Semua artikel
Pikiran

Mood dan Produktivitas: Bagaimana Keduanya Berkaitan?

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia6 menit baca

Deeptalk.co.id – Produktivitas biasanya erat kaitannya dengan pekerjaan, dimana jika didefinisikan merupakan penggunaan semua sumber daya secara efektif untuk menghasilkan sesuatu. Ini memungkinkan seseorang akan menggunakan semua sumber daya miliknya, termasuk pikiran, fisik dan waktu untuk menghasilkan sesuatu dengan hasil yang terbaik pada pekerjaan atau aktivitasnya. Lalu bagaimana jika produktivitas dikaitkan dengan suasana hati atau mood?

Mood atau suasana hati yang dialami semua orang merupakan keadaan perasaan umum dan pikiran sementara yang terkait dengan emosi. Saat seseorang mengalami emosi negatif, seperti sedih, marah, cemas dan lain-lain, suasana hati nya berarti juga sedang buruk. Begitupun sebaliknya, saat bahagia, suasana hati berada dalam keadaan yang baik.

Suasana hati yang baik bisa membuat Anda lebih fokus dan bersemangat. Berbeda jika suasana hati memburuk, yang akan menimbulkan stres hingga depresi. Sejalan dengan hubungannya pada emosi, suasana hati juga memiliki hubungan erat dengan fluktuasi produktivitas, yang akan kita bahas pada artikel kali ini.

Peran Mood Sebagai Kunci dalam Produktivitas

Asia businesswoman using laptop talk to colleagues about plan in video call while smart working from home at living room.

Mood atau suasana hati memiliki efek yang kuat terhadap produktivitas seseorang, termasuk karyawan atau para pekerja. Mood yang bagus mengakibatkan peningkatan pada kualitas dan kuantitas kerja. Sedangkan ketika memburuk justru akan mengakibatkan hasil yang lebih menurun baik pada kualitas maupun kuantitasnya.

Pernyataan ini sejalan dengan temuan para peneliti yang menjelaskan bahwa suasana hati karyawan ketika mereka bekerja cenderung memengaruhi perasaan mereka sepanjang hari. Jika seseorang memulai hari dengan suasana hati yang baik, kemungkinan besar mereka akan senang sepanjang hari, pun begitu sebaliknya.

Oleh karena itu, peneliti juga menganjurkan dengan temuannya yang mengatakan kalau suasana hati di awal hari mungkin penting untuk menjalani hari yang produktif. Mereka secara khusus melakukan penelitian dengan melihat peran suasana hati pekerja di awal hari.

Tidak hanya itu, menariknya para peneliti menemukan bahwa mengubah suasana hati yang buruk menjadi lebih baik dinilai lebih mudah dibanding mengubah yang baik menjadi mood memburuk. Dengan kata lain, mengubah suasana hati yang buruk lebih mungkin terjadi daripada kehilangan suasana hati yang baik.

Temuan tersebut juga sejalan dengan studi lain yang menemukan adanya peningkatan produktivitas sebesar 12% saat seseorang merasakan kebahagiaan, sedangkan pekerja yang tidak bahagia terbukti 10% kurang produktif. Mereka menyimpulkan bahwa kebahagiaan manusia memiliki efek kausal yang besar dan positif terhadap produktivitas. Emosi positif pun muncul untuk menyegarkan manusia.

Baca juga: Self-Esteem pada Anak: Membantu Membentuk Kepribadian yang Sehat

Mood dan Produktivitas, Yang Terkait dengan Penundaan Pekerjaan

Beautiful young smiling asian woman working laptop on desk in living room at home.

Manusia mengalami mood yang berbeda-beda dan umumnya dibagi menjadi mood yang baik dan yang buruk. Oleh karena itu, selain membahas suasana hati yang baik berkaitan juga dengan produktivitas yang meningkat, ada juga penelitian lain yang meneliti dampak dari suasana hati yang buruk terhadap produktivitas seseorang.

Saat Anda terus-menerus merasa tidak bahagia, itu bukan hanya situasi suasana hati yang buruk sementara. Bisa jadi Anda tengah mengalami masalah yang penyebabnya sangat dalam di alam bawah sadar Anda.

Beberapa penelitian lain menunjukkan adanya interaksi yang halus antara suasana hati dan penundaan atau procastinating (yang tentu saja sangat terkait dengan produktivitas). Tidak mengherankan jika kita lebih banyak menunda-nunda ketika suasana hati kita sedang buruk.

Sedangkan penelitian lain mengidentifikasi hubungan positif dan signifikan antara depresi, kecemasan, dan perilaku procastinating atau keputusan. Terlepas dari segala upaya untuk mencerahkan dan mempertahankan produktivitas Anda, keadaan pikiran negatif ini memiliki pengaruh yang kuat pada semua yang Anda lakukan.

