Deeptalk.co.id – Setiap orang tentu pernah merasakan emosi yang cukup besar dalam tubuh dan akhirnya membuat mereka marah. Meski demikian, setiap orang memiliki manajemen emosinya masing-masing. Hasilnya, tidak semua orang marah dengan meledak-ledak. Lantas apakah orang yang mudah marah itu sedang mengalami masalah tertentu?
Pada kenyataannya, beberapa masalah kesehatan mental memang mampu membuat penderitanya kesulitan dalam mengontrol emosi. Namun perlu diketahui juga bahwa tidak semua orang yang mudah marah itu pasti mengalami masalah kesehatan mental. Bisa jadi mereka memang tidak memiliki manajemen emosi yang baik, atau memang lingkungan yang mendorong mereka untuk marah dengan intens.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas beberapa masalah kesehatan mental yang bisa berpotensi membuat seseorang kesulitan dalam mengontrol emosi, atau dalam artikel ini kita sebut dengan mudah marah.
Sebelum kita masuk ke pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Orang-orang ahli tersebut akan membantu kamu menentukan diagnosa terhadap kondisi yang dialami, dan memberikan penanganan yang tepat terhadap hal tersebut.
Kembali lagi kepada topik pembahasan utamanya. Berikut beberapa masalah kesehatan mental yang bisa menjadi pemicu seseorang menjadi pribadi yang mudah marah:
Depresi

Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan seseorang menjadi pribadi yang muda marah adalah kondisi depresi. Depresi sendiri merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan adanya rasa sedih mendalam sehingga membuat penderitanya tidak memiliki semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Penderita depresi akan mengalami rasa sedih dan beberapa emosi-emosi negatif setidaknya selama dua minggu. Hal ini bisa lebih parah tergantung pada tingkat keparahan depresi yang dialami. Emosi negatif yang ada dalam dirinya inilah yang membuat moodnya tidak stabil dan kesulitan dalam mengontrolnya. Hasilnya, mereka akan mudah marah dan cenderung tidak bisa mengontrol amarahnya.
Dalam beberapa kasus depresi yang sudah cukup berat, penderita akan menyakiti diri sendiri, bahkan timbulnya upaya untuk mengakhiri hidup atau bunuh diri. Pada tahap ini penderita tidak bisa menjalani penanganan secara mandiri, melainkan harus melalui bantuan dari para profesional.
Sindrom Pramenstruasi (PMS)

Wanita akan menjadi lebih sensitif saat memasuki waktu datang bulan atau yang kita kenal dengan pramenstruasi. Maka tidak heran jika kita menemukan wanita yang menjadi mudah marah atau mudah menangis saat menjelang waktu menstruasi.
Tingkat sensitifitas pada wanita ini cukup wajar terjadi. Pasalnya, American College of Obstetricians and Gynecologists sendiri menyatakan bahwa wanita bisa mengalami perubahan mood selama dua minggu terakhir dalam siklus menstruasi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh perubahan hormon yang terjadi di dalam diri wanita.
Baca juga : Mengenal Gejala Awal Skizofrenia yang Sering Diabaikan
Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Kondisi lain yang bisa membuat seseorang kesulitan dalam mengontrol emosi adalah obsessive compulsive disorder (OCD). Obsessive compulsive disorder adalah salah satu gangguan mental yang ditandai dengan pemikiran dan dorongan yang sulit untuk dikontrol serta berulang (obsesif), dan munculnya perilaku paksaan (kompulsif).
Penderita OCD sering kali mengalami gangguan-gangguan dalam kepala mereka yang tentu tidak diinginkannya. Terutama saat mereka berhadapan dengan situasi yang tidak sesuai dengan harapannya. Hal inilah yang sering kali membuat mereka mudah marah.
Selain itu, penderita OCD juga mengalami kesulitan untuk mengendalikan pikiran mereka. Sehingga, pemikiran-pemikiran tersebut kerap kali mengganggunya dan akhirnya berujung pada respon negatif, yaitu marah.
Ketergantungan Alkohol

Sudah cukup banyak artikel yang membahas mengenai bahaya alkohol bagi kesehatan fisik maupun mental seseorang. Sayangnya hal tersebut masih sering dianggap angin lalu bagi beberapa orang. Salah satu bahaya alkohol dalam hal ini adalah dapat mengakibatkan ketergantungan. Bagaimana tidak, dalam alkohol sendiri terkandung zat adiktif yang membuat pengonsumsinya ingin selalu mengkonsumsi hal tersebut.
Ketergantungan terhadap alkohol inilah yang sering kali membuat seseorang kesulitan untuk mengontrol emosi mereka. Maka tidak heran jika banyak sekali kasus kekerasan yang dilakukan oleh seorang mengonsumsi aktif alkohol.
Mengkonsumsi alkohol tidak hanya mampu menghilangkan kesadaran, namun juga dapat menurunkan fungsi otak dalam jangka panjang. Penurunan fungsi otak pada akan membuat penderitanya kesulitan dalam berpikir rasional. Ditambah lagi dengan situasi yang mendukung untuk marah. Maka hal ini dapat memicu kemarahan diluar kendali.
Bipolar Disorder

Bipolar disorder atau yang sering kita kenal dengan kepribadian ganda merupakan gangguan mental yang ditandai dengan perubahan mood yang sangat signifikan. Perubahan mood ini melibatkan fase mania dan fase depresi. Dalam kasus bipolar sendiri, mudah marah akan terjadi pada fase depresi.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai gangguan mental yang dapat memicu seseorang menjadi pribadi yang mudah marah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Mengenal Jenis-Jenis Pemerkosaan dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



