Semua artikel
Kesehatan Mental

Merdeka dari Stigma: Perjuangan Menormalisasi Isu Kesehatan Mental di Indonesia

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Masalah kesehatan mental seringkali menjadi isu negatif di tengah masyarakat. Walaupun saat ini sudah banyak media yang menyuarakan tentang mental awareness. Tapi tetap saja beberapa orang masih memandang isu tersebut dengan sebelah mata.

Stigma di masyarakat terkait isu kesehatan mental inilah yang sering membuat orang bungkam untuk membahasnya lebih lanjut. Namun apakah tetap dibiarkan begitu saja? Kira-kira apa dampak negatif dari bungkamnya orang-orang akan isu kesehatan mental? Apakah stigma masyarakat terkait isu kesehatan mental bisa diubah? Artikel kali ini akan secara khusus membahas semua topik tersebut.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat merasa mengalami gejala gangguan mental. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu bisa diketahui diagnosa dan penanganan tepat apa yang bisa didapatkan.

Bagaimana Stigma Kesehatan Mental di Indonesia?

Depresi, Kesedihan, Pria, Lampiran

Secara garis besar stigma merupakan label negatif yang menempel pada orang atau kelompok tertentu. Stigma kesehatan mental di Indonesia sendiri menjadi perhatian dari banyak ahli. Pasalnya, masih banyak orang yang memandang kasus kesehatan mental sebagai aib, tanda kelemahan, bahkan kurangnya iman seseorang. Hal tersebut membuat masalah kesehatan mental banyak yang tidak terdeteksi. Pasalnya, banyak orang yang menutupi kondisinya agar tidak mendapatkan stigma-stigma kesehatan mental itu.

Stigma kesehatan mental di Indonesia membuat penanganan menjadi tidak sesuai. Banyak orang yang memilih untuk membawa penderita gangguan mental ke dukun atau tradisi spiritual, dari pada membawanya ke psikolog atau psikiater. Alih-alih mendapatkan intervensi psikologis yang tepat, penderita justru beresiko mengalami perilaku yang bisa memperparah kondisinya. Misalnya dengan dipasung, dikucilkan, didiskriminasi, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Bangsa yang Sehat Mental, Bangsa yang Merdeka

Dampak Stigma Kesehatan Mental

Gadis, Sedih, Potret, Depresi, Sendiri

Stigma terkait kesehatan mental yang tersebar di Indonesia membuat penderita gangguan mental mendapatkan dampak negatif. Berikut beberapa dampak dari stigma kesehatan mental di Indonesia:

Pasung dan kekerasan fisik

Praktik pasung pada dasarnya sudah dilarang sejak tahun 1977. Namun sayangnya, tidak sedikit orang dengan gangguan mental mengalami pasung dan kekerasan fisik. Hal tersebut tentu dipicu oleh stigma kesehatan mental yang ada di masyarakat. Menurut Human Rights Watch, sekitar 18.000–19.000 orang dirantai di seluruh Indonesia.

Hambatan akses layanan

Stigma kesehatan mental yang tersebar di masyarakat membuat orang dengan kesehatan mental seakan memiliki aib yang tidak patut untuk diungkapkan. Pemikiran salah itu membuat orang dengan gejala gangguan mental mengurungkan niat untuk mendapatkan akses kesehatan mental. Pengurungan niat ini tidak hanya dari penderita, namun juga dari keluarga yang takut nama keluarga akan tercoreng.

Lemahnya literasi terkait kesehatan mental

Saat orang-orang merasa enggan untuk mendapatkan intervensi psikologis, maka akan kurang kasus gangguan mental yang dideteksi. Hal ini membuat para ahli kekurangan ruang untuk mengembangkan literasi secara langsung. Pada akhirnya, perkembangan literasi terkait kesehatan mental di indonesia jadi melemah.

Baca juga: Kemerdekaan Emosional: Langkah Awal Menuju Jiwa yang Merdeka

Cara Memperbaiki Stigma Kesehatan Mental

Meditasi, Yoga, Kesehatan, Mental

Isu kesehatan mental bukan topik yang bisa dipandang sebelah mata. Maka dari itu, penting untuk kita memperbaiki stigma kesehatan mental di masyarakat. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

Meningkatkan edukasi dan literasi

Bagi para ahli di bidang kesehatan mental, bisa memulai dengan memberikan segala informasi valid terkait kesehatan mental. Menggunakan media sosial akan menjadi langka tepat untuk penyebaran informasi yang lebih cepat. Dari para ahli orang-orang akan lebih yakin bahwa masalah kesehatan mental bukan hal yang perlu diabaikan, apa lagi menganggapnya sebagai aib.

Peran kebijakan pemerintah

Demi meluruskan isu kesehatan mental yang cukup simpang siur di masyarakat, pemerintah perlu untuk berkontribusi. Misalnya dengan menegakkan UU Kesehatan Jiwa No. 18 Tahun 2014, memperluas akses layanan kesehatan mental, dan juga meluncurkan platform digital yang fokus terhadap perbaikan kondisi mental masyarakat.

Pemberdayaan komunitas dan organisasi

Organisasi seperti Into The Light Indonesia (berbasis advokasi dan pencegahan bunuh diri) dan PAFI (Perhimpunan Ahli Farmasi Indonesia) memainkan peran besar melalui edukasi, peer support, dan kampanye digital. Dari organisasi tersebut masyarakat bisa lebih aware lagi terhadap isu kesehatan mental yang ada.

Itu dia beberapa penjelasan terkait stigma kesehatan mental di Indonesia. Perlu diingat bahwa masyarakat dengan mental yang sehat bisa turut membangun bangsa ke arah yang lebih positif. Dengan demikian, kemerdekaan tidak hanya tentang kebebasan Indonesia dari para penjajah, namun juga tentang masyarakat yang damai dengan mental yang sehat.

Jika kamu mengalami masalah dengan kondisi mental. Cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Merdeka dari Tekanan Batin: Menafsirkan Kemerdekaan Lewat Kesehatan Mental

 

Sumber:

Azhar. (2023, Maret 21). Mental health di Indonesia: Membangun kesadaran dan mencegah stigma. Universitas Medan Area. https://azhar.blog.uma.ac.id/mental-health-di-indonesia-membangun-kesadaran-dan-mencegah-stigma/.

Hartini, N., Fardana, N. A., Ariana, A. D., & Wardana, N. D. (2018). Stigma toward people with mental health problems in Indonesia. Psychology Research and Behavior Management, 11, 535–541. https://doi.org/10.2147/PRBM.S175251.

Hermina Hospitals. (2022). Mengatasi stigma tentang kesehatan jiwa: Langkah menuju masyarakat yang lebih peduli dan inklusif. https://www.herminahospitals.com/id/articles/mengatasi-stigma-tentang-kesehatan-jiwa-langkah-menuju-masyarakat-yang-lebih-peduli-dan-inklusif.html.

Humanika Psychology Center. (2024, Juni 16). Penyakit mental: Menelusuri stigma negatif di tengah masyarakat Indonesia. https://humanikapsychologycenter.com/2024/06/16/penyakit-mental-menelusuri-stigma-negatif-di-tengah-masyarakat-indonesia/.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Memutus rantai stigma kesehatan jiwa. https://kemkes.go.id/id/memutus-rantai-stigma-kesehatan-jiwa.

Skills Focus. (2023). Mengatasi stigma terkait kesehatan mental di masyarakat Indonesia. https://skills-focus.org/mengatasi-stigma-terkait-kesehatan-mental-di-masyarakat-indonesia.

Student-Activity Binus University – Himpunan Mahasiswa Psikologi. (2021, Agustus 13). Mengenal isu kesehatan mental dan tantangannya di Indonesia. https://student-activity.binus.ac.id/himpsiko/2021/08/mengenal-isu-kesehatan-mental-dan-tantangannya-di-indonesia.

Sumowarna.id. (2023). Menghadapi tantangan kesehatan mental di Indonesia: Membangun kesadaran dan mengurangi stigma. https://sumowarna.id/kesehatan/10207/menghadapi-tantangan-kesehatan-mental-di-indonesia-membangun-kesadaran-dan-mengurangi-stigma.

Universitas Gadjah Mada. (2022). Stigma buruk gangguan kesehatan mental hambat pemulihan pasien. https://ugm.ac.id/id/berita/22185-stigma-buruk-gangguan-kesehatan-mental-hambat-pemulihan-pasien.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Merdeka dari Stigma: Perjuangan Menormalisasi Isu Kesehatan Mental di Indonesia — DeepTalk