Deeptalk.co.id – Menjadi orang tua memang merupakan tugas dan tantangan yang tidak mudah. Terutama di era yang serba modern ini. Banyak sekali metode pengasuhan yang dianggap baik untuk sekelompok orang, namun kurang baik untuk kelompok lainnya. Di sisi lain, setiap orang tua tentu berharap memberikan pola asuh terbaik bagi anak-anak mereka.
Salah satu metode pola asuh yang cukup familiar di kalangan masyarakat saat ini adalah mindful parenting. Walaupun metode pola asuh ini dianggap cukup baik untuk membangun hubungan emosional orang tua dan anak. Namun, tentu ada tantangan tersendiri dalam menerapkan mindful parenting.
Lantas, seperti apa mindful parenting itu? Artikel kali ini akan secara khusus membahas topik tersebut. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami masalah kesehatan mental. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog, agar mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Pengertian Mindful Parenting

Istilah mindful parenting berasal dari dua kata, yaitu mindful dan parenting. Mindful atau mindfulness berarti kesadaran yang muncul dari memperhatikan keadaan sekitar pada saat ini tanpa adanya penghakiman secara disengaja. Sedangkan parenting adalah ilmu dalam mengasuh, mendidik, dan membimbing anak secara baik. Dengan demikian, mindful parenting merupakan pola asuh terhadap anak dengan pendekatan anak kesadaran saat ini tanpa adanya penghakiman.
Mindful parenting pertama kali dikemukakan oleh Kabat Zinn pada tahun 1997. Seiring dengan berjalannya waktu, mindful parenting berkembang dalam cabang ilmu psikologi klinis dan psikologi perkembangan.
Pada tahun 2014, Bögels dan Restifo mengemukakan bahwa mindful parenting mencakup lima dimensi utama, yaitu:
1. Kesadaran penuh orang tua terhadap pola asuh saat ini yang diberikan kepada anak.
2. Mendengarkan segala bentuk ucapan anak dengan penuh perhatian.
3. Kesadaran akan setiap reaksi emosional sebagai orang tua.
4. Kemampuan orang tua dalam mengatur respon mereka, tanpa bereaksi secara berlebihan.
5. Memiliki belas kasih terhadap diri sendiri sebagai orang tua, dan kepada anak.
Baca juga: Positive Vibes Sebagai Strategi Koping: Apakah Baik Untuk Kesehatan Mental?
Perspektif Psikologi Terhadap Mindful Parenting

Walaupun secara umum mindful parenting banyak menjadi pembahasan dalam cabang ilmu psikologi perkembangan. Namun ternyata cabang ilmu psikologi lainnya juga memiliki perspektif masing-masing dalam metode parenting yang satu ini.
Psikologi perkembangan
Dalam perspektif psikologi perkembangan, teknik mindful parenting dianggap mampu memberikan lingkungan emosional yang aman bagi anak. Selain itu, mindful parenting juga mampu meningkatkan kelekatan antara orang tua dan anak. Kelekatan orang tua dan anak ini berkorelasi dengan perkembangan sosial, emosi, dan kognitif bagi anak.
Sebuah penelitian yang dilakukan Geurtzen dan kawan-kawan, membuktikan bahwa anak yang diasuh dengan metode mindful parenting cenderung memiliki regulasi emosi yang lebih baik, dan memiliki tingkat stress yang lebih rendah.
Psikologi klinis
Dalam perspektif psikologi klinis, teknik mindful parenting bahkan bisa dijadikan metode untuk mengatasi kecemasan, stress, dan depresi pada orang tua. Pada kenyataannya, banyak orang tua yang menyangkal keberadaan emosi negatif mereka saat sedang mengasuh anak. Dalam beberapa kasus, emosi negatif itu menumpuk dan memberikan dampak negatif untuk kesehatan mental. Dalam teknik mindful parenting, orang tua akan menerima segala bentuk emosi yang dirasakan, dan mengarahkannya ke hal-hal yang lebih positif.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bögels dan kawan-kawan, membuktikan bahwa penerapan mindful parenting dapat menurunkan stress pengasuhan, dan meningkatkan fungsi keluarga. Penelitian ini dikhususkan pada keluarga dengan anak yang memiliki gangguan psikologis. Dimana kondisi tersebut tentu merupakan kondisi yang tidak mudah bagi banyak orang tua.
Psikologi kognitif dan afektif
Dalam perspektif psikologi kognitif dan afektif, mindful parenting mampu membantu orang tua untuk menyadari pola pikir dan emosi otomatis yang muncul selama proses pengasuhan. Misalnya perasaan-perasaan marah, frustasi, atau perasaan bersalah. Saat orang tua mampu mengenali atau menyadari kemunculan emosi otomatis itu, orang tua bisa menggantinya dengan respon yang lebih sabar dan empati terhadap anak.
Psikologi sosial
Dalam perspektif psikologi sosial, mindful parenting membantu orang tua memiliki komunikasi yang lebih terbuka, empati, dan non-defensif, terutama terhadap anak mereka. Tidak hanya demi menjalin hubungan yang baik dengan anak, namun juga mampu menciptakan iklim keluarga yang suportif dan memfasilitasi pembentukan nilai sosial dan moral pada anak.
Itu dia beberapa penjelasan terkait mindful parenting, khususnya dalam perspektif ilmu psikologi. Jika kamu mengalami kesulitan untuk menjalani metode parenting ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Toxic Positivity vs Positive Vibes: Menemukan Batas Sehat dalam Berpikir Positif
Sumber:
Bögels, S. M., & Restifo, K. (2014). Mindful Parenting: A Guide for Mental Health Practitioners. Springer.
Bögels, S. M., Lehtonen, A., & Restifo, K. (2010). Mindful Parenting In Mental Health Care. Mindfulness, 1(2), 107–120. https://doi.org/10.1007/s12671-010-0014-5
Kabat-Zinn, J., & Kabat-Zinn, M. (1997). Everyday Blessings: The Inner Work of Mindful Parenting. Hachette Books.
Geurtzen, N., Scholte, R. H. J., Engels, R. C. M. E., Tak, Y. R., & van Zundert, R. M. P. (2015). Association Between Mindful Parenting And Adolescents’ Internalizing Problems: The Mediating Role Of Parenting Behavior. Mindfulness, 6(5), 1034–1042.
Duncan, L. G., Coatsworth, J. D., & Greenberg, M. T. (2009). A Model Of Mindful Parenting: Implications For Parent–Child Relationships And Prevention Research. Clinical Child and Family Psychology Review, 12(3), 255–270. https://doi.org/10.1007/s10567-009-0046-3
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



