Deeptalk.co.id – Intervensi kognitif merupakan salah satu bentuk terapi yang digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan kognitif dan akademik pada anak dengan Down Syndrome. Salah satu bentuk intervensi kognitif yang sering digunakan adalah latihan instruksional diri atau self-instructional training.
Pada pembahasan kali ini kita akan membahas intervensi atau penanganan anak down syndrome dengan pendekatan kognitif. Mari kita mulai dengan membahas pengertian dari intervensi yang dilakukan, yaitu latihan instruksional diri.
Apa Itu Latihan Instruksional Diri?

Latihan instruksional diri adalah teknik yang digunakan untuk membantu anak dalam memecahkan masalah dan mengembangkan keterampilan sosial. Dengan cara memberikan instruksi secara verbal pada dirinya sendiri. Pada anak dengan Down Syndrome, latihan instruksional diri bertujuan untuk membantu anak mengontrol perilaku impulsif. Selain itu, meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan meningkatkan kemampuan belajar dan beradaptasi.
Contohnya, seorang anak dengan Down Syndrome dapat diajarkan untuk mengatakan instruksi verbal pada dirinya sendiri saat sedang menyelesaikan tugas. Seperti “saya harus membaca soal terlebih dahulu sebelum menjawab”. “saya harus fokus pada satu tugas sebelum beralih ke tugas lainnya”. Dengan berlatih secara teratur, anak dapat menginternalisasi instruksi tersebut. Sehingga menjadi kebiasaan dan membantu meningkatkan kemampuan belajarnya.
Latihan instruksional diri dapat dilakukan oleh orang tua atau terapis. Selain itu, juga dapat dilakukan di rumah atau di sekolah. Teknik ini membutuhkan latihan dan dukungan yang konsisten. Tetapi dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif dan akademik anak dengan Down Syndrome. Selain itu, latihan instruksional diri juga dapat membantu anak menjadi lebih mandiri. Mampu mengambil kontrol atas perilaku dan emosinya.
Baca juga: Apakah Seseorang Dapat Sembuh Dari Narsistik? Berikut Penjelasan Untuk Penanganannya
5 Langkah Latihan Instruksional Diri

Prosedur 5 langkah latihan instruksional diri (self-instructional training) merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengajarkan anak-anak dengan Down Syndrome atau anak-anak dengan kebutuhan khusus tentang cara menggunakan instruksi verbal pada diri sendiri. Meningkatkan kemampuan anak mengontrol perilaku dan memecahkan masalah.
Teknik ini pertama kali dikembangkan oleh Goodman pada tahun 1971. Intervensi ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan kognitif dan sosial anak-anak dengan kebutuhan khusus. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam prosedur 5 langkah latihan instruksional diri:
Mendemonstrasikan langkah-langkah tugas: Guru atau terapis mengajarkan anak untuk mengamati langkah-langkah tugas yang harus dilakukan. Meminta anak untuk mengulangi langkah-langkah tersebut.
Memberikan instruksi verbal: Guru atau terapis memberikan instruksi verbal pada anak tentang tugas yang harus dilakukan.
Mengingat instruksi verbal: Anak diminta untuk mengingat instruksi verbal yang diberikan.
Mengulang instruksi verbal: Anak diminta untuk mengulang instruksi verbal yang diberikan. Sehingga anak dapat mengingat langkah-langkah tugas yang harus dilakukan.
Menggunakan instruksi verbal pada diri sendiri: Anak diminta untuk menggunakan instruksi verbal pada diri sendiri untuk memandu perilaku atau memecahkan masalah. Seperti “saya harus mengamati langkah-langkah tugas terlebih dahulu”. “saya harus menyelesaikan tugas ini terlebih dahulu sebelum beralih ke tugas lainnya”.
Setelah anak menguasai prosedur 5 langkah latihan instruksional diri. Maka anak dapat menggunakan teknik ini secara mandiri dalam situasi nyata. Dengan latihan dan dukungan yang konsisten, teknik ini dapat membantu anak dengan Down Syndrome atau kebutuhan khusus lainnya menjadi lebih mandiri. Dapat mengontrol perilaku dan emosi mereka sendiri.
Efektivitas Mana Antara Terapi Perilaku Dan Terapi Kognitif?

Kedua jenis intervensi antara intervensi kognitif dan intervensi behavioral berbasis pengkondisian operan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, sulit untuk secara langsung membandingkan keefektifan keduanya dalam mengatasi kondisi anak dengan Down Syndrome.
Intervensi kognitif bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan pengolahan informasi anak. Memberikan berbagai latihan kognitif, seperti latihan pemecahan masalah, latihan memori, dan latihan metakognisi. Keuntungan dari intervensi kognitif adalah dapat meningkatkan kemampuan akademik dan keterampilan sosial anak. Namun, kelemahannya adalah teknik ini mungkin tidak efektif untuk mengatasi perilaku yang berulang dan sulit diubah.
Sementara itu, intervensi behavioral berbasis pengkondisian operan bertujuan untuk mengubah perilaku anak dengan memberikan penguatan positif atau positif negatif. Harapannya dapat membentuk perilaku yang diinginkan atau menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan. Keuntungan dari intervensi ini adalah dapat memberikan hasil yang cepat. Selain itu, dapat mengubah perilaku yang sulit diubah. Namun, kelemahannya adalah teknik ini cenderung kurang fokus pada pengembangan kemampuan kognitif anak.
Oleh karena itu, pendekatan terbaik adalah dengan menggabungkan kedua jenis intervensi tersebut. Dengan demikian, anak dapat mengembangkan keterampilan kognitif dan sosial yang diperlukan. Dan belajar mengontrol dan mengubah perilaku yang tidak diinginkan melalui penguatan positif dan negatif. Pemilihan intervensi yang tepat untuk setiap anak dengan Down Syndrome harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik anak tersebut.
Baca juga: Bagaimana Sosial Media Dapat Mempengaruhi Self-Esteem Anda
Sumber:
Davison, G. C., Neale, J. M., Kring, A. M. (2017). Psikologi Abnormal Edisi Ke-7. Depok: PT Raja Grafindo Persada.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



