Semua artikel
Kepribadian

Menggunakan Big Five Untuk Mengetahui Kepribadian Diri

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Banyak psikolog kepribadian kontemporer yang percaya bahwa terdapat lima dimensi dasar kepribadian, atau yang biasa disebut dengan ciri-ciri kepribadian “Big Five”. Dinamakan demikian dikarenakan terdapat lima ciri kepribadian yang mendasar, diantaranya yakni keterbukaan, ketelitian, ekstraversi, sifat mudah setuju (agreeableness) dan neurotisme.

Dengan memahami apa yang dimaksud dengan setiap ciri kepribadian pada teori Big Five tersebut, serta mengetahui apa artinya jika mendapat nilai tinggi atau rendah dalam setiap ciri tersebut dapat memberikan Anda wawasan tentang kepribadian Anda sendiri tanpa harus mengikuti tes kepribadian. Hal tersebut tentu dapat membantu Anda juga untuk memahami orang lain dengan lebih baik, berdasarkan posisi mereka dalam kontinum untuk setiap kepribadian yang terdaftar.

Teori Kepribadian Big Five

Teori yang membahas mengenai sifat kepribadian telah lama berusaha untuk menentukan dengan tepat ada berapa banyak sifat yang ada. Teori-teori sebelumnya pun telah mengemukakan jumlahnya yang beragam. Seperti Raymond Cattel yang mengungkapkan adanya 16 faktor kepribadian, atau Hans Eysenck yang menawarkan teori tiga faktor nya.

Namun, kedua teori tersebut dianggap masih memiliki kekurangan, baik yang terlalu rumit atau terlalu terbatas cakupannya. Sehingga muncullah teori mengenai 5 ciri kepribadian yang dikenal juga dengan teori Big Five. Teori ini digunakan untuk menggambarkan ciri-ciri luas yang berfungsi sebagai blok bangunan kepribadian.

Beberapa peneliti mendukung keyakinan bahwa ada lima ciri kepribadian inti. Bukti dari teori ini telah berkembang selama bertahun-tahun dalam bidang psikologi, dimulai dengan penelitian D. W. Fiske (1949), dan kemudian diperluas oleh peneliti lainnya, termasuk Norman (1967), Smith (1967), Goldberg (1981), dan McCrae & Costa (1987).

Baca juga: Memahami Psikososial : Kaitan Antara Psikologi dan Kehidupan Sosial

Ciri Kepribadian Big Five

Penting untuk dicatat bahwa masing-masing dari lima ciri kepribadian utama mewakili rentang antara dua hal yang ekstrem. Sebagai contoh, ekstraversi mewakili sebuah kontinum antara ekstraversi yang ekstrem dan introversi yang ekstrem. Di dunia nyata, kebanyakan orang berada di antara keduanya.

Meskipun ada banyak literatur yang mendukung sifat-sifat kepribadian utama ini, para peneliti tidak selalu setuju dengan label yang tepat untuk setiap dimensi. Meski begitu, kelima sifat ini biasanya digambarkan sebagai berikut.

Keterbukaan

Keterbukaan lebih menekankan imajinasi dan wawasan yang paling tinggi diantara kelima ciri kepribadian lainnya. Orang yang memiliki keterbukaan yang tinggi ini cenderung memiliki minat yang luas. Mereka juga ingin tahu tentang dunia dan orang di sekelilingnya serta sangat ingin mempelajari hal-hal baru untuk dapat menikmati pengalaman baru. Orang yang memiliki sifat kepribadian ini juga cenderung lebih suka berpetualang dan kreatif.

Sebaliknya, orang yang memiliki trait kepribadian ini rendah sering kali jauh lebih tradisional dan mungkin kesulitan berpikir abstrak. Mereka tidak menyukai adanya perubahan, menolak ide-ide baru serta tidak terlalu menyukai adanya konsep yang abstrak atau teoritis.

Ketelitian

Di antara setiap sifat kepribadian, ketelitian adalah sifat yang ditentukan oleh tingkat perhatian yang tinggi, dengan kontrol impuls yang baik dan perilaku yang lebih terarah pada tujuan. Mereka yang sangat teliti cenderung terorganisir dan memperhatikan detail. Mereka juga membuat rencana ke depan, memikirkan bagaimana perilaku mereka dapat mempengaruhi orang lain dan memperhatikan tenggat waktu.

Namun seseorang yang mendapat nilai lebih rendah pada ketelitiannya ini cenderung kurang terstruktur dan kurang terorganisir. Mereka mungkin terjebak pada kebiasaan menunda-nunda untuk menyelesaikan sesuatu, yang bahkan terkadang mereka telah melewatkan tenggat waktu sama sekali.

Ekstraversi

Ekstraversi, atau bisa disebut ekstroversi merupakan ciri kepribadian dari Big Five yang ditandai dengan kegembiraan, keramahan, banyak bicara, ketegasan dan ekspresifitas emosional yang tinggi. Kepribadian ekstraversi yang tinggi membawa seseorang pada sifatnya yang supel dan cenderung mendapatkan energi dalam situasi sosial. Berada di sekitar orang lain membantu mereka merasa berenergi dan bersemangat.

Sedangkan orang yang memiliki sifat kepribadian ini rendah atau introvert cenderung lebih pendiam. Mereka memiliki lebih sedikit energi untuk dikeluarkan dalam lingkungan sosial dan acara-acara sosial dapat terasa menguras tenaga. Orang introvert sering kali membutuhkan waktu menyendiri dan tenang untuk “mengisi ulang tenaga”.

Sifat mudah setuju (Agreeableness)

Sifat kepribadian ini mencakup atribut seperti kepercayaan, altruisme, kebaikan, kasih sayang, dan perilaku prososial lainnya. Orang yang memiliki sifat agreeableness yang tinggi cenderung lebih kooperatif. Mereka juga memiliki keterkaitan yang besar pada orang lain sehingga mereka bisa lebih peduli terhadap orang lain. Empatinya yang tinggi membuatnya senang membantu dan memberikan kontribusi pada kebahagiaan orang lain.

Sementara mereka yang memiliki sifat kepribadian ini rendah cenderung lebih kompetitif dan terkadang bahkan manipulatif. Tidak ada minat sama sekali pada orang lain dan bahkan mereka tidak peduli atau tidak tertarik pada masalah serta perasaan orang lain. Bahkan, mereka bisa meremehkan atau merendahkan orang lain.

Neurotisisme

Neuroticism adalah sifat kepribadian yang ditandai dengan kesedihan, kemurungan, dan ketidakstabilan emosi. Individu yang memiliki neuroticism yang tinggi cenderung mengalami perubahan suasana hati, kegelisahan, lekas marah, dan kesedihan. Mereka yang memiliki sifat kepribadian ini cenderung lebih stabil dan tangguh secara emosional.

Sebaliknya, neurotisme yang rendah ditandai oleh sikapnya yang lebih stabil secara emosional, dapat mengatasi stres dengan baik, hingga jarang merasa sedih atau tertekan. Mereka bahkan tidak terlalu khawatir akan suatu hal sehingga pembawaannya menjadi cenderung sangat santai.

Baca juga: Ketahui Ciri dan Bahayanya Jika Memiliki IQ yang Rendah

 

Sumber:

What Are the Big 5 Personality Traits? (2023, March 11). Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/the-big-five-personality-dimensions-2795422

Big Five Personality Traits: The 5-Factor Model of Personality. (2022, November 3). Simply Psychology. https://www.simplypsychology.org/big-five-personality.html

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Menggunakan Big Five Untuk Mengetahui Kepribadian Diri — DeepTalk