobia sosial. Namun ahli memperkirakan bahwa genetika, kimia otak, dan pengalaman hidup memiliki peran dalam jenis fobia kompleks.
Reaksi atau gejala fisik yang dialami seseorang saat dihadapkan pada objek ketakutannya adalah nyata dan tidak hanya sekedar berada di kepala mereka. Pun terkadang fobia kompleks ini dapat berlanjut selama bertahun-tahun. Beberapa jenis dari fobia kompleks ini ialah :
Agoraphobia, merupakan ketakutan akan ruang terbuka, namun bisa juga lebih kompleks daripada itu. Pasien agorafobia cenderung cemas pada situasi atau tempat dari di mana melarikan diri sulit, atau bantuan tidak akan tersedia jika terjadi serangan panik. Mereka mungkin takut bepergian dengan transportasi umum, mengunjungi pusat perbelanjaan, atau bahkan sendirian di rumah (dalam kasus yang paling parah dari kondisi ini).
Fobia sosial, yakni ketika seseorang takut menghadapi kehidupan atau situasi sosial. Para pasien cenderung bertindak gugup secara tidak normal. Selain itu, orang yang terkena mungkin merasa takut berbicara di depan orang atau di depan umum karena takut dipermalukan. Fobia sosial juga dikenal sebagai Social Anxiety Disorder (SAD), dan kemungkinan mereka memiliki ketakutan akan berbicara di depan umum, menggunakan toilet umum, makan dengan orang lain hingga kontak sosial secara umum.
Baca juga: Mengatasi Fearful-Avoidant Attachment Style
Sumber:
Simple Versus Complex Phobias. (2018, August 23). News-Medical.net. https://www.news-medical.net/health/Simple-Versus-Complex-Phobias.aspx
NHS Website. (2023). Causes – Phobias. nhs.uk. https://www.nhs.uk/mental-health/conditions/phobias/causes/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