Saat Anda depresi, tidak peduli seberapa besar tekad Anda untuk menyelesaikan sesuatu, pekerjaan Anda akan menanggung akibatnya. Sangat menarik bahwa kebanyakan orang menyadari apa yang terjadi.

Procastinating atau perilaku yang suka menunda-nunda pekerjaan adalah teknik manajemen suasana hati, meskipun mereka masih ingat untuk makan ataupun meminum obat tepat waktu. Penundaan pekerjaan terjadi dengan suasana hati yang buruk, dimana mereka tetap percaya bahwa suasana hati mereka dapat diubah dan yang memiliki akses ke gangguan yang menyenangkan.

Mereka tahu bahwa mereka sedang menunda-nunda dan mereka melihat bagaimana tingkat produktivitas mereka turun. Mereka sadar akan keseriusan situasi. Di satu sisi, pengamatan diri itu bahkan menarik bagi mereka. Mereka memperhatikan kapan dan mengapa mereka menunda-nunda, dan mereka mengamati perubahan dalam keinginan mereka untuk tetap berkomitmen pada pekerjaan.

Namun yang lain tidak begitu sadar diri; mereka hanya menjadi depresi dan kurang produktif untuk jangka waktu yang lama, tanpa memperhatikan semua hal yang salah. Jika mereka tidak mendapatkan pemicu yang membuat mereka keluar dari situasi itu, depresi hanya akan semakin mendalam.

Apa yang Bisa Anda Lakukan Untuk Mengatasinya?

Freelance business women casual wear using laptop working call video conference with customer in workplace in living room at home. Happy young Asian girl relax sitting on desk do job in internet.

Tentu jika mood yang buruk mengakibatkan kita cenderung menunda-nunda pekerjaan, ini akan sangat mengganggu pekerjaan dan produktivitas. Oleh karena itu, Anda mungkin bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk mengatasi permasalahan tersebut.

– Menemukan hubungan antara perubahan mood dengan kinerja kognitif. Apakah Anda menunda-nunda atau berkinerja buruk di tempat kerja? Mengapa? Temukan jawabannya sehingga Anda akan siap untuk mengatasi alasan tersebut.

– Jadikan sasaran produktivitas Anda lebih mudah ditangani. Ini akan membantu Anda mengalahkan keinginan untuk menunda-nunda karena akan memusatkan perhatian Anda pada prioritas.

– Pastikan memori kerja Anda tidak kewalahan. Buat prioritas dan hemat ruang untuk kebutuhan Anda sendiri. Anda tidak boleh memfokuskan seluruh hidup Anda untuk menjadi produktif dalam hal pekerjaan. Produktivitas pribadi juga penting, jadi Anda harus menjaga keseimbangan itu.

– Jika Anda menemukan bahwa kurangnya produktivitas Anda disebabkan oleh suasana hati yang buruk secara konsisten, yang mungkin terkait dengan kecemasan atau depresi, carilah bantuan. Terapi yang tepat akan meningkatkan suasana hati Anda, dan itu pasti akan meningkatkan tingkat produktivitas.

– Tertawalah karena itu adalah obat terbaik. Mungkin Anda sedang dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk senyum, tetapi lakukan yang terbaik untuk bahagia atau untuk seseorang yang bahagia. Paling tidak yang bisa Anda lakukan adalah mendengarkan lelucon dan tawa seseorang.

– Makan cokelat atau jenis makanan rumahan lain yang biasanya membuat Anda bahagia. Ini adalah cara sederhana namun efektif untuk memperbaiki suasana hati yang buruk sementara.

– Perubahan suasana hati yang ekstrim dan sering menuntut perhatian Anda. Mereka memengaruhi produktivitas Anda dan seluruh pandangan dunia Anda. Atasi perubahan suasana hati itu dan Anda akan segera mendapatkan hidup Anda kembali, dengan segala efisiensinya.

Baca juga: Bahagia Ala Diri Sendiri : Tips Bahagia Tanpa Bergantung Dengan Orang Lain

 

Sumber:

Fowler, W. (2016). Mood and Productivity Have a Strong Relationship. Here’s What We Know about It. FacileThings. https://facilethings.com/blog/en/mood-and-productivity-have-a-strong-relationship

Salzgeber, N. (2018, April 29). To Become More Productive, Manage Your Mood! (6 Science-Based Tips). Medium. https://medium.com/@nilssalzgeber/to-become-more-productive-manage-your-mood-6-science-based-tips-5055f1c780f5

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mood dan Produktivitas: Bagaimana Keduanya Berkaitan? — DeepTalk