Semua artikel
Perilaku

Menjadi Vegan Membuat Kesehatan Mental Membaik, Benarkah?

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Gaya hidup vegan semakin populer di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang mengutamakan kesehatan dan lingkungan. Namun, selain memberikan manfaat bagi tubuh dan planet, banyak penelitian juga menunjukkan bahwa pola makan vegan dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang.

Dalam artikel ini, kita akan membahas dampak gaya hidup vegan terhadap kesehatan mental dan bagaimana menerapkan pola makan ini secara seimbang untuk mendukung kesehatan secara menyeluruh.

Diet Vegan dan Dampaknya Bagi Kehidupan

Pola makan vegan merupakan bagian dari gaya hidup veganisme yang mempraktikan kehidupannya tanpa segala bentuk eksploitasi hewan. Ini termasuk dengan menolak untuk mengonsumsi makanan yang mengandung hewani.

Penganut pola makan vegan memilih untuk mengonsumsi produk nabati seperti sayur, buah, hingga kacang-kacangan. Mereka menilai bahwa gaya hidup vegan dapat memberikan banyak manfaat bagi kehidupannya, termasuk kesehatan tubuh dan kelangsungan hidup manusia. Diantara manfaatnya seperti tingkat kematian yang lebih rendah dan sedikit tekanan pada lingkungan.

Produk nabati atau yang berasal dari tumbuh-tumbuhan menggunakan lebih sedikit tanah dan air untuk ditanami daripada produk hewani. Sehingga hanya menghasilkan lebih sedikit limbah dan gas rumah kaca daripada beternak. Hal ini didukung dengan fakta dari sebuah studi tahun 2017 yang menemukan bahwa jika setiap orang Amerika hanya mengganti kacang dengan daging sapi dalam makanan mereka, AS dapat mencapai hingga 74% dari tujuan pengurangan gas rumah kaca yang diuraikan dalam Perjanjian Paris 2015.

Selain itu, pola makan vegan juga dikatakan memberikan dampak yang lebih baik bagi tubuh. Laporan menunjukkan bahwa pola makan nabati mengurangi risiko sejumlah masalah medis, termasuk diabetes, penyakit kardiovaskular, kanker, dan obesitas. Serta ada bukti bahwa pola makan vegan memiliki beberapa manfaat kesehatan mental. Lalu, bagaimana dengan pengaruh gaya hidup veganisme terhadap kinerja otak dan kesehatan mental ini?

Baca juga: Mengenal Agorafobia, Gangguan Ketakutan dengan Tempat Publik

Diet Vegan Memberikan Nutrisi Suasana Hati yang Baik

Pola makan vegan mengandung nutrisi yang dapat meningkatkan suasana hati, tanpa efek samping negatif dari makanan berbasis hewani. Pola makan vegan cenderung lebih kaya secara alami pada buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, polong-polongan, dan biji-bijian – makanan yang semuanya dominan dalam diet berkualitas tinggi yang dipelajari terkait dengan penurunan risiko depresi.

Asupan buah dan sayuran yang lebih tinggi juga dikaitkan secara independen dengan risiko depresi yang lebih rendah dan kesejahteraan mental yang lebih baik secara keseluruhan. Ini dikarenakan pola makan vegan cenderung kaya akan antioksidan dan nutrisi bermanfaat lainnya yang terbukti melindungi dari depresi dan gejala depresi.

Mungkin pola makan vegan tidak sepenuhnya memberikan nutrisi yang lengkap atau ada beberapa zat gizi yang kurang dan hanya ada di produk hewani. Namun ini tetap bisa diatasi dengan kandungan tumbuhan yang memiliki zat pengganti dari hewani.

Misal kekurangan seng, yang telah dikaitkan dengan depresi dan kecemasan. Biasanya kebutuhan zat gizi ini dapat dipenuhi dengan daging panggang atau burger. Sedangkan vegan memilih alternatif yang lebih sehat untuk pemenuhan seng melalui sayuran lain, seperti buncis, lentil, dan kacang-kacangan. Sehingga mereka mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan untuk menangkal depresi tanpa tambahan lemak jenuh dan kolesterol seperti daging merah.

Makanan kaya vitamin B12, magnesium, dan asam lemak omega 3 juga diketahui dapat mengurangi peradangan dalam tubuh, yang kemudian menurunkan kadar hormon stres kortisol. Dan banyak makanan yang kaya nutrisi ini bisa didapatkan dari sereal yang diperkaya dan ragi nutrisi untuk Vitamin B12. Atau alpukat dan bayam untuk magnesium hingga biji rami, kenari, dan minyak zaitun untuk omega 3. Tentu ini semua ramah vegan

Ada juga salah satu studi yang dilakukan oleh agen asuransi AS melibatkan peserta yang kelebihan berat badan atau memiliki riwayat diabetes. Selama 18 minggu, peserta diminta untuk melanjutkan diet normal mereka atau mengikuti diet vegan rendah lemak. Hasilnya, kelompok terakhir dilaporkan mengalami penurunan depresi dan kecemasan serta menjadi lebih produktif di tempat kerja. 

Studi tahun 2015 lainnya menunjukkan bahwa vegan cenderung melaporkan lebih sedikit stres dan kecemasan daripada rekan mereka yang makan daging. Sementara satu tinjauan penelitian menyatakan bahwa pola makan nabati dapat meningkatkan gejala depresi, penelitian lain menunjukkan bahwa penyebabnya mungkin makanan olahan, bukan kekurangan daging.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam British Journal of Psychiatry menganalisis pola makan dan risiko depresi pada 3.486 peserta selama periode lima tahun. Peserta yang makan lebih banyak makanan utuh melaporkan lebih sedikit gejala depresi daripada mereka yang kebanyakan makan makanan olahan.

Walaupun saat ini pola makan vegan biasanya tidak direkomendasikan sebagai cara untuk mengobati depresi, namun Anda bisa tetap mencobanya. Anda bisa memulainya dengan mencari panduan dari ahli diet atau gizi terkait untuk memastikan bahwa pola makan Anda memenuhi semua kebutuhan nutrisi dalam tubuh.

Hal ini dikarenakan pola makan vegan yang direncanakan dengan buruk mungkin tidak memberi Anda cukup nutrisi penting untuk kesehatan otak yang optimal. Seperti vitamin B-12 dan asam lemak omega-3 rantai panjang. Itu berarti memastikan pola makan Anda terencana dengan baik adalah suatu keharusan.

Baca juga: Cara Mengubah Pola Pikir yang Memicu Procrastination

 

Sumber:

Earth. (2023). Can a Plant-Based Diet Affect Your Mental Health?. Earth911. https://earth911.com/living-well-being/can-a-plant-based-diet-affect-your-mental-health/

Petre, A. (2022, June 6). Veganism and Depression: Is There a Relationship? Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/veganism-and-depression

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Menjadi Vegan Membuat Kesehatan Mental Membaik, Benarkah? — DeepTalk