Semua artikel
Kepribadian

Menjelajahi Cara Bahagia Ala Ekstrovert

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Dalam dunia yang serba sibuk dan penuh dengan interaksi sosial, orang yang memiliki sifat ekstrovert seringkali dianggap lebih beruntung dalam hal kebahagiaan. Namun, kebahagiaan bukanlah hak istimewa bagi satu jenis kepribadian saja. Artikel ini akan membawa Anda melintasi pandangan yang mendalam tentang bagaimana individu dengan sifat ekstrovert dapat merangkul kebahagiaan dalam cara yang sesuai dengan karakteristik mereka.

Dari memanfaatkan energi sosial hingga membangun hubungan yang bermakna, ekstrovert memiliki kekuatan alami yang dapat diarahkan untuk menciptakan kebahagiaan dalam hidup mereka dan orang di sekitar mereka. Dalam paparan ini, kami akan menguraikan langkah-langkah praktis yang dapat membantu individu ekstrovert mengeksplorasi potensi dan menemukan kebahagiaan yang lebih dalam, serta bagaimana mengelola stres dan menghindari kelelahan sosial.

Dengan memahami kekuatan unik yang dimiliki oleh ekstrovert, kita dapat memperluas persepsi tentang kebahagiaan dan merangkul keseimbangan yang lebih baik dalam interaksi sosial dan kedamaian pribadi.

1. Mudah Dipengaruhi Oleh Penghargaan

Salah satu temuan yang konsisten dalam penelitian kepribadian adalah bahwa orang ekstrovert umumnya lebih bahagia daripada orang introvert, dan efek ini berlangsung selama beberapa dekade dalam kehidupan mereka – meskipun semua ahli tidak setuju dengan asumsi kedua.

Teori bahwa orang ekstrovert lebih responsif terhadap penghargaan dan karenanya lebih bahagia pertama kali diusulkan oleh Gray pada tahun 1982. Kemudian, pada tahun 1991, Larsen dan Ketelaar juga menemukan bahwa orang ekstrovert bereaksi lebih kuat terhadap situasi yang positif.

Bahkan hanya sekedar sebatang cokelat pun dapat membuat seorang ekstrovert lebih bahagia daripada yang lain. Dan hal itu dapat dilakukan dengan lebih cepat. Ini berbanding terbalik dengan orang neurotik atau yang sering cemas dan mudah tersinggung yang lebih responsif terhadap hukuman dan cenderung lebih tidak bahagia.

Sistem penghargaan di otak ini memiliki pemain kunci, yakni dopamin yang merupakan sebuah neurotransmitter atau zat kimia yang mengirimkan sinyal di antara sel-sel otak. Dopamin ini dapat memotivasi orang untuk mengejar imbalan eksternal seperti uang, pasangan dan promosi.

Dalam hal ini, eksrovert dan introvert memiliki jumlah yang sama pada kadar dopamin dalam otak mereka. Keduanya pun menjadi lebih banyak bicara dan ingin mengambil risiko ketika dopamin telah memenuhi otak. Namun yang membedakannya adalah ekstovert memiliki jalur penghargaan dopamin yang cenderung lebih aktif dibandingkan introvert. Inilah yang kemudian membuat ekstrovert terbukti lebih bahagia daripada introvert.

Baca juga: Mengapa Bisa Terjadi Maladaptive Daydreaming?

2. Melakukan Lebih Banyak Hal yang Menyenangkan Secara Sosial

Para ekstrovert terkenal lebih mudah untuk menjalankan hubungan secara sosial. Bahkan inilah yang menjadi sumber energi mereka, dibandingkan introvert yang perlu menyendiri untuk mengisi kembali energinya.

Mereka yang ekstrovert ini melakukan cenderung bisa melakukan banyak hal yang menyenangkan secara sosial. Ini adalah alasan lain bagaimana ekstrovert melakukan hal-hal yang membuatnya bahagia. Mereka akan sangat senang untuk pergi ke pesta, klub, dansa, bertemu orang lain, atau bahkan lebih dari yang lain. Intinya ialah, ekstrovert selalu ingin berada di sekitar orang lain agar bahagia.

3. Mereka Adalah Ahli Pengaturan Suasana Hati

Orang ekstrovert adalah ahli dalam pengaturan suasana hati. Para psikolog mengatakan bahwa orang ekstrovert memiliki kendali yang lebih baik atas suasana hati mereka. Mereka dapat dengan cepat masuk ke suasana hati yang lebih ringan.

Mereka bahkan mampu mempertahankannya untuk waktu yang lebih lama. Selain itu, mereka dapat keluar dari kesedihan mereka lebih cepat daripada yang lain. Sehingga tidak diragukan lagi betapa mudahnya ekstrovert menemukan kebahagiaannya.

4. Cenderung Menyimpan Tumpukan ‘Kenangan Emas’

Orang ekstrovert mengingat masa lalu mereka dengan cara yang jauh lebih positif daripada orang lain. Mereka adalah kolektor kenangan “emas”. Pada tahun 2011, Ryan Howell menemukan bahwa orang yang sangat ekstrovert lebih bahagia dengan kehidupan mereka karena mereka cenderung memiliki pandangan positif dan nostalgia akan masa lalu dan cenderung tidak memiliki pikiran negatif dan penyesalan.

Ini dikarenakan juga adanya jalur stimulasi otak yang dimediasi dopamin lebih pendek pada seorang ekstrovert. Dopamin atau zat kimia kesenangan pada otak akan dilepaskan ketika seseorang menerima hadiah, seperti makanan, seks, promosi, persetujuan, atau kemenangan. Otak orang ekstrovert menghasilkan respons dopamin yang lebih kuat terhadap ingatan mereka akan hadiah.

Sementara para ekstrovert berpegang erat pada kenangan indah mereka, para neurotik memiliki pandangan yang lebih negatif dan kurang positif tentang masa lalu mereka.

Itulah dia beberapa hal yang mendasari bagaimana ekstrovert bisa bahagia. Dalam mengeksplorasi cara-cara untuk meraih kebahagiaan ala ekstrovert, kita telah menemukan bahwa mereka memiliki keunikan dalam menghadapi dunia sosial. Dari mengambil inisiatif dalam interaksi hingga merayakan kegembiraan bersama, ekstrovert merasakan kebahagiaan melalui energi yang mereka peroleh dari hubungan sosial. Melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang karakteristik ini, kita dapat mengambil langkah-langkah praktis untuk menciptakan kebahagiaan yang berkelanjutan.

Baca juga: Langkah Menggunakan Emotion Wheel Untuk Mengenal Diri Sendiri

 

Sumber:

Are Extroverts Really Happier Than Introverts? (2015, February 22). The Happiness Blog. https://happyproject.in/extroverts-happier/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Menjelajahi Cara Bahagia Ala Ekstrovert — DeepTalk